Tragedi Tewasnya Suporter Tutup Liga 1, PSSI dan Kemenpora Dituntut Evaluasi Total Kompetisi

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Senin, 13 November 2017
Tragedi Tewasnya Suporter Tutup Liga 1, PSSI dan Kemenpora Dituntut Evaluasi Total Kompetisi
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Minggu, 12 November 2017, gelaran Liga 1 ditutup sebuah tragedi meninggalnya seorang suporter sepak bola karena aksi pengeroyokan. Adalah Rizal Yanwar Putra, The Jakmania Sukatani Subkorwil Cikarang, yang harus meregang nyawa dan mengalami luka di sekujur tubuh dalam perjalanan mendukung Persija Jakarta saat dijamu Bhayangkara FC di Stadion Patriot Chandrabraga, Bekasi. Jenazah Onbek, begitu biasa Rizal disapa dimakamkan Senin (13/11/17).

Berdasarkan data dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Save Our Soccer (SOS), Rizal adalah “tumbal nyawa” ke-66 dari “kejamnya” sepak bola Indonesia sejak Liga Indonesia digulirkan pada 1994/1995. Khusus untuk fans Persija, The Jakmania, Rizal korban ketujuh. Sebelumnya, menimpa Fathurrrahman saat laga Persija vs Persipura, 25 September 2005.

Lalu Fathul Mulyadin juga saat laga Persija vs Persipura pada 6 Februari 2008. M. Fahreza saat laga Persija vs Persela 13 Mei 2016. Gilang dan Harun Al Rasyid pada 6 November 2016 sepulang menyaksikan laga Persija vs Persib di Stadion, Manahan, Solo. Kemudian, Agen Astrava juga dalam perjalanan pulang usai Persija vs Bali United di Stadion Patriot Chandrabraga, Bekasi, 21 Mei 2017. Total, selama 2017, sudah 12 suporter tewas di sepak bola Indonesia. Terbanyak sepanjang sejarah.

"Selama ini pengusutan terhadap tewasnya suporter tak pernah tuntas. Hanya lips service setelah itu hilang ditelan bumi. Hanya ungkapan prihatin dan belasungkawa yang disampaikan tak ada tindakan nyata. Dimana pengawasan pemerintah?" kata Akmal Marhali, koordinator Save Our Soccer.

Dalam rentang tiga bulan terakhir setidaknya tiga nyawa melayang karena sepak bola. Catur Yuliantono, suporter timnas asal Duren Sawit tewas terkena petasan saat menyaksikan “Tim Merah Putih” melawan Fiji, 2 September 2017, di Stadion Patriot. Sebulan berikutnya, giliran Banu Rusman, Laskar Benteng Viola, meregang nyawa saat Persita melawan PSMS, di Stadion Mini, Cibinong, 11 Oktober 2017.

Ramai dibicarakan selama sepekan. PSSI dan Kemenpora menyampaikan ungkapan duka cita dan berjanji akan mengusutkan. Hasilnya, hilang begitu saja.

“Terlalu murah harga nyawa di sepak bola Indonesia. Bahkan, hanya masuk ketegori kejadian biasa. Tak ada pengusutan secara tuntas. Alhasil, kejadian yang luar biasa ini menjadi biasa dan lumrah. Tidak baik buat perkembangan sepak bola Indonesia,” kata Akmal.

Langkah Kemenpora yang menggelar “Rembuk dan Jumpa Suporter Indonesia” pada 3 Agustus 2017, tidak efektif karena hanya seremonial. Begitu juga dengan program PSSI yang membentuk Departemen Khusus Area Fans dan Community Engagement juga belum kelihatan kinerjanya. Terbukti, belum ada kerja konkret di lapangan untuk pengusutan dan penyelesaian kekerasan di sepak bola Indonesia. “Ayo, kerja..kerja..kerja. Sepak bola kita butuh langkah konkret dan strategis untuk perbaikan dan prestasi,” Akmal mengungkapkan.

Selain mengusut tuntas pelaku pengeroyokan dan memberikan hukuman sepadan, SOS juga meminta PSSI dan Pemerintah (dalam hal ini Kemenpora), melakukan evaluasi total terhadap kompetisi yang sudah selesai. Dalam berbagai aspeknya, mulai dari penegakkan aturan sampai pelanggaran yang dilakukan.
Bentrokan suporter, vandalisme, anarkisme, di lapangan tak lepas dari kurang tegasnya PSSI dan Pemerintah dalam menegakkan aturan. “Fungsi pengawasan harus benar-benar di lakukan. Masyarakat hanya ingin hiburan dan sepak bola berprestasi. Bukan sejumlah ‘dagelan’ yang akhirnya menyulut emosi dan mengorbankan nyawa,” Akmal menambahkan.

SOS juga menyarankan PSSI dan Pemerintah mengevaluasi keikutsertaan lembaga negara di kompetisi sepak bola profesional. Mengembalikan tugas aparat kepada fungsi utamanya. Menjaga dan mengamankan negara serta menjadi pengayom masyarakat.

“Sangat riskan bila lembaga negara apalagi aparat penegak hukum (TNI dan Polisi) ikut terlibat di kompetisi. Potensi terjadi gesekan di level grass-root sangat besar apalagi sepak bola melibatkan massa (penonton, suporter, fans). Aparat keamanan lebih baik dikembalikan ke fungsi utamanya. Termasuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam pertandingan sepak bola,” Akmal menegaskan. (rilis media)

Liga 1 PSSI

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Timnas
Sukses Operasi Lutut, Marselino Ferdinan Siap Kembali Lebih Kuat demi Timnas Indonesia
Marselino Ferdinan jalani operasi lutut di Spanyol pasca cedera saat TC Bali. Sang gelandang siap fokus pemulihan demi kembali ke Timnas Indonesia.
BolaSkor - Jumat, 14 Agustus 2026
Sukses Operasi Lutut, Marselino Ferdinan Siap Kembali Lebih Kuat demi Timnas Indonesia
Internasional
Erick Thohir Tegaskan Dukungan Terhadap Program FIFA Forward Enterprise
Inisiatif Gianni Infantino membentu FIFA Forward Enterprise mendapatkan kecaman dari banyak pihak.
BolaSkor - Jumat, 31 Juli 2026
Erick Thohir Tegaskan Dukungan Terhadap Program FIFA Forward Enterprise
Timnas
Mitchell Baker Resmi Jadi WNI, Erick Thohir: Dia Tambahan Berharga bagi Timnas Indonesia
Mitchell Baker diproyeksikan akan masuk dalam skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 akhir Juli ini.
BolaSkor - Senin, 13 Juli 2026
Mitchell Baker Resmi Jadi WNI, Erick Thohir: Dia Tambahan Berharga bagi Timnas Indonesia
Timnas
Erick Thohir Jawab Rumor 2 Pemain Naturalisasi Baru setelah Luke Vickery dan Mitchell Baker
PSSI terus berupaya untuk memperkuat Timnas Indonesia demi meraih hasil gemilang di kancah dunia dan mencapai target masuk Piala Dunia 2030.
BolaSkor - Selasa, 23 Juni 2026
Erick Thohir Jawab Rumor 2 Pemain Naturalisasi Baru setelah Luke Vickery dan Mitchell Baker
Timnas
PSSI Incar 6 Pemain Naturaliasi Anyar, Erick Thohir Beri Penjelasan
Selain Luke Vickery dan Mitchell Baker, 4 nama pemain keturunan lain kabarnya akan segera dinaturalisasi ke Timnas Indonesia.
BolaSkor - Sabtu, 06 Juni 2026
PSSI Incar 6 Pemain Naturaliasi Anyar, Erick Thohir Beri Penjelasan
Liga Indonesia
I.League Buka Suara soal Piala Indonesia, Bergulir Musim Depan?
Sudah sekitar tujuh tahun sejak terakhir kali Piala Indonesia bergulir. Lantas, kapan kompetisi tersebut akan digelar kembali?
BolaSkor - Kamis, 14 Mei 2026
I.League Buka Suara soal Piala Indonesia, Bergulir Musim Depan?
Liga Indonesia
Persipura Vs Adhyaksa FC Berakhir Ricuh, PSSI: Ini Kerugian Bersama!
Kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC membuat Persipura Jayapura gagal mentas di Super League musim depan.
BolaSkor - Sabtu, 09 Mei 2026
Persipura Vs Adhyaksa FC Berakhir Ricuh, PSSI: Ini Kerugian Bersama!
Timnas
Selain Oman, Timnas Indonesia Akan Hadapi Mozambik di FIFA Matchday Juni
FIFA Matchday Juni jadi kesempatan bagi John Herdman untuk mendongkrak posisi Timnas Indonesia di ranking FIFA.
BolaSkor - Jumat, 08 Mei 2026
Selain Oman, Timnas Indonesia Akan Hadapi Mozambik di FIFA Matchday Juni
Liga Indonesia
The Jakmania Laporkan Marc Klok ke PSSI karena Ajak Bobotoh ke Segiri
Sebelumnya, kapten Persib Bandung, Marc Klok, mengajak Bobotoh untuk hadir dalam laga Persija vs Persib di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5).
BolaSkor - Jumat, 08 Mei 2026
The Jakmania Laporkan Marc Klok ke PSSI karena Ajak Bobotoh ke Segiri
Liga Indonesia
PSSI Beri Penjelasan Soal Polemik Pelarangan Persija vs Persib di GBK
Menurut Sekjen PSSI, Yunus Nusi, ada kesalahpahaman soal kabar perawatan dan pengangkatan rumput di SUGBK jelang laga Persija vs Persib
BolaSkor - Senin, 04 Mei 2026
PSSI Beri Penjelasan Soal Polemik Pelarangan Persija vs Persib di GBK
Bagikan