Gagal bersaing dengan Chelsea yang menjadi juara Premier League musim sebelumnya, muncul keraguan besar tentang kemampuan Manchester United jelang musim baru.
Sentimen anti-Glazer semakin kuat di kalangan suporter. Pergerakan klub di bursa transfer juga dinilai mengecewakan. Saat musim dimulai, setelah hanya imbang dengan Manchester City, Villarreal, dan Liverpool, Setan Merah kemudian ditekuk Blackburn Rovers di Old Trafford.
Selanjutnya pasukan Ferguson dibantai Middlesbrough 1-4 dan kalah 0-1 di tangan Lille. Posisi Ferguson pun mulai goyah saat kompetisi belum sampai setengah jalan.
Sekali lagi, Alex Ferguson mampu keluar dari tekanan. Man United membuka kembali kesempatan menjadi juara domestik meskipun tersingkir di Liga Champions. Dari November, Fergie membawa United hanya menelan tiga kekalahan. Meski Chelsea akhirnya menjadi juara, United membuktikan mereka masih bisa bersaing. United sendiri berhasil menjadi juara Piala Liga di musim ini.
Sir Alex Ferguson (2007-08)
Dibandingkan masa sulit sebelumnya, musim 2007-08 terbilang tdak terlalu kelam bagi Alex Ferguson. Namun tetap saja menjadi salah satu periode berat bagi sang manajer. Meski datang sebagai juara bertahan, United menutup musim lalu dengan hanya meraih satu kemenangan dan satu gol dalam lima laga terakhir, termasuk kalah di final Piala FA dari Chelsea.
Di musim baru, hasil minor tersebut berlanjut. United hanya meraih satu poin saat menghadap Reading dan Portsmouth, serta kalah dalam derby kontra Manchester City. Suara kecemasan makin terdengar.
Namun Ferguson kembali berhasil membangkitkan timnya. United memetik 15 kemenangan dalam 24 laga jelang pergantian tahun. Alhasil, United berhasil mempertahankan juara Premier League dan menjuarai Liga Champions usai mengalahkan Chelsea di final.