BolaSkor.com - Jurrien Timber harus mengubur mimpi tampil di Piala Dunia 2026. Timnas Belanda memastikan bek Arsenal itu tidak cukup bugar untuk mengikuti turnamen.
Timnas Belanda menilai, cedera pangkal paha yang dialami Timber sejak Maret membuat proses pemulihan berjalan lebih lama dari perkiraan.
Bek berusia 24 tahun itu sebenarnya sempat menunjukkan tanda-tanda positif, bahkan kembali bermain pada final Liga Champions melawan PSG.
Baca Juga:
5 Pemain dari Klub ASEAN yang Akan Tampil di Piala Dunia 2026, Dua Berkaitan dengan Persib
Kisah Kakak Beradik Dua Negara, Guela dan Desire Doue Menempuh Jalan Berbeda Menuju Piala Dunia
Survei: Piala Dunia Berpotensi Ganggu Produktivitas Karyawan dan Rugikan Perusahaan
Pada laga itu, Timber masuk sebagai pemain pengganti dan tampil selama 50 menit.
Namun, setelah bergabung dengan pemusatan latihan Belanda, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Timber belum siap tampil.
Salah Arsenal?
Meski demikian, pelatih Belanda, Ronald Koeman, memilih untuk tidak menyalahkan Arsenal. Koeman menegaskan bahwa dia tidak ingin menunjuk Arsenal sebagai pihak yang bertanggung jawab atas situasi tersebut.
Anda tidak bisa menyalahkan klub karena itu adalah final Liga Champions. Jadi saya juga tidak ingin melakukannya. Namun, tentu saja situasi itu tidak membantu,
ujar Koeman.
Menurut Koeman, kondisi Timber saat ini belum memungkinkan untuk menjalani jadwal padat yang harus dihadapi pemain selama turnamen berlangsung.
“Jika kami hanya masih memiliki satu pertandingan lagi, mungkin dia bisa memainkannya. Namun, turnamen ini berlangsung dengan pertandingan yang dimainkan setiap beberapa hari," jelas Koeman.
"Dia belum benar-benar fit dan masih merasakan keluhan. Kondisinya juga tidak membaik dengan cepat, sehingga dalam waktu dekat dia belum akan siap bermain."
Untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Timber, Koeman memutuskan memanggil Lutsharel Geertruida. Koeman menilai tambahan satu bek sangat diperlukan agar keseimbangan skuad tetap terjaga.
Koeman menegaskan bahwa kehadiran Geertruida membuat Belanda tidak terlalu kehilangan banyak opsi di lini belakang.