Bulu Tangkis Sports Berita

BWF Uji Coba Aturan Baru di Indonesia Masters 2026

Tengku Sufiyanto - Jumat, 09 Januari 2026

BolaSkor.com - Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) akan melakukan uji coba penerapan peraturan baru pada ajang Indonesia Masters 2026.

Peraturan tersebut berkaitan dengan time clock dan permainan berkelanjutan (continuous play) demi meningkatkan konsistensi penegakan pengaturan serta mengurangi penundaan di antara reli.

Aturan tersebut sudah mulai diuji coba dalam turnamen BWF World Tour tertentu, termasuk Indonesia Masters 2026 yang akan dilangsungkan di Istora Senayan, Jakarta, 20-25 Januari 2026.

Baca Juga:

Masih Pemulihan, BWF Setujui Pelindungan Ranking Gregoria Mariska Tunjung Selama Setahun

Sabar/Reza Ungkap Alasan Kekalahan di Semifinal BWF World Tour Finals 2025

Waktu Jelas Tiap Servis

Aturan time clock itu membuat adanya waktu maksimal selama 25 detik untuk bersiap melakukan servis berikutnya setelah sebuah reli berakhir.

Time clock akan mulai menghitung mundur sejak wasit memasukkan skor reli sebelumnya.

“Penerapan sistem ini memberikan ukuran waktu yang objektif, sehingga mengurangi unsur subjektivitas dalam penilaian wasit terhadap penundaan permainan,” jelas keterangan resmi PBSI, Rabu (7/1).

Mencakup Seluruh Aktivitas

BWF menjelaskan bahwa selama waktu 25 detik tersebut, pemain dapat melakukan berbagai aktivitas di sisi lapangan, seperti mengelap dengan handuk, minum, mengikat tali sepatu, hingga menggunakan semprotan dingin.

Semua kegiatan tersebut bisa dilakukan pemain tanpa harus meminta izin wasit terlebih dahulu, dengan catatan penerima servis tetap wajib mengikuti tempo server dan tidak diperkenankan memperlambat jalannya permainan.

Dalam pertandingan yang menggunakan time clock, permintaan pergantian shuttlecock juga harus diajukan segera setelah reli berakhir dan diselesaikan dalam batas waktu 25 detik.

Apabila perlu ada pengepelan lapangan secara singkat, time clock akan tetap berjalan, tetapi wasit punya wewenang menghentikan time clock apabila pengepelan lapangan memerlukan waktu yang lebih lama.

Tiga Sanksi Menanti

“BWF menegaskan bahwa jika peraturan ini diberlakukan, maka wasit memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi atas penundaan waktu yang tidak semestinya,” terang keterangan PBSI.

“Mulai dari peringatan (verbal warning), kartu kuning (yellow card), hingga kartu merah (red card),” tambahnya.

Akan tetapi, selama masa uji coba ini, hanya akan diberlakukan peringatan saja.

Keputusan apakah peraturan ini akan digunakan secara permanen baru akan ditetapkan BWF pada saat AGM meeting atau council meeting.

Jika dinilai berhasil, penerapan time clock dan ketentuan permainan berkelanjutan ini akan diberlakukan secara penuh sepanjang tahun 2026.

Penulis: Gazza Roosaryatama

Bagikan

Baca Original Artikel