Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, menjadi otak di balik perjalanan AS Monaco di Liga Champions 2003/2004.
Duet lini depan mematikan, Fernando Morientes dan Dado Prso, yang didukung pemain lain seperti Ludovic Giuly dan Patrice Evra.
Perjalanan Monaco mengundang decak kagum dengan menyingkirkan Real Madrid dan Chelsea di fase gugur, sebelum ditumbangkan Porto di final.
4. Villarreal (2005/2006)
Dilatih oleh Manuel Pellegrini, yang kini menangani Real Betis, Villarreal menjadi tim kuda hitam dengan memiliki pemain seperti Juan Roman Riquelme, Juan Pablo Sorin, Marcos Senna, dan Diego Forlan.
Villarreal melaju hingga semifinal, menyingkirkan Rangers dan Inter Milan, sebelum disingkirkan Arsenal saat penalti Riquelme gagal berbuah gol.
5. Porto (2003/2004)
Kisah underdog terbaik dalam sejarah Liga Champions. Nama Jose Mourinho mulai terkenal semenjak membawa Porto juara Liga Champions.
Porto menyingkirkan Manchester United, Mourinho melakukan selebrasi berlari di sisi lapangan, melaju ke final setelah sebelumnya mengalahkan Lyon dan Deportivo La Coruna. Porto kala itu punya pemain seperti Ricardo Carvalho, Deco, dan Benni McCarthy. Porto bermain dengan cerdas, kompak, dan merepotkan tim-tim besar.