Tim Nasional Basket Kursi Roda, Idola Baru Masyarakat Indonesia

Tim nasional kursi roda basket menjadi kebangaan meski tak meraih satu kemenangan pun pada Asian Para Games 2018.
Andhika PutraAndhika Putra - Jumat, 12 Oktober 2018
Tim Nasional Basket Kursi Roda, Idola Baru Masyarakat Indonesia
Donald Santoso (BolaSkor/Rizki Fitrianto)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Cabang olahraga kursi roda basket tak menjadi unggulan pada Asian Para Games 2018. Indonesia dipastikan tak akan meraih medali apapun sejak awal.

Akan tetapi, dukungan kepada tim nasional kursi roda basket Indonesia menjadi yang paling riuh selama Asian Para Games 2018. Tak peduli berapa skor akhir pertandingan Indonesia, suporter tetap berdiri, mendukung, dan tidak meninggalkan venue sebelum peluit panjang berbunyi.

Tim nasional kursi roda basket Indonesia dimulai dari satu orang yakni Donald Santoso. Pria yang tumbuh besar di Amerika Serikat itu kembali ke tanah air hanya demi satu tujuan yaitu mencari dan membentuk tim nasional kursi roda basket Indonesia.

Impian Donald terwujud. Sebanyak 12 pemain terkumpul dan tim nasional basket kursi roda Indonesia akhirnya terbentuk.

Selama sembilan bulan tim nasional kursi roda basket Indonesia berlatih. Tak ada satupun dari mereka kecuali Donald yang memiliki kemampuan bermaim basket sejak awal. Tim ini benar-benar memulai semuanya dari nol.

Hasil latihan tim nasional kursi roda basket Indonesia akhirnya harus diuji pada Asian Para Games 2018. Tim asuhan Fajar Brilianto itu berjumpa dengan kekuatan besar Asia seperti Iran, China, Thailand, Iraq, dan Malaysia.

Indonesia tidak bisa meraih kemenangan dari kelima tim tersebut. Selisih poin bahkan cukup jauh di setiap pertandingan. Namun, suara teriakan tak pernah sepi dari Hall Basket Senayan.

"Saya bangga dengan tim ini. Mereka baru sembilan bulan berlatih, berkumpul, memulai dari nol, tetapi mereka sudah sangat dicintai masyarakat Indonesia," ujar pelatih tim kursi roda basket Indonesia, Fajar Brilianto, kepada BolaSkor.com.

"Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia. Kami memang belum bisa memberikan permainan yang terbaik, tetapi ini proses, suatu saat nanti kami pasti bisa meraih kemenangan," kata Fajar.

Dukungan yang luar biasa dari masyarakat Indoensia juga tidak pernah dibayangkan Donald sebelumnya. Pebasket yang pernah bermain untuk Phoenix Suns tersebut bahkan tak kuasa menahan air mata setiap kali mengucapkan salam seusai pertandingan.

"Terima kasih kepada semua yang sudah memberi dukungan. Kami masih dalam proses, latihan akan terus berjalan setelah ini. Tetaplah mendukung kami seperti ini," ujar Donald.

Breaking News Indonesia Asian Para Games Asian Para Games 2018

Berita Terkait

Piala Dunia
Spanyol Melaju Mulus, Lamine Yamal Tegaskan La Roja Tak Takut Siapa Pun
Lamine Yamal kembali menegaskan ambisi besarnya di Piala Dunia 2026, yakni membawa Spanyol meraih gelar juara.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Spanyol Melaju Mulus, Lamine Yamal Tegaskan La Roja Tak Takut Siapa Pun
Piala Dunia
Julian Nagelsmann Resmi Tinggalkan Kursi Kepelatihan Timnas Jerman, DFB Dekati Jurgen Klopp
Julian Nagelsmann resmi mundur dari timnas Jerman usai Piala Dunia 2026. DFB langsung bergerak mendekati Jurgen Klopp sebagai calon pelatih baru. (157 karakter)
Arief Hadi - Jumat, 03 Juli 2026
Julian Nagelsmann Resmi Tinggalkan Kursi Kepelatihan Timnas Jerman, DFB Dekati Jurgen Klopp
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Brasil di 16 Besar, Jersey Norwegia Jadi Barang Langka
Antusiasme publik begitu tinggi hingga jersey tim nasional Norwegia menjadi barang langka menjelang duel seru melawan Brasil di babak 16 besar.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Brasil di 16 Besar, Jersey Norwegia Jadi Barang Langka
Piala Dunia
Messi Cetak 6 dari 8 Gol Argentina, Scaloni: Kami Tidak Bergantung Padanya
Dari total delapan gol yang telah dicetak Albiceleste sejauh ini, enam di antaranya lahir dari sang kapten Lionel Messi.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Messi Cetak 6 dari 8 Gol Argentina, Scaloni: Kami Tidak Bergantung Padanya
Piala Dunia
Kontroversi di Laga Portugal vs Kroasia, Zlatko Dalic: VAR Membunuh Emosi dalam Sepak Bola
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengaku memahami fungsi VAR, tetapi menilai teknologi tersebut telah mengurangi emosi dan spontanitas yang menjadi bagian penting dari sepak bola.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Kontroversi di Laga Portugal vs Kroasia, Zlatko Dalic: VAR Membunuh Emosi dalam Sepak Bola
Piala Dunia
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Australia vs Mesir: Tidak Ada Keunggulan Mutlak
Prediksi Australia vs Mesir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Football Meets Data memberi Mesir peluang menang 42 persen, sementara Australia tetap berpeluang membuat kejutan.
Johan Kristiandi - Jumat, 03 Juli 2026
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Australia vs Mesir: Tidak Ada Keunggulan Mutlak
Piala Dunia
Tantang Argentina, Cape Verde Ogah Hanya Fokus kepada Lionel Messi
Pelatih Cape Verde, Bubista, percaya diri timnya mampu memberi kejutan saat menghadapi Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Simak komentar lengkap dan peluang Cape Verde lolos ke 16 besar.
Johan Kristiandi - Jumat, 03 Juli 2026
Tantang Argentina, Cape Verde Ogah Hanya Fokus kepada Lionel Messi
Hasil akhir
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Embolo dan Ndoye Bawa Swiss ke 16 Besar
Timnas Swiss memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Aljazair dengan skor meyakinkan 2-0.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Embolo dan Ndoye Bawa Swiss ke 16 Besar
Piala Dunia
Siap Bermimpi Lebih Besar, Cape Verde: Insya Allah Bisa Singkirkan Argentina
Setelah mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur pada penampilan perdana mereka di Piala Dunia, Cape Verde kini bersiap menghadapi tantangan terbesar melawan juara bertahan Argentina.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Siap Bermimpi Lebih Besar, Cape Verde: Insya Allah Bisa Singkirkan Argentina
Piala Dunia
Nilai Spanyol Belum Sempurna, Luis de la Fuente Ungkap Ancaman Terbesar Lamine Yamal Cs
Meski puas dengan performa anak asuhnya, pelatih Luis de la Fuente menegaskan Spanyol belum sempurna.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Spanyol Belum Sempurna, Luis de la Fuente Ungkap Ancaman Terbesar Lamine Yamal Cs
Bagikan