BolaSkor.com - Pencarian pelatih baru disinyalir akan dilakukan beberapa klub Eropa seperti Real Madrid, Tottenham Hotspur, dan Manchester United.
Melihat kondisi terkini, beberapa klub lainnya sudah nyaman dengan pelatih mereka masing-masing seperti Mikel Arteta di Arsenal, Hansi Flick di Barcelona, dan Vincent Kompany di Bayern Munchen.
Tak ayal itu menjadikan musim panas 2026 juga akan diramaikan dengan pencarian pelatih terbaik atau top, selain ada bursa transfer pemain dan Piala Dunia 2026.
Baca Juga:
Iran Berencana Mundur dari Piala Dunia 2026, Donald Trump: Saya Tidak Peduli!
Jika Iran Mundur, Timnas Indonesia Punya Peluang ke PIala Dunia 2026?
Kabar Piala Dunia 2026: Timnas Iran Berpotensi Mundur, Digantikan Tim Lain
Lantas, siapa saja pelatih terbaik yang saat ini tersedia atau akan tersedia pada musim panas 2026?
1. Xabi Alonso

Xabi Alonso (X/RealMadrid)
Meninggalkan Real Madrid di tengah musim tak mengurangi bakat kepelatihan pelatih berusia 44 tahun, Xabi Alonso.
Karier kepelatihannya di Madrid berlangsung sikat, tetapi catatannya kala tiga tahun menangani Bayer Leverkusen tidak hilang begitu saja.
Nama Alonso akan selalu tercatat dalam sejarah sepak bola Jerman, sebagai sosok pertama yang mengakhiri penantian gelar pertama Leverkusen di Bundesliga.
Bahkan saat ini, Alonso dikaitkan melatih mantan klubnya sebagai pemain, Liverpool, terkait isu masa depan Arne Slot yang tak menentu.
2. Mauricio Pochettino
Mauricio Pochettino (Foto: Getty Images)
Dua tahun melatih timnas Amerika Serikat (AS) dengan target tampil optimal saat Piala Dunia 2026 berlangsung di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
Namun, tidak ada jaminan Mauricio Pochettino melanjutkan karier kepelatihannya sebagai pelatih timnas AS setelah Piala Dunia 2026.
Pernah menangani Espanyol, Southampton, Tottenham, Paris Saint-Germain (PSG), dan Chelsea, Pochettino masih berstatus salah satu pelatih top di Eropa, mengingat ia pernah menampilkan sepak bola atraktif saat melatih Tottenham.
3. Oliver Glasner

Oliver Glasner (@indykaila)
Sudah memastikan pergi dari Crystal Palace setelah dua tahun melatih, juga masuk dalam buku sejarah klub saat memenangi Piala FA dan Community Shield 2025.
Jangan lupa juga, Oliver Glasner sosok yang membawa Eintracht Frankfurt juara Liga Europa 2021-2022.
Jadi, dari segi pengalaman meraih trofi, Glasner dapat mewujudkannya jika berada di lingkungan yang tepat. Glasner juga dikenal dengan sistem bermain tiga bek.
4. Enzo Maresca

Enzo Maresca (X/FabrizioRomano)
Dua tahun melatih Chelsea, Enzo Maresca seyogyanya tidak buruk dalam mengelola kedalaman skuad tim dan sukses meraih Conference League serta Piala Dunia Antarklub.
Mengingat karier kepelatihannya singkat, dengan pengalaman melatih Parma (2021) dan Leicester City (2023/2024), Maresca memperlihatkan bakat kepelatihan dan namanya kini dipertimbangkan klub di Eropa.
5. Ruben Amorim

Ruben Amorim (X/utdreport)
Datang pada November 2024 menggantikan Erik ten Hag, Ruben Amorim meninggalkan Manchester United pada Januari 2026 setelah mengkritik manajemen.
Namun, kualitas kepelatihan Amorim tidak dapat dinilai dengan hanya satu sudut pandang saat melatih Man United, setelah sukses mengangkat Sporting CP pada medio 2020-2024.
Bahkan saat menangani Man United, Amorim melakukan pekerjaan dengan baik semisal mendepak pemain-pemain toxic, mengenalkan etos kerja dan kedisiplinan kepada tim untuk bermain kolektif di satu sistem.
6. Thomas Frank
Thomas Frank (Laman Resmi Tottenham Hotspur)
Belum genap semusim menangani Tottenham dan Thomas Frank, 52 tahun, sudah dipecat mengingat Tottenham dekat dengan zona degradasi.
Pemecatan itu juga tidak mengurangi kredibilitas Frank, terutamanya saat ia melatih Brentford selama tujuh tahun (2018-2025) dan memberikan keseimbangan yang bagus, hingga kini suksesornya (Keith Andrews) tampil bagus di sana.
7. Didier Deschamps
Didier Deschamps (@_BeFootball)
Sudah melatih timnas Prancis sejak 2012 pasca sebelumnya menangani AS Monaco, Juventus, dan Olympique Marseille.
Didier Deschamps, 57 tahun, telah membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 dan mencapai final dua kali beruntun pada 2022 (meski kalah melawan Argentina).
Deschamps juga membawa Prancis ke final Euro 2016 dan memenangi titel UEFA Nations League 2020/2021.
Piala Dunia 2026 disinyalir menjadi momen terakhir Deschamps sebagai pelatih Prancis untuk membuka jalan bagi pelatih lain, juga untuk memberikan nuansa baru dalam skuad Les Bleus.