Arsenal era George Graham (Foto: Laman Resmi Arsenal)

Arsenal-nya George Graham menjuarai First Division (format lama Premier League) pada 1989 dan 1991, tetapi sindiran 'Arsenal yang membosankan' terus bermunculan kala itu.

Kala itu, Arsenal sudah bermain dengan banyak jebakan offside, skor akhir yang tipis, dan bahkan Parma kehabisan ide melawan Arsenal di final Winners' Cup 1994 - karena Arsenal lebih banyak bertahan, seolah tidak ingin menyerang.

Bahkan melalui situs Sports Interactive, Arsenal kala itu dikenal dengan permainan yang pragmatis, sangat disiplin, dan filosofi kuat di lini belakang yang dikenal dengan istilah '1-0 untuk Arsenal'.

2. Leeds United

Leeds United arahan Don Revie (Foto: Yorkshire Evening Post)

Dua kali juara First Division (1969 dan 1974), Leeds United arahan Don Revie disegani tapi juga dikritik dengan cara mereka bermain.

Gaya main yang pragmatis, banyak dibenci lawan, hingga pemain-pemain berbakat di dalam tim tapi tak bermain lepas atau bebas dalam memaksimalkannya, semua ada di dalam skuad Leeds yang juga dilatih pelatih kontroversial.

Bahkan media kala itu tak segan melabeli Leeds dengan 'Leeds yang Kotor' karena cara mereka bermain dengan agresif, tak segan menghalalkan segala cara untuk menang.

3. Liverpool

Liverpool arahan Gerard Houllier (Foto: Getty Images)

Eks pelatih Liverpool, Gerard Houllier, menangani The Reds pada medio 1998-2004 dan sukses meraih sejumlah trofi seperti Piala FA, UEFA Cup (Liga Europa), dan dua Piala Liga.

2001 menjadi puncak kesuksesan dengan total tiga trofi yang diraih Houllier di Liverpool.

Akan tapi, Liverpool arahannya bermain dengan cara yang mudah diprediksi: bertahan kuat, ketat, dan mengandalkan serangan balik dengan harapan Michael Owen terus mendulang gol di lini depan.

Houllier bahkan disinyalir mendepak Robbie Fowler demi merekrut Emile Heskey agar ia bisa memaksimalkan potensi Owen.

Permainan Liverpool efektif, tetapi dengan taktik satu dimensi itu justru mengecilkan peran pemain berbakat seperti El Hadji Diouf.

4. Yunani