Thiago Motta, The Special Two, dan Gaya Kepelatihan Terpengaruh Sepak Bola Spanyol-Italia

Thiago Motta salah satu pelatih muda berbakat di Eropa.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 27 Februari 2024
Thiago Motta, The Special Two, dan Gaya Kepelatihan Terpengaruh Sepak Bola Spanyol-Italia
Thiago Motta (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Menilik persaingan di empat besar Serie A 2023-2024 ada yang menarik pada urutan empat saat ini. Sampai pekan 26 Serie A, Bologna berada di bawah Inter Milan, Juventus, dan AC Milan yang berada di empat besar.

Bologna bersaing dengan Atalanta, AS Roma, Fiorentina, dan Lazio dalam perebutan posisi di empat besar. Bologna bahkan tak terkalahkan di enam laga Serie A terakhir, memenangi lima pertandingan beruntun.

Pujian pun dilontarkan media Italia, La Gazzetta dello Sport, kepada sang pelatih: Thiago Motta. Media melabelinya sebagai The Special Two setelah sebelumnya The Special One identik dengan Jose Mourinho.

Baca Juga:

5 Alasan Barcelona Pantang Memecat Xavi

Ikuti Jejak Jurgen Klopp, Xavi Hernandez Tinggalkan Barcelona di Akhir Musim

Respons Thiago Motta Dikaitkan Jadi Pelatih Baru Barcelona

"Dia menampilkan perlawanan (Giovanni) Fabbian yang menghancurkan dari mantan pemain Inter itu."

"Dia meminta kesabaran dalam menjinakkan Verona yang bermain kotor dan mencari ide, itu terjadi. Kemenangan kelima berturut-turut, tim bersatu dan kuat secara mental, The Special Two, dengan caranya," demikian tulisan di La Gazzetta dello Sport.

Berusia 41 tahun, Thiago Motta menjadi buah bibir di Eropa dengan perbandingan nama-nama lain semisal Xabi Alonso, Roberto De Zerbi, Julian Nagelsmann.

Bologna hanya kalah empat kali dari 26 laga musim ini di Serie A dan menjadi kuda hitam pesaing di empat besar. I Rossoblu - julukan Bologna - tak memiliki bintang di dalam skuad mereka dan Motta menyatukan tim.

Pengaruh Sepak Bola Spanyol dan Italia

Bologna punya keseimbangan skuad yang bagus di antara pemain berpengalaman, muda, dan berbakat. Top skorer tim merupakan mantan striker Bayern Munchen, Joshua Zirkzee, dan skuad memiliki pemain pengalaman seperti Remo Freuler dan Lorenzo De Silvestri.

Motta baru melatih Bologna dari 2022 setelah sebelumnya mendapatkan pengalaman di Paris Saint-Germain (PSG) U-19, Genoa, dan Spezia.

Karier kepelatihannya masih seumur jagung, tetapi Motta sudah kenyang pengalaman sebagai mantan pemain pada posisi gelandang yang pernah membela Barcelona, Atletico Madrid, Genoa, Inter Milan, dan PSG.

Permainan Bologna tidak mengesankan, tetapi praktis, efisien, dan terorganisir. Mantan pelatih asal Italia, Fabio Capello, turut menganalisis permainan Bologna dan dibuat kagum dengan gaya kepelatihan Motta.

"Hal tersulit adalah bermain sepak bola sederhana. Thiago Motta tidak menjelaskan sepak bola. Dia melakukannya," tulis mantan pelatih Milan dan Juventus itu dalam artikel terbitan La Gazzetta dello Sport.

"Dia adalah gelandang yang praktis dan efisien dan dia juga berada di bangku cadangan. Saya menyukai kepribadian Bologna, namun di balik hasil mereka, terdapat ide taktis yang jelas."

"Penguasaan bola itu tidak steril tapi digunakan untuk maju. Para pemain Bologna tidak dikontrol seperti dalam video game. Thiago Motta ingin para pemainnya memiliki keberanian di seluruh area lapangan dan bertanggung jawab. Persis seperti yang biasa dia lakukan saat berada di tengah ring tinju (kala bermain)."

Capello juga melihat pengaruh sepak bola Spanyol, Barcelona, dan Italia serta pelatih-pelatih ternama Eropa turut memengaruhi gaya kepelatihan Motta. Kombinasi itu membuat Motta jadi salah satu pelatih dengan prospek masa depan cerah di Eropa.

"Menjadi mantan gelandang tidak menjamin kesuksesan, tapi seringkali membantu. Pikirkan tentang Pep Guardiola atau Xabi Alonso. Thiago tumbuh di Barcelona, dan pengaruh Spanyol terlihat jelas dalam gaya bermainnya. Pengaruh LaLiga dominan di mana pun kecuali di sini," tambah Capello.

"Jurgen Klopp (Liverpool) disusul Mikel Arteta (Arsenal), Pep Guardiola (Manchester City) dan Unai Emery (Aston Villa) di Premier League."

"Di Jerman, Xabi Alonso (Bayer Leverkusen) adalah pemimpin klasemen. Di Prancis, ada Luis Enrique (Paris Saint-Germain), sedangkan Carlo Ancelotti (Real Madrid) terdepan dibandingkan yang lain di Spanyol."

"Motta dilatih oleh Ancelotti, tapi juga Mourinho (Inter) dan (Gian Piero) Gasperini (Genoa). Dia telah mengambil sesuatu dari semua gurunya dan menguraikannya kembali. Dari filosofi Ancelotti hingga keinginan Gasp untuk mendominasi. Dan manajemennya mengingatkan pada Mourinho."

"Thiago pernah bermain untuk klub papan atas, Barcelona, tim Inter yang meraih treble dan PSG, jadi dia sudah mengetahui aspek ini. Karena semua alasan ini, saya yakin dia siap untuk mengambil langkah lebih jauh."

"Saya tidak tahu masa depannya, tapi klub-klub top Italia atau Eropa yang akan memilihnya tidak akan salah," imbuh Capello.

Catatan Bologna adalah rata-rata penguasaan bola tertinggi kedua, tertinggi ketiga pada jarak menutupi area lapangan, serta rekor pertahanan keempat terbaik di liga, Bologna jadi tim yang layak diwaspadai.

"Dia (Motta) sudah terbiasa dengan atmosfer tim-tim besar, dia tahu bagaimana seorang pelatih harus bertindak dan bersikap di hadapan pemain-pemain hebat," ucap agen Motta, Dario Canovi.
"Jadi saya rasa tidak akan menjadi masalah baginya untuk bergabung dengan tim besar. Dia tidak akan kekurangan tawaran, tidak hanya di Italia tetapi juga di luar negeri. Dia sangat terkenal di Italia, tapi Spanyol dan Prancis juga mengikutinya," urainya.

Thiago motta Sosok Bologna Serie a

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Italia
Inter Milan Serius Memburu Trevoh Chalobah dan Anan Khalaili
Inter Milan terus aktif di bursa transfer musim panas dengan memburu Trevoh Chalobah dan Anan Khalaili. Nerazzurri dikabarkan siap menggelontorkan dana besar demi memperkuat skuad.
Johan Kristiandi - Jumat, 03 Juli 2026
Inter Milan Serius Memburu Trevoh Chalobah dan Anan Khalaili
Italia
Keluarkan 80 Juta Euro, AC Milan Rekrut Goncalo Ramos dari PSG
AC Milan resmi merekrut Goncalo Ramos dari PSG dengan nilai transfer 80 juta euro. Striker Portugal itu menandatangani kontrak hingga 2031.
Arief Hadi - Selasa, 30 Juni 2026
Keluarkan 80 Juta Euro, AC Milan Rekrut Goncalo Ramos dari PSG
Sosok
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Simak perjalanan karier Enzo Maresca sebagai pemain dan pelatih hingga resmi menjadi manajer baru Manchester City dengan kontrak tiga tahun.
Arief Hadi - Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Italia
PSG Rekrut Penjaga Gawang AC Milan
PSG dikabarkan mencapai kesepakatan merekrut kiper muda AC Milan Alessandro Longoni secara gratis. Fabrizio Romano mengungkap detail transfer dan rencana Les Parisiens untuk sang penjaga gawang.
Johan Kristiandi - Senin, 29 Juni 2026
PSG Rekrut Penjaga Gawang AC Milan
Italia
Terbongkar, Super Agen Jorge Mendes Mendikte Pergerakan AC Milan di Bursa Transfer
Jorge Mendes disebut menjadi sosok di balik pergerakan AC Milan di bursa transfer. Goncalo Ramos, Antonio Silva, Marc Casado, hingga Francisco Trincao masuk radar Rossoneri.
Johan Kristiandi - Senin, 29 Juni 2026
Terbongkar, Super Agen Jorge Mendes Mendikte Pergerakan AC Milan di Bursa Transfer
Sosok
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Enrique Macaya Marquez, jurnalis Argentina berusia 91 tahun, mencetak rekor meliput 18 edisi Piala Dunia sejak 1958 hingga Piala Dunia 2026.
Arief Hadi - Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Italia
Rekrut Goncalo Ramos dari PSG, AC Milan Pecahkan Rekor Transfer
AC Milan resmi mendatangkan Gonçalo Ramos dari PSG dengan nilai transfer yang memecahkan rekor klub. Simak biaya transfer, kontrak, statistik, dan alasan Rossoneri memilih striker timnas Portugal tersebut.
Johan Kristiandi - Sabtu, 27 Juni 2026
Rekrut Goncalo Ramos dari PSG, AC Milan Pecahkan Rekor Transfer
Italia
Inter Milan Siap Lakukan Berbagai Cara demi Rekrut Nico Paz
Inter Milan terus memburu Nico Paz pada bursa transfer musim panas 2026. Namun, Real Madrid dan Como masih memegang peran penting dalam menentukan masa depan gelandang muda asal Argentina tersebut.
Johan Kristiandi - Kamis, 25 Juni 2026
Inter Milan Siap Lakukan Berbagai Cara demi Rekrut Nico Paz
Italia
Marco Palestra Hempaskan Inter Milan demi Chelsea, Pilih Gaji Tinggi daripada Tampil di Liga Champions
Chelsea dikabarkan berhasil mengalahkan Inter Milan dalam perburuan bek muda Atalanta, Marco Palestra. Tawaran The Blues disebut lebih tinggi hingga membuat transfer ini berubah arah secara mengejutkan di bursa transfer Eropa.
Johan Kristiandi - Rabu, 24 Juni 2026
Marco Palestra Hempaskan Inter Milan demi Chelsea, Pilih Gaji Tinggi daripada Tampil di Liga Champions
Piala Dunia
Mengenal Michel Nkuka Mboladinga, Fans Republik Demokratik Kongo yang 'Mematung' Sepanjang Laga
Michel Nkuka Mboladinga mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 usai berdiri mematung sepanjang laga demi mendukung Republik Demokratik Kongo.
Arief Hadi - Selasa, 23 Juni 2026
Mengenal Michel Nkuka Mboladinga, Fans Republik Demokratik Kongo yang 'Mematung' Sepanjang Laga
Bagikan