BolaSkor.com - Pertandingan Clash of Legends 2026 akan mempertemukan DRX World Legends dan Barcelona Legends.
Laga yang bakal dipimpin wasit legendaris, Pierluigi Collina itu, akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu (18/4).
DRX World Legends akan diperkuat oleh Alessandro Del Piero, Ronaldo Nazario de Lima, Fabio Cannavaro, Franck Ribery, hingga Claude Makelele.
Baca Juga:
Clash of Legends 2026 Jadi Laga Akbar Sepak Bola Dunia yang Menyedot Penonton di Asia Tenggara
Sedangkan di kubu Barcelona Legends, ada Patrick Kluivert, Rivaldo, Javier Saviola, Vitor Baia, hingga Juan Pablo Sorin.
Jelang laga Clash of Legend 2026, Ronaldo Nazario de Lima dan Patrick Kluivert berbicara soal kembalinya mereka ke Indonesia.
Nama Patrick Kluivert sudah tak asing lagi di telinga penggemar sepak bola Indonesia. Ia menggantikan Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas Indonesia pada Januari 2025.
Sayangnya, ia hanya menukangi timnas selama 10 bulan, yakni hingga Oktober 2025.
Sementara itu, Ronaldo Nazario sempat berkunjung ke Indonesia untuk menjalani tur pramusim bersama PSV Eindhoven pada 1996 silam.
Patrick Kluivert Sebut GBK Selalu Punya Tempat di Hatinya
Kluivert mengatakan, bahwa GBK merupakan stadion yang sangat istimewa. Ia juga mengenang momen saat menjadi pelatih timnas, meski hanya sebentar.
Ia bahkan mengungkapkan, sangat senang bisa kembali ke Indonesia. Kluivert berharap laga Clash of Legends besok akan berjalan sukses.
“GBK adalah stadion yang istimewa. Ketika menjadi pelatih timnas dan setiap kali bermain di sana, sungguh fantastis berdiri untuk mewujudkan segalanya bersama tim. Saya sangat senang bisa kembali dan saya berharap besok akan menjadi hari yang sangat baik,” ujar Kluivert saat konferensi pers jelang laga Clash of Legends di Dharmawangsa Jakarta, Jumat (17/4).
Ronaldo Nazario Kenang Momen Kunjungi Indonesia hingga Cerita di Balik Gaya Rambut Ikonisnya

Clash of Legends 2026 (Istimewa)
Sementara itu, Ronaldo juga mengungkapkan perasaannya ketika kembali berkunjung ke Indonesia.
Terakhir kali, ia datang ke Indonesia saat usianya masih 17 tahun. Seperti tiga dekade lalu, ia merasakan atmosfer yang sama ketika sampai di Indonesia.
“Senang sekali bisa kembali. Saya ingat datang ke sini bersama PSV di pramusim. untuk pramusim bersama PSV. Saya melihat semangat yang sama di bandara dan hotel,” jelasnya.
Selain itu, ada cerita menarik di balik gaya rambut ikonis Ronaldo saat Piala Dunia 2002.
Ia bercerita, bahwa itu adalah tindakan spontan. Tujuannya adalah mengalihkan perhatian media.
“Saat masih muda, kita melakukan hal-hal yang konyol. Tapi saya rasa itu tidak benar-benar mengganggu siapa pun di lapangan. Saya rasa itu hanya hal aneh yang saya lakukan sebagai pesepak bola muda,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Senyawa Entertainment, Reza Subekti, membeberkan alasan mengapa memilih Maman Abdurahhman, Ismed Sofyan, hingga Firman Utina untuk bermain di kubu DRX Worlds Legends.
“Kami memprioritaskan pemain-pemain yang pernah di Persija, karena Pemprov DKI partner kita. Lalu, Persija juga bagian dari Jakarta. Sedangkan untuk Firman Utina, beliau adalah assistant coach dari partner kita juga, Dewa United,” jelasnya. (sof)