BolaSkor.com - Piala Dunia menjadi ajang unjuk gigi para bintang sepak bola dari seluruh penjuru. Tidak heran, beberapa di antaranya menghasilkan bentrokan hebat. Bahkan, sejumlah pemain pun melakukan pelanggaran mengerikan.
Piala Dunia memang menjadi kompetisi paling dinanti oleh sebagian besar pecinta sepak bola. Tak seperti Liga Champions yang selalu dihelat pada setiap tahun, Piala Dunia terasa spesial karena hanya berlangsung dalam empat tahun sekali.
Baca Juga:
Profil Tim Kandidat Juara Piala Dunia 2026: Timnas Spanyol, Dejavu Dominasi La Roja
Aturan Tambahan Piala Dunia 2026: Tutup Mulut saat Bicara Bisa Kena Kartu Merah
7 Bintang Afrika yang Aksinya Dinantikan di Piala Dunia 2026
Setiap Piala Dunia pun selalu punya cerita sendiri mulai dari dalam hingga luar lapangan. Tak heran, banyak kisah yang masih terekam jelas dalam ingatan sebagian penggemar sepak bola.
Contohnya, gol tangan Tuhan milik Diego Maradona. Hingga saat ini, kejadian tersebut telah berubah bak dongeng yang diceritakan turun-temurun.
Namun, tidak hanya itu, Piala Dunia yang menghadirkan tensi pertandingan tinggi juga menjadi panggung bagi para pemain untuk melakukan pelanggaran yang di luar batas sportivitas. Bahkan tindakan mereka cenderung brutal.
BolaSkor telah mengumpulkan tiga pemain yang pernah menjadi korban pelanggaran paling mengerikan sepanjang sejarah Piala Dunia seperti di bawah ini:
Patrick Battiston (Prancis Vs Jerman Barat)
Pertandingan antara Prancis kontra Jerman Barat layak untuk dimasukkan dalam daftar pertandingan terburuk sepanjang sejarah Piala Dunia.
Ketika itu, penggawa Prancis, Patrick Battiston, berlari ke arah gawang Jerman Barat menghadapi penjaga gawang Harald Schumacher. Namun, sang kiper melakukan gerakan memukul yang lebih terlihat seperti satu di antara jurus dalam olahraga bela diri.
Dari benturan tersebut, Battiston mengalami koma dan kehilangan empat giginya. Sementara itu, rahangnya patah. Setelah masa pemulihan selama lima bulan, sang pemain dapat kembali membela Saint-Etienne.
Neymar (Brasil Vs Kolombia)
Neymar dikenal sebagai pemain yang pandai mengelabui wasit dengan akting ketika sedang dilanggar. Tujuan utamanya ialah membuat sang pengadil mengeluarkan hukuman seberat-beratnya untuk lawan.
Namun, Neymar terlihat meringis kesakitan setelah bagian belakang tubuhnya tersepak oleh lutut pemain Kolombia, Juan Zuniga, ketika kedua tim saling bersua pada pertandingan Piala Dunia 2014.
Akibat kejadian tersebut, Neymar tidak bisa melanjutkan pertandingan. Menurut tim dokter, Neymar mengalami retak tulang belakang yang mengharuskannya angkat kaki dari ajang empat tahunan tersebut lebih awal.
Xabi Alonso (Belanda Vs Spanyol)
Satu di antara kejadian yang masih terekam jelas dalam ingatan ketika Spanyol menghadapi Belanda pada final Piala Dunia 2010, di Johannesburg adalah tendangan akrobatik Nigel de Jong ke dada Xabi Alonso.
De Jong tanpa ampun menghantam dada eks Liverpool tersebut dengan bagian bawah sepatunya. Hasilnya, Alonso terkapar sembari memegangi dadanya. Beruntung, De Jong hanya menerima kartu kuning akibat kejadian tersebut.
"Itu adalah satu di antara pelanggaran terparah yang pernah saya alami. De Jong telah memperlakukan saya seperti penjahat perang," kata Alonso seperti dilansir Telegraph.
Kini, pertanyaannya apakah pada Piala Dunia 2026 akan tersaji kembali pelanggaran brutal seperti tiga contoh di atas?