"Kami Arek Bonek 1927 bertekad melengserkan Wali Kota Tri Rismaharini dari jabatannya jika tuntutan kami tidak mampu dipenuhi. Persebaya 1927 adalah harga mati buat kami warga Surabaya," tegas pimpinan Arek Bonek 1927, Andi Peci, Sabtu (4/1).
Kekesalan ini merupakan buntut dari kekecawaan massa yang gagal menemui Wali Kota Surabaya dalam aksi yang berlangsung di Balai Kota Surabaya, Jumat (3/1). Massa hanya ditemui Kepala Bagian Strategis Bakesbang Pol Linmas, Ucok Hendrie Perdamaian Simanjuntak.
Salah seorang perwakilan massa Arek Bonek 1927, Saputro alias Pokemon mengatakan, aksi mereka ini murni jeritan dari arus bawah dan tidak didalangi oleh kepentingan politik mana pun.
"Kami adalah suporter sepak bola Persebaya 1927, bukan massa tokoh atau aktor politik. Pergerakan kami ini spontan demi menyelamatkan Persebaya dan melakukan perlawanan kepada para mafia politik di PSSI yang didalangi La Nyalla Mattalitti," paparnya.
"Pergerakan kami bisa semakin besar, semakin luas dan semakin bergelombang. Kami bisa menjadi tidak terkendali karena kesabaran kami juga ada batasnya," tukas Pokemon.