Brasil benar-benar tak berdaya ketika menghadapi Jerman pada babak semifinal Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Rabu (9/7) dini hari WIB. Selecao digilas dengan skor 7-1. Toni Kroos dan Andre Schurrle tampil sebagai pahlawan kemenangan Tim Panser pada pertandingan ini dengan masing-masing melesakkan sepasang gol. Tiga gol Jerman lainnya hadir melalui Thomas Mueller, Miroslav Klose, dan Sami Khedira. Kekalahan ini tak hanya menghentak para pemain Brasil, tapi seluruh pendukung setia Tim Samba. Tak ayal, seisi Estadio Mineirao tak kuasa untuk membendung laju air mata mereka. "Saya bertanggung jawab penuh atas bencana ini. Saya yang membuat pilihan. Setelah gol pertama, organisasi permainan kami hancur. Kemudian, gol demi gol datang dan tak ada waktu untuk merubah apapun," aku Scolari dilansir Goal. "Ini adalah hari terburuk dalam hidup saya. Kami mengajukan permohonan maaf kepada fans atas hasil ini. Mereka telah mendukung kami sekuat tenaga selama pembantaian ini," ia menambahkan. Banyak pihak menilai kekalahan Brasil ini disebabkan oleh absennya Neymar. Dalam kepercayaan penduduk Brasil, terdapat dua kutub dalam sebuah tim sepak bola yang menjadi jimat permainan. Keduanya adalah Craques atau pemain yang memegang kunci pertandingan, dalam hal ini Neymar, dan Sao atau palang pintu terakhir, dalam hal ini Julio Cesar. Keduanya bagaikan Ying dan Yang dalam kebudayaan Tiongkok. Jika salah satu jimat tersebut hilang, maka akan berdampak besar bagi keseimbangan tim. Menanggapi hal ini, Scolari menegaskan bahwa absennya Neymar tak ada hubungannya dengan kekalahan ini. "Neymar adalah salah satu pemain tim. Dia penyerang dan tak perlu membantu kami bertahan. Saya rasa hadirnya Neymar juga takkan merubah apapun. Jadi, mari kita tak mencari alasan dengan melibatkan Neymar," demikian Scolari.
Dibantai Jerman, Scolari: Hari Terburuk Sepanjang Hidup Saya
BolaSkor - Rabu, 09 Juli 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Minggu, 28 Juni 2026
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Dibuka Afsel vs Kanada
Jumat, 26 Juni 2026
Kekalahan dari Ekuador Jadi Alarm bagi Jerman Jelang Fase Gugur
Jumat, 26 Juni 2026
Zico Peringatkan Brasil: Jepang Sudah Siap Melawan Siapa Pun
Jumat, 26 Juni 2026
Jepang Tidak Takut Lawan Brasil di 32 Besar, Moriyasu Ingatkan Hasil Pertemuan Terakhir
Jumat, 26 Juni 2026
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Ukir Rekor, Pantai Gading Lolos ke Fase Gugur Dampingi Jerman
Jumat, 26 Juni 2026
Hasil Laga Terakhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Tumbang, Pantai Gading Tekuk Curacao
Kamis, 25 Juni 2026
Jadwal Live Streaming dan Link Siaran Langsung Ekuador vs Jerman, Momen Penentuan La Tricolor di New York New Jersey Stadium
Kamis, 25 Juni 2026
Julian Nagelsmann Merasa Jerman 'Dihukum' Meski Jadi Juara Grup
Kamis, 25 Juni 2026
Piala Dunia 2026 Disebut Kehilangan Kredibilitas, Presiden FIFA Dikritik Legenda Jerman
Kamis, 25 Juni 2026
Carlo Ancelotti Bikin Vinicius Gacor di Piala Dunia 2026
PILIHAN EDITOR
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026