Udinese 2-1 Juventus: Akhir Penantian 10 Tahun Le Zebrette, Il Bianconeri Lagi-lagi Kesulitan Jaga Keunggulan

Juventus gagal menjaga keunggulan ketika sudah unggul melawan Udinese.
Arief HadiArief Hadi - Jumat, 24 Juli 2020
Udinese 2-1 Juventus: Akhir Penantian 10 Tahun Le Zebrette, Il Bianconeri Lagi-lagi Kesulitan Jaga Keunggulan
Juventus kalah 1-2 di markas Udinese (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Juventus di luar dugaan menelan kekalahan di pekan 35 Serie A kala bertandang ke Dacia Arena, markas Udinese, Jumat (24/07) dini hari WIB. Il Bianconeri kalah 1-2 meski sempat unggul di babak pertama.

Matthijs de Ligt mencetak gol Juve di paruh pertama pada menit 42, lalu di babak kedua performa Juve menurun hingga Udinese membalikkan keadaan dengan dua gol yang dicetak Ilija Nestorovski (52') dan Seko Fofana (90+2').

"Itulah yang terjadi baru-baru ini, kami kehilangan organisasi kami dan juga bentuk permainan," keluh Maurizio Sarri, pelatih Juventus kepada Sky Sports Italia.

"Performa kami bagus di babak pertama, kebobolan gol penyama kedudukan dan kami ingin menang dengan cara apapun, itulah mengapa kami tidak terorganisir dan kalah. Hasrat menang kami membuat kami melakukan pendekatan berbahaya dan kami kalah di menit 93 karena kami ingin menang apapun caranya."

Baca Juga:

Udinese Tunda Scudetto Juventus, Maurizio Sarri Soroti Performa Cristiano Ronaldo dkk

Antonio Conte Akui Ingin Inter Milan seperti Juventus

Juventus Garansi Posisi Maurizio Sarri hingga Musim Depan

Udinese 2-1 Juventus

Kekalahan kelima Juve di Serie A terjadi kala mereka mendominasi penguasaan bola 61 persen dan melepaskan 16 percobaan tendangan - lima tepat sasaran, sementara Udinese mencetak dua gol dengan penguasaan bola 39 persen.

Menurut catatan Squawka Le Zebrette butuh waktu 10 tahun untuk mengalahkan Juventus di laga kandang Serie A. Terakhir kali mereka melakukannya terjadi pada April 2010 ketika tim masih ditangani Pasquale Marino.

Ditambahkan oleh Opta Juventus sudah 18 kali kehilangan poin ketika mereka sudah berada di posisi unggul. Itu artinya Juve kesulitan menjaga konsistensi bermain selama 90 menit ketika mereka sudah unggul.

"Sulit untuk menemukan keseimbangan saat ini, karena semua pemain di setiap tim mulai lelah. Kami juga tidak seagresif itu, tetapi saya percaya organisasi lebih penting daripada agresi saat ini," imbuh Sarri.

"Ini lebih banyak terjadi karena kelelahan mental daripada fisik, karena kami kehilangan ketenangan setelah gol penyama kedudukan."

"Permainan sangat aneh setelah lockdown (jeda virus corona), karena inersia berubah begitu cepat. Kami harus belajar pelajaran dari laga-laga ini dan berusaha menjaga kebugaran kami."

Alhasil Juve sudah kebobolan 38 gol sejauh ini di Serie A dan menjadi catatan terparah sejak 10 tahun terakhir. Mengenai hal tersebut Sarri punya jawabannya.

"Kami juga mendapat 12 penalti yang diberikan terhadap kami, yang tidak biasa bagi klub-klub besar. Ada lebih banyak tendangan bebas secara umum, ini merupakan rekor sepanjang masa, bahkan jika persentase kami naik lebih banyak daripada yang lain," tambah Sarri.

"Giorgio Chiellini praktis telah keluar sepanjang musim dan orang-orang tidak menyadari betapa pengalaman dan karakternya dirindukan. Leonardo Bonucci juga diskors hari ini, Miralem Pjanic memiliki sedikit masalah adduktor, tetapi tidak ada yang serius."

"Gonzalo Higuain absen, dia juga akan berguna melawan lawan yang lebih defensif," pungkas Sarri.

Pada laga berikutnya di pekan 36 Serie A Juventus akan menjamu Sampdoria di Allianz Stadium, Senin (27/07) pukul 02.45 dini hari WIB sebelum memainkan laga kontra Cagliari (30/07) dan AS Roma (03/08) dan Olympique Lyonnais (08/08).

Breaking News Juventus Serie a

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Analisis
5 Pelatih dengan Kemenangan Terbanyak di Piala Dunia, Didier Deschamps Pertajam Rekor
Didier Deschamps resmi menjadi pelatih dengan kemenangan terbanyak di Piala Dunia usai membawa Prancis mengalahkan Paraguay pada Piala Dunia 2026. Simak daftar lengkap pelatih dengan kemenangan terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Rizqi Ariandi - Minggu, 05 Juli 2026
5 Pelatih dengan Kemenangan Terbanyak di Piala Dunia, Didier Deschamps Pertajam Rekor
Liga Indonesia
Kontrak Tersisa Setahun, Andrew Jung Dikabarkan Tinggalkan Persib dan Gabung Tim Vietnam
Andrew Jung dikabarkan akan meninggalkan Persib Bandung dan bergabung dengan Ha Noi FC. Simak kabar transfer striker asal Prancis tersebut, termasuk durasi kontrak dan alasan Persib mencari penyerang baru.
Rizqi Ariandi - Minggu, 05 Juli 2026
Kontrak Tersisa Setahun, Andrew Jung Dikabarkan Tinggalkan Persib dan Gabung Tim Vietnam
Timnas
6 Pemain Persija Dipanggil TC Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Ada Rizky Ridho hingga Mauro Zijlstra
Enam pemain Persija Jakarta mendapat panggilan TC Timnas Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2026 di Bali. Simak daftar pemain, agenda pemusatan latihan, dan jadwal Timnas Indonesia di fase grup.
Rizqi Ariandi - Minggu, 05 Juli 2026
6 Pemain Persija Dipanggil TC Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Ada Rizky Ridho hingga Mauro Zijlstra
Piala Dunia
Waspadai Vinicius, Norwegia Siapkan Formula Hentikan Brasil
Pelatih timnas Norwegia, Stale Solbakken, meminta para pemainnya untuk tidak terintimidasi oleh reputasi Brasil saat kedua tim bentrok pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di New York/New Jersey Stadium.
Yusuf Abdillah - Minggu, 05 Juli 2026
Waspadai Vinicius, Norwegia Siapkan Formula Hentikan Brasil
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Baru Main 14 Menit, Neymar Kecewa
Pelatih timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mengakui Neymar tidak sepenuhnya puas dengan minimnya kesempatan bermain yang didapatnya di Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 05 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Baru Main 14 Menit, Neymar Kecewa
Piala Dunia
Sindiran Pedas Zlatan untuk Ronaldo: Auranya Lebih Tajam daripada Kakinya
Menurut Zlatan Ibrahimovic, Portugal tidak akan juara Piala Dunia jika terus bergantung pada Cristinao Ronaldo.
Yusuf Abdillah - Minggu, 05 Juli 2026
Sindiran Pedas Zlatan untuk Ronaldo: Auranya Lebih Tajam daripada Kakinya
Piala Dunia
Cuma Fokus ke Piala Dunia, Rashford Abaikan Spekulasi tentang Masa Depannya
Marcus Rashford menegaskan bahwa seluruh fokusnya saat ini hanya untuk timnas Inggris.
Yusuf Abdillah - Minggu, 05 Juli 2026
Cuma Fokus ke Piala Dunia, Rashford Abaikan Spekulasi tentang Masa Depannya
Piala Dunia
Top Skorer Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Terus Bayangi Lionel Messi
Kylian Mbappe menyamai koleksi gol Lionel Messi di daftar top skor Piala Dunia 2026 usai membawa Prancis mengalahkan Paraguay dan lolos ke perempat final.
Rizqi Ariandi - Minggu, 05 Juli 2026
Top Skorer Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Terus Bayangi Lionel Messi
Prediksi
Prediksi dan Statistik Meksiko vs Inggris: Tuan Rumah Ingin Mengulang Sejarah
Prediksi Meksiko vs Inggris pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. El Tri berbekal pertahanan kokoh, sementara Inggris mengandalkan Harry Kane untuk lolos ke perempat final.
Rizqi Ariandi - Minggu, 05 Juli 2026
Prediksi dan Statistik Meksiko vs Inggris: Tuan Rumah Ingin Mengulang Sejarah
Piala Dunia
Bikin Terharu, Vozinha Ungkap Perkataan Messi yang Akan Selalu Dikenangnya
Lionel Messi memeluk Vozinha dan menyampaikan pujian yang membuat sang kiper veteran Cape Verde itu terharu.
Yusuf Abdillah - Minggu, 05 Juli 2026
Bikin Terharu, Vozinha Ungkap Perkataan Messi yang Akan Selalu Dikenangnya
Bagikan