Sementara itu, anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, mengungkapkan bahwa program ini telah dipersiapkan sejak satu tahun terakhir. Proses seleksi dilakukan melalui talent scouting dari berbagai kompetisi, termasuk Piala Pertiwi dan turnamen yang didukung sektor swasta.
Para pemain yang terpilih merupakan kombinasi talenta muda dan pemain yang sudah masuk radar tim nasional kelompok usia, dengan fokus utama pada kategori U-17.
Sebelum bertolak ke Prancis, mereka lebih dulu menjalani pemusatan latihan selama satu pekan di Jakarta guna membangun kekompakan tim.
Selama berada di Prancis, para pemain dijadwalkan mengikuti enam sesi latihan serta satu laga uji coba. Lawan yang dihadapi akan ditentukan langsung di sana demi memberikan pengalaman kompetitif yang maksimal.
Menariknya, dalam program ini para pemain tidak ditangani langsung oleh pelatih Indonesia. Mereka akan dilatih oleh jajaran pelatih tim nasional Prancis, sementara pelatih Indonesia berperan sebagai supervisor.
"Pelatih kita akan melakukan monitoring dan mempelajari metode latihan di sana untuk kemudian bisa diadaptasi di Indonesia,” ujar Vivin.