Football

Sport

Feature

Result

Show

Ragam Feature Piala Dunia Internasional Berita

Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung

Yusuf Abdillah - Selasa, 16 Juni 2026

BolaSkor.com - Piala Dunia 2026 terus menghadirkan kejutan sejak hari-hari awal turnamen. Memasuki hari kelima kompetisi, publik dikejutkan oleh keputusan Tunisia yang memecat pelatih mereka, Sabri Lamouchi, setelah satu pertandingan.

Kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F menjadi akhir dari masa jabatan Lamouchi. Tidak lama kemudian, Tunisia menunjuk Herve Renard sebagai penggantinya untuk memimpin tim di sisa turnamen.

Lamouchi sendiri baru ditunjuk pada Januari lalu dan hanya sempat memimpin Tunisia dalam lima pertandingan, dengan catatan tiga kekalahan.

Baca Juga:

Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?

5 Rekor yang Tidak Bisa Dipecahkan di Piala Dunia 2026

5 Legenda Sepak Bola yang Tidak Pernah Tampil di Piala Dunia

Meski terdengar ekstrem, pergantian pelatih saat Piala Dunia berlangsung sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Bahkan pada Piala Dunia 1998, situasi serupa terjadi hingga tiga kali.

Kini, Lamouchi masuk ke dalam daftar kecil pelatih yang harus mengakhiri tugasnya sebelum turnamen selesai.

Julen Lopetegui (Spanyol, 2018)

Julen
Julen Lopetegui (premierleague.com)

Salah satu pemecatan paling mengejutkan dalam sejarah Piala Dunia terjadi pada 2018. Hanya kurang dari dua hari sebelum laga pembuka melawan Portugal, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memecat Julen Lopetegui.

Keputusan tersebut diambil setelah federasi mengetahui bahwa Lopetegui diam-diam sedang menyelesaikan kesepakatan untuk menjadi pelatih baru Real Madrid tanpa memberi tahu mereka terlebih dahulu.

Fernando Hierro kemudian ditunjuk sebagai pengganti darurat. Di bawah arahannya, Spanyol berhasil menjadi juara grup, tetapi perjalanan mereka berakhir lebih cepat dari yang diharapkan setelah kalah adu penalti dari tuan rumah Rusia di babak 16 besar.

Raymond Domenech (Prancis, 2010)

Piala Dunia 2010 menjadi salah satu periode paling kelam dalam sejarah sepak bola Prancis. Sebelum turnamen dimulai, posisi Raymond Domenech sudah mendapat banyak kritik. Namun situasinya semakin memburuk setelah serangkaian konflik internal yang mengguncang skuad Les Bleus.

Perselisihan besar dengan Nicolas Anelka saat jeda pertandingan melawan Meksiko membuat sang striker dipulangkan dari kamp tim. Setelah itu, para pemain melakukan aksi protes yang memperlihatkan retaknya hubungan dengan staf pelatih.

Domenech memang tetap mendampingi tim hingga laga terakhir grup melawan Afrika Selatan, tetapi pengaruhnya praktis sudah hilang. Prancis tersingkir dari turnamen dalam suasana yang penuh kekacauan.

Carlos Alberto Parreira (Arab Saudi, 1998)

Carlos Alberto Parreira datang ke Arab Saudi dengan reputasi besar sebagai pelatih yang membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1994.

Namun, kesuksesan tersebut tidak berlanjut bersama Arab Saudi. Timnya kalah 0-1 dari Denmark dan kemudian dibantai Prancis 0-4 dalam dua laga pertama fase grup.

Hasil tersebut membuat Arab Saudi menjadi tim pertama yang dipastikan tersingkir secara matematis di Piala Dunia 1998, dan Parreira pun kehilangan pekerjaannya sebelum turnamen berakhir.

Arab Saudi kemudian menutup turnamen dengan hasil imbang 2-2 melawan Afrika Selatan, tetapi semuanya sudah terlambat.

Henryk Kasperczak (Tunisia, 1998)

Nama Tunisia juga pernah muncul dalam daftar ini hampir tiga dekade lalu.

Henryk Kasperczak datang ke Piala Dunia 1998 dengan modal yang cukup baik setelah membawa Tunisia menjadi runner-up Piala Afrika 1996. Harapan publik pun cukup tinggi.

Sayangnya, Tunisia kalah dalam dua pertandingan pertama melawan Inggris dan Kolombia. Federasi kemudian memutuskan untuk memecat Kasperczak sebelum laga terakhir grup.

Meski demikian, Tunisia setidaknya berhasil menutup turnamen dengan satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Rumania.

Cha Bum-Kun (Korea Selatan, 1998)

Sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola Korea Selatan, Cha Bum-Kun memiliki status yang sangat dihormati di negaranya.

Namun reputasi besar tersebut tidak mampu menyelamatkannya setelah Korea Selatan mengalami awal yang buruk di Piala Dunia 1998. Kekalahan telak 0-5 dari Belanda pada pertandingan kedua menjadi titik balik yang membuat federasi mengambil keputusan tegas.

Cha Bum-Kun diberhentikan dan posisinya digantikan oleh asistennya, Kim Pyung-seok. Meski Korea Selatan berhasil meraih hasil imbang melawan Belgia pada laga terakhir, mereka tetap gagal melaju ke babak berikutnya.

Andy Beattie (Skotlandia, 1954)

Andy Beattie memegang catatan yang unik dalam sejarah Piala Dunia. Hingga kini, dia masih menjadi satu-satunya pelatih yang memilih mengundurkan diri selama turnamen berlangsung.

Beattie sudah berselisih dengan federasi sejak sebelum turnamen dimulai. Ia tidak puas dengan pembatasan jumlah pemain yang bisa dibawanya ke Piala Dunia 1954 di Swiss.

Setelah Skotlandia kalah 0-1 dari Austria pada pertandingan pembuka, Beattie memutuskan mundur dari jabatannya.

Skotlandia kemudian kalah telak 0-7 dari Uruguay dan tersingkir tanpa mampu memberikan perlawanan berarti.

Kini, Sabri Lamouchi menjadi nama terbaru yang masuk ke dalam daftar langka tersebut.

Meski situasinya berbeda-beda, kisah mereka menunjukkan betapa besar tekanan yang selalu menyertai sebuah tim di panggung terbesar sepak bola dunia.

Baca Artikel Asli