Selebrasi Bodo/Glimt (uefa)
Langsung saja, klub pertama merupakan klub dari Norwegia, Bodo/Glimt, pada Liga Champions 2025/2026.
Perjalanan tim arahan Kjetil Knutsen berlanjut hingga 16 besar dan melanjutkan kejutan usai menang atas Manchester City, Atletico Madrid.
Pada fase play-off, Bodo/Glimt menang dua kali beruntun pada dua leg melawan tim yang mencapai final dua kali dalam tiga tahun terakhir, Inter Milan.
Bermain di Conference League dan Liga Europa (semifinal 2025) menambah pengalaman Bodo/Glimt, yang baru menjalani debut di Liga Champions musim ini.
2. Ajax Amsterdam (2018/2019)
Ajax Amsterdam klub tradisional dari Belanda dan dikenal di Eropa, tetapi, Ajax dalam beberapa tahun terakhir bukan tim yang disegani di masa lalu dengan pemain-pemain berbakat mereka.
Tak ayal ketika Ajax versi 2018/2019 bermain, menghibur penonton di Liga Champions, skuad mereka diingat baik publik mulai dari Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong, Hakim Ziyech, Dusan Tadic.
Ajax bermain tanpa rasa takut, memainkan sepak bola menghibur, menyingkirkan Real Madrid dan Juventus sebelum kalah melawan Tottenham Hotspur. Performa mereka kala itu pengingat akan DNA Ajax.
3. AS Monaco (2003/2004)