Real Madrid vs Manchester City (Foto: Managing Madrid)
Bukan rahasia umum pola bermain kedua tim telah diprediksi: Man City mendominasi penguasaan bola, terstruktur saat menyerang dan sabar dalam melakukannya, sedangkan Madrid sangat berbahaya pada transisi bermain atau serangan balik.
Madrid kembali bermain dengan gaya main tersebut setelah Xabi Alonso mengundurkan diri, kini digantikan Alvaro Arbeloa.
Pada 15 kali bentrok Madrid dan Man City, City unggul dengan rata-rata 55 persen penguasaan bola. Bahkan pada pertemuan terakhir, saat Madrid unggul 51 berbanding 49 persen atas Man City di Bernabeu, Man City masih menguasai bola di area yang berbahaya.
Man City mencetak lebih banyak gol dari permainan terbuka dengan setidaknya ada 10 operan sebelum gol tercipta (enam gol).
Sebaliknya, Madrid tim paling berbahaya dari serangan langsung. Tidak ada tim yang mencetak gol lebih banyak dari serangan tersebut ketimbang Madrid (empat - selevel dengan Benfica).
4. Rekrutan Baru Man City
Antoine Semenyo dan Marc Guehi (Laman resmi Manchester City)
Man City merekrut dua pemain yang langsung bermain di tim utama pada bursa transfer musim dingin, yakni Antoine Semenyo dan Marc Guehi.
Transfer keduanya mencapai 85 juta poundsterling dan tak butuh waktu lama bagi keduanya beradaptasi.
Semenyo sudah mencetak tujuh gol dari 13 laga di seluruh kompetisi, lebih satu gol dari Omar Marmoush dari 26 laga.
Sedangkan Guehi langsung menambal lini belakang Man City dengan delapan penampilan di seluruh kompetisi, memenangi enam laga dan imbang dua kali - belum pernah kalah.
Sejak bermain untuk Man City, Guehi memiliki statistik 31 kali duel bola udara, setidaknya 10 lebih dari pemain City lainnya, dengan persentase memenanginya sebanyak 77,4 persen.