Thibaut Courtois dan Gianluigi Donnarumma (Foto: Getty Images)

Laga fase gugur memiliki margin yang sangat kecil dalam efisiensi bermain, mengekspos kesalahan lawan, dan posisi kiper juga sangat penting.

Baik Man City dan Madrid sama-sama punya kiper top dunia. Thibaut Courtois mengawal gawang Madrid dan Gianluigi Donnarumma sebagai kiper utama Man City.

Courtois dua kali menjuarai Liga Champions dengan Madrid, punya rekor bagus di laga besar.

Performa di final Liga Champions 2022 jadi bukti ketangguhan Courtois, yang melakukan sembilan penyelamatan saat melawan Liverpool.

Sejak final tersebut, Courtois kebobolan 39 gol dari 53,2 xGOT (gol yang diprediksi terjadi dari peluang tepat sasaran) di Liga Champions, termasuk gol bunuh diri. Pada periode tersebut, Courtois merupakan salah satu kiper terbaik di turnamen.

Sedangkan Donnarumma bintang saat PSG juara Liga Champions musim lalu, melakukan sejumlah penyelamatan krusial di fase gugur kontra Aston Villa dan Arsenal, serta dua kali mencegah penalti dari Liverpool.

Sepanjang fase gugur, Donnarumma kebobolan 2,9 gol lebih sedikit ketimbang kualitas peluang yang dihadapi yang diprediksi sebelumnya. Singkatnya, Donnarumma satu dari tiga kiper yang mencetak lebih banyak gol.

3. Serangan Balik vs Serangan Terstruktur

Lanjut Baca lagi