Setelah Sir Alex Ferguson pensiun, Man United menunjuk David Moyes sebagai pengganti. Meski mengawali dengan gemilang usai memenangi Community Shield, Moyes harus menghadapi tekanan hebat.
Empat kekalahan beruntun di Premier League pada Januari, dua di antaranya di kandang membuat posisi Moyes goyah. Situasi memanas di bulan Maret saat United hanya mampu meraih dua kemenangan. Kemudian dalam rentang sebulan United menelan kekalahan telak di kandang dari Liverpool dan City. Moyes di pinggir jurang.
Moyes tidak melakukan apa-apa, setelah disingkirkan Bayern Munchen di ajang Liga Champions kemudian takluk di tangan Everton yang membuat United keluar dari empat besar Premier League memastikan nasib sang manajer. Moyes akhirnya didepak.
Louis van Gaal (2015-16)
Pada musim keduanya, Louis van Gaal bisa dikatakan merupakan manajer paling tidak populer di Manchester United. Tampil tidak konsisten di awal musim membuat United kesulitan saat Premier League memasuki Desember. Pada periode tersebut United mencatat delapan laga tanpa menang di semua kompetisi.
Kekalahan 0-2 dari Stoke City saat sang kapten Wayne Rooney "diistirahatkan" menjadi titik nadir. United tampil sangat buruk pada laga itu. Van Gaal menuding para pemainnya kehilangan nyali usai pertandingan.

United sempat bangkit dengan hanya mengalami satu kekalahan dalam sembilan laga. Tekanan kepada Van Gaal sedikit berkurang. Setan Merah finis di peringkat kelima dan menjuarai Piala FA. Namun dengan kepastian Pep Guardiola bergabung dengan City, beredar kabar tentang kemungkinan masuknya Jose Mourinho menggantikan Van Gaal.
Dua hari setelah membawa United menjuarai Piala FA Van Gaal resmi dipecat dan posisinya digantikan oleh Mourinho. Keputusan yang tidak mengejutkan meski terbilang aneh jika melihat pencapaian Van Gaal secara keseluruhan.
Bersama United, Van Gaal memiliki persentase kemenangan 51,3 persen. Hanya Alex Ferguson (60,4) dan Ernest Mangali (54,2) yang lebih tinggi daripada Van Gaal.