Babak kedua dimulai, tempo permainan meningkat, Kroasia dan Meksiko bermain lebih terbuka. Jual beli serangan terjadi sejak awal babak kedua, namun kedua tim sama-sama tak mampu mencetak gol dalam waktu 15 menit babak pertama. Meksiko yang lebih berani bermain terbuka di babak kedua, tercatat mendapatkan tiga peluang masing-masing dari Paul Aguillar, Oribe Peralta, dan Giovani dos Santos. Sayang ketiga peluang tersebut belum bisa menghasilkan angka. Menit 64, sepakan Andres Guardado dalam kotak penalti mengenai tangan Darijo Srna, namun wasit Ravshan Irmatov asal Uzbekistan tak memberikan hadiah penalti bagi Meksiko. Keputusan kontroversial wasit sempat mendapatkan protes keras dari para pemain Meksiko, terutama Javier Hernandez yang tak berada jauh dari kejadian tersebut. Meksiko kembali mengancam gawang Stipe Pletikosa di menit 66 lewat kaki Paul Aguillar. Memanfaatkan assist Hector Herrera sepakan Aguillar masih mampu diamankan Stipe Pletikosa. Meksiko akhirnya mampu memecah kebuntuan lewat gol Rafael Marquez di menit 72. Kapten Meksiko tersebut mampu memaksimalkan umpan sepak pojok Herrera lewat tandukan kepalanya. Andres Guardado berhasil menambah keunggulan Meksiko, hanya berselang 3 menit setelah gol Marquez. Sepakan kaki kanan Guardado menyambut umpan Oribe Peralta kembali bersarang di gawang tanpa bisa dihalau Stipe Pletikosa, Meksiko unggul 0-2. Meksiko kembali memperbesar keunggulan di menit 83 lewat tandukan Javier Hernandez. Berawal dari sepak pojok Hector Herrera, Rafael Marquez kemudian mengarahkan bola ke tiang jauh. Javier Hernandez yang datang dari belakang langsung menyambar bola umpan Marquez ke dalam gawang, Meksiko unggul 0-3. Kroasia hanya berhasil memperkecil ketinggalan lewat kaki Ivan Perisic di menit 88. Umpan cantik Ivan Rakitic mampu dimaksimalkan Perisic untuk memperkecil ketinggalan menjadi 1-3. Derita Kroasia semakin lengkap saat Ante Rebic diusir wasit lantaran melakukan pelanggaran keras terhadap Carlos Pena di menit 89. Peluang emas Kroasia untuk kembali menipiskan jarak di menit akhir kandas. Sepakan setengah salto Ivan Perisic dengan gemilang mampu diblok Guillermo Ochoa. Higga peluit panjang dibunyikan wasit kemenangan tetap menjadi milik Meksiko dengan skor 1-3. Hasil ini membawa Meksiko memastikan diri lolos ke babak 16 besar. Di babak knock out nanti, anak asuh Miguel Herrera bakal berhadapan dengan salah satu kekuatan Eropa sekaligus juara Grup A, Belanda. Laga tersebut bakal digelar pada tanggal 28 Juni 2014. Sementara bagi Kroasia, anak asuh Niko Kovac harus menerima kenyataan pahit pulang lebih awal. Kroasia hanya menempati posisi ketiga klasemen Grup A dengan poin 3 dibawah Meksiko. Susunan Pemain: Kroasia (4-2-3-1): 1. Stipe Pletikosa (Gk); 11. Darijo Srna (C), 5. Vedran Corluka, 6. Dejan Lovren, 2. Sime Vrsjalko (Mateo Kovacic'57); 3. Danijel Pranjic (Nikica Jelavic'74), 7. Ivan Rakitic; 4. Ivan Perisic, 10. Luka Modric, 18. Ivica Olic (Ante Rebic'69); 17. Mario Mandzukic. Pelatih: Niko Kovac (Kroasia). Meksiko (5-3-2): 13. Guillermo Ochoa (Gk); 22. Paul Aguillar, 2. Fransisco Rodriguez, 4. Rafael Marquez (C), 15. Hector Moreno, 7. Miguel Layun; 6. Hector Herrera, 23. Jose Vazquez, 18. Andres Guardado (Marco Fabian'84); 10. Giovani dos Santos (Javier Hernandez'62), 19. Oribe Peralta (Carlos Pena'79). Pelatih: Miguel Herrera (Meksiko).
Dihantam Meksiko, Kroasia Angkat KakiGrup A
BolaSkor - Senin, 23 Juni 2014
- #Recife
- #Oribe Peralta
- #Andres Guardado
- #Jose Vazquez
- #Ivan Perisic
- #Rafael Marquez
- #Giovani Dos Santos
- #Darijo Srna
- #Piala Dunia 2014
- #Stipe Pletikosa
- #Ivan Rakitic
- #Grup A
- #Hector Herrera
- #Arena Pernambuco
- #Miguel Layun
- #Guillermo Ochoa
- #Javier Hernandez
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 09 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 2014: Tragedi Mineirazo, Gol Ikonik Van Persie, Gelar Keempat Jerman
Sabtu, 06 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Messi, Ronaldo, dan Ochoa Akan Pakai Patch Spesial FIFA World Cup Legacy
Senin, 01 Juni 2026
Tuan Rumah Meksiko Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Ochoa Sejajar Ronaldo dan Messi
Selasa, 12 Mei 2026
Guillermo Ochoa Bidik Piala Dunia Keenam, Siap Ukir Sejarah Sebelum Pensiun
Kamis, 12 Maret 2026
Membiarkan Luka Modric Hengkang ke AC Milan adalah Kesalahan Besar Real Madrid
Jumat, 30 Januari 2026
Ivan Perisic Sulit Digapai, Inter Milan Beralih ke Jebolan Akademi Arsenal
Jumat, 23 Januari 2026
Bahas Bursa Transfer dengan Manajemen Inter Milan, Cristian Chivu Minta Dibelikan Bek Kanan
Rabu, 21 Januari 2026
Inter Milan Serius Ingin Balikan dengan Ivan Perisic
Kamis, 15 Januari 2026
Bersedia Balikan dengan Inter Milan, Ivan Perisic Punya Satu Misi Khusus
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026