BolaSkor.com - Arsenal dikabarkan akan melakukan aksi jual besar-besaran alias cuci gudang pada jendela transfer musim panas mendatang.
Langkah ini diambil di tengah tekanan finansial yang semakin meningkat setelah pengeluaran besar-besaran musim lalu.
Meski tampil impresif di Premier League, Arsenal kemungkinan besar terpaksa melakukan penjualan mengejutkan untuk menyeimbangkan keuangan klub.
Baca Juga:
Dua Laga Tidak Perkuat Arsenal, Apa Kabar Martin Odegaard?
Fans Arsenal, Suporter Paling Dibenci di Premier League
Ilmu Hitam Arsenal yang Mengesalkan Pelatih Brighton & Hove Albion
Seperti dikabarkan The Telegraph, pembicaraan internal telah mengidentifikasi kebutuhan untuk setidaknya satu pemain pilar utama hengkang guna memastikan pemenuhan aturan keuangan seimbang Premier League.
Kabarnya, paling tidak ada delapan pemain, mayoritas pemain muda lulusan akademi yang masuk daftar jual Arsenal.
Arsenal Pertimbangkan Lepas Odegaard

Martin Odegaard (x/arsenal)
Namun, seperti dikabarkan, ada satu pemain penting yang juga masuk dalam daftar.
Dan, pemain yang dimaksud adalah sang kapten, Martin Odegaard.
Biaya transfer signifikan yang diterima untuk pemain Norwegia ini akan menghasilkan keuntungan yang besar.
Langkah ini merupakan taruhan, namun dengan sisa kontrak dua tahun, dewan direksi mempertimbangkan urusan finansial melawan pentingnya kontribusi sang di lapangan.
Kebutuhan untuk melakukan penjualan berasal dari periode transformasi mahal di bursa transfer.
Arsenal menghabiskan dana besar untuk mendatangkan Eberechi Eze seharga 67,5 juta poundsterling, Viktor Gyokeres (63,7 juta), dan Martin Zubimendi (56 juta).
Selain itu, Arsenal juga berpotensi mempermanenkan Piero Hincapie senilai 45 juta pounds.
Meskipun pendapatan melonjak, tagihan gaji yang membengkak membuat menjual pemain menjadi pilihan paling rasional.
Selain Odegaard, pemain yang menjadi langganan tim utama yang bisa diuangkan Arsenal adalah Gabriel Martinelli dan Ben White.
Sementara talenta lokal Ethan Nwaneri dan Myles Lewis-Skelly juga dipertimbangkan untuk dilepas.
Keputusan untuk melepas produk akademi merupakan strategi olahraga yang berisiko, namun kebutuhan untuk menyeimbangkan pengeluaran tahun lalu mungkin lebih diutamakan.