"Kami masih menunggu apresiasi dukungan dari Viking dan Bobotoh Persib sebagai bentuk solidaritas dukungan perjuangan kami mempertahankan Persebaya 1927," kata salah seorang koordinator pendukung Persebaya 1927, Saputro alias Pokemon, di sela-sela aksi demo di depan kantor Wali Kota Surabaya, Jumat (3/1) Seperti diketahui, ribuan bondo nekat atau bonek - julukan pendukung setia Persebaya 1927 - hingga pukul 16.00 WIB masih bertahan di depan Balai Kota Surabaya. Mereka bahkan mengancam akan tetap bertahan hingga beberapa hari ke depan bilamana Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, tidak juga bersedia menemui para bonek. "Kami akan bertahan sampai Bu Risma menemui kami. Kami siap bertahan di Balai Kota sampai keinginan kami diakomodir," cetus Pokemon. Dalam aksinya ini, ribuan bonek 1927 terlihat membentangkan spanduk besar bertuliskan "Fuck PSSI" dan dipasang di depan pagar besi yang sudah disiapkan aparat keamanan. Ada tiga tuntutan janji yang ditagih para bonek dalam aksi ini. Yang pertama, mereka menagih janji Wali Kota Surabaya yang katanya bakal melarang Persebaya 2010 - klub yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) 2014 - melakukan kegiatan di Surabaya. Tuntutan kedua adalah mencabut izin perkenalan Persebaya ISL kepada publik. Sementara tuntutan ketiga adalah mendesak Wali Kota Surabaya segera menyelesaikan soal dualisme Persebaya. "Persebaya milik Surabaya adalah Persebaya 1927. Persebaya 2010 itu produk politik PSSI dan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) La Nyalla Mattalitti adalah mafia politik sepak bola di Surabaya. Jadi harus dibubarkan karena tidak mendapat dukungan warga Surabaya. Persebaya 1927 adalah harga mati dan salam satu nyali dari bonek Persebaya 1927," jelas Pokemon disambut teriakan antusias ribuan bonek 1927.
Bonek 1927 Tunggu Dukungan Viking Bobotoh PersibKisruh Persebaya
BolaSkor - Jumat, 03 Januari 2014
- #Bola
- #Pssi
- #Fuck PSSI
- #Yahoo
- #Bing
- #Tri Rismaharini
- #Wali Kota Surabaya
- #Mafia Politik Sepak Bola
- #Persebaya 1927. La Nyalla Mattalitti
- #Skor
Bagikan
BERITA TERKAIT
Kamis, 02 Juli 2026
PSSI Prioritaskan SUGBK Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026
Kamis, 02 Juli 2026
PSSI Gelar Kongres Biasa pada 3 Agustus 2026, Dilanjutkan Nonton Timnas Indonesia
Kamis, 25 Juni 2026
Peluang Timnas Indonesia Re-match Lawan Argentina, Erick Thohir: Bosan, Bawa Tim Lain
Minggu, 21 Juni 2026
Kapan Luke Vickery dan Mitchell Baker Disumpah WNI? Erick Thohir Buka Suara
Sabtu, 20 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Erick Thohir Jagokan Argentina dan Prancis, Jepang Bisa Buat Kejutan
Sabtu, 20 Juni 2026
Presiden Prabowo Subianto Dukung Langkah Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Sabtu, 20 Juni 2026
Presiden Prabowo Turun Tangan Supaya Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup
Senin, 15 Juni 2026
DPR RI Setujui Rekomendasi Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery, Erick Thohir Beri Apresiasi
Selasa, 09 Juni 2026
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija Jakarta, Erick Thohir: Bagus Dong
PILIHAN EDITOR
Selasa, 30 Juni 2026
Keterpurukan Timnas Jerman: Tidak Lagi Ditakuti Lawan, Bukan Tim Diesel, dan Terlalu Fokus dengan Sepak Bola Indah
Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Senin, 29 Juni 2026
Cuma Loloskan Dua Tim ke Babak Gugur, Piala Dunia 2026 Jadi Cerminan Sepak Bola Asia
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026