BolaSkor.com - Unai Emery mengukuhkan dirinya sebagai serial winner Liga Europa setelah mengantar Aston Villa menjadi kampiun usai membungkam Freiburg 3-0 pada final di Istanbul, Kamis (21/5) dini hari WIB.
Buat Emery, trofi tersebut menjadi gelar Liga Europa kelima setelah sebelumnya tiga kali juara bersama Sevilla dan satu kali bersama Villarreal.
Pada saat yang sama, Emery juga membawa Villa mengakhiri puasa trofi Aston Villa selama 30 tahun sekaligus gelar Eropa pertama mereka dalam 44 tahun.
Baca Juga:
Emery menegaskan keberhasilan ini bukan akhir perjalanan Aston Villa. Dia meminta seluruh elemen klub mempertahankan ambisi untuk terus bersaing di level tertinggi.
Saya pribadi adalah orang yang ambisius dan tentu saya membutuhkan dukungan. Pemilik klub, semua orang yang bekerja di klub. Perkembangan adalah segalanya,
kata Emery dikutip dari AFP.
“Para pemain mengikuti kami. Kami melakukan semuanya bersama-sama. Tetapi kami harus menjaga ambisi itu dengan cara yang realistis dan jelas. Kami harus terus berkembang,” lanjutnya.
Dominasi Emery di Liga Europa

Unai Emery (X/EuropaLeague)
Unai Emery sebelumnya telah mengoleksi empat gelar yang diraih ketika menangani Sevilla (2013/2014, 2014/2015, dan 2015/2016) serta Villareal (2020/2021).
Pelatih legendaris Italia Giusseppe Trapattoni menjadi satu-satunya yang paling dekat dengan catatan dominasi Unai Emery di kompetisi kasta kedua Eropa.
Trapattoni tercatat memiliki tiga gelar setelah meraihnya bersama Juventus (1976/1977 dan 1992/1993) dan Inter Milan (1990/1991).
Selain itu nama-nama seperti Jose Mourinho, Diego Simeone, Luis Molowny, Juande Ramos, dan Rafa Benitez mengantongi dua gelar.
Tantangan ke Depan Lebih Berat

Aston Villa juara Liga Europa 2025/2026 (X/Villa)
Menurut Emery, tantangan Villa musim depan akan jauh lebih berat karena harus bersaing di Liga Champions dan Premier League.
Musim depan kami akan bermain di Liga Champions dan Premier League, kompetisi paling sulit di dunia. Itulah tantangannya,
ujar Emery.
Pelatih berusia 54 tahun itu mengaku memiliki hubungan emosional yang kuat dengan kompetisi Eropa, khususnya Liga Europa.
“Eropa memberi saya banyak hal. Saya selalu sangat berterima kasih kepada kompetisi Eropa, terutama Liga Europa,” ucapnya.
“Dukungan yang saya rasakan bersama Valencia, Sevilla, Villarreal, hingga sekarang di Villa sangat luar biasa. Tahun ini kami memainkan kompetisi ini dengan sangat serius dan penuh fokus,” tambahnya.
Bagi Emery, keberhasilan itu menjadi bukti nyata perkembangan Aston Villa dalam beberapa musim terakhir. Meski sukses besar diraih, Emery menegaskan Villa belum ingin berhenti.
“Tentu impian saya adalah bermain di Eropa dan memenangi trofi. Kami pernah sampai semifinal Conference League dan perempat final Liga Champions. Kami sudah sangat dekat," kata Emery.
"Klub ini pernah juara Eropa pada 1982 dan sekarang kembali bersaing memperebutkan trofi Eropa. Itu membuat semua yang kami lakukan terasa masuk akal,” lanjut Emery.