Erick menekankan, pembangunan sepak bola perempuan tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang yang dimulai dari level grassroot dan dijalankan secara berkelanjutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI bersama berbagai pihak telah menggelar kompetisi seperti Piala Pertiwi. Dari ajang tersebut, puluhan ribu talenta muda berhasil terjaring sebagai bagian dari fondasi pembinaan jangka panjang.
"Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kami sudah mengumpulkan hampir 40 ribu pemain muda perempuan. Ini jadi dasar penting untuk masa depan," jelasnya.
Sebagai bagian dari program ini, sebanyak 20 pemain muda terpilih mendapatkan kesempatan langka untuk menjalani pemusatan latihan di Clairefontaine, pusat pelatihan elite milik tim nasional Prancis yang dikenal memiliki standar kelas dunia.
Bagi Erick, pengalaman ini bukan hanya soal peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir para pemain.
"Penting bagi pemain kita melihat langsung standar latihan di luar negeri. Ini bukan hanya teknik, tapi juga mindset," tegasnya.