Namun sikap itu ternyata menjadi bumerang bagi Arema. Tampil di depan ribuan Aremania, Arema Cronus justru dipecundangi 1-3 dari tim asal Vietnam itu. “Kami sudah evaluasi kekalahan sebelumnya, tim yang datang kesini (Malang) tidak bisa diremehkan. Kita mengira ukuran tinggi badan lawan yang kecil, tidak akan bisa berbuat banyak, tapi ternyata mereka memiliki kecepatan yang luar biasa,” ungkap General Manager Arema Cronus, Ruddy Widodo, Senin (31/3). Setelah menerima kekalahan itu, Arema Cronus menjadi sadar, bahwa semua tim berpeluang menang dan kalah, termasuk Maziya Sport & Recreation yang datang ke Malang tidak hanya untuk rekreasi. "Tim asal Maladewa ini pasti ingin meraih kemenangan, apalagi Arema Cronus sudah pernah mempermalukan Maziya di laga sebelumnya," ungkap Rudy. Untuk mematahkan kembali ambisi Maziya, pengusaha travel itu berharap pemain Singo Edan mengeluarkan permainan khas malangan dalam laga nanti. "Cukup Hanoi T&T yang bisa mempermalukan Arema Cronus di kandang. Anak-anak harus main fight agar bisa mendapat kemenangan,” pungkasnya. Oleh: Degy Cesar (koresponden BolaSkor.com Malang)