Terbentur, Terbentur, dan Terbentuk seperti Sebastien Haller

Johan KristiandiJohan Kristiandi - Senin, 12 Februari 2024
Terbentur, Terbentur, dan Terbentuk seperti Sebastien Haller
Sebastien Haller (Twitter)

BolaSkor.com - Kesuksesan sering kali diraih dengan jalan yang tidak mulus. Hal itu diresapi sekali oleh bintang tim nasional Pantai Gading, Sebastien Haller. Untuk mencapai puncak tertinggi, Haller harus melewati banyak batu sandungan.

Sebastien Haller mengawali kariernya di Prancis. Ia sempat bergabung dengan Vigneux dan Bretigny sebelum akhrnya menuju AJ Auxerre pada musim panas 2007.

Delapan tahun kemudian, Sebastien Haller merantau ke Belanda. Ia memperkuat FC Utrecht yang ketika itu dipimpin Erik ten Hag.

Kemampuan Haller sebagai mesin gol berkembang pesat di Utrecht. Ia mencetak 51 gol dalam 98 laga.

"Haller luar biasa bagus di depan gawang. Dia tidak hanya kuat secara fisik dan agresif dalam melakukan duel, tetapi juga dingin di depan gawang lawan," kata Ten Hag soal penampilan Haller.

Baca Juga:

Hasil Final Piala Afrika 2023: Tekuk Nigeria 2-1, Pantai Gading Raih Gelar Ketiga

Cedera dan Pulang ke Liverpool, Mohamed Salah Bisa Tampil Lagi di Piala Afrika 2023

Bak Cerita Dongeng, Perjalanan Dramatis Pantai Gading Jadi Juara Piala Afrika 2023

Berlabuh ke Eintracht Frankfurt pada 2017 membuat nama Haller semakin dikenal banyak orang. Bahkan, harganya melonjak dari 7 juta euro menjadi 50 juta euro ketika diboyong West Ham United pada musim panas 2019.

Namun, masalah mulai menerpa karier Haller. Ia gagal menunjukkan performa terbaik bersama The Hammers. Dari 54 penampilan, Haller hanya mencetak 14 gol. Jumlah tersebut terbilang minim untuk seorang bomber.

Akhirnya, Haller memutuskan mencoba peruntungan baru. Ia sadar jika bertahan di Premier League hanya akan membuat langkahnya kembali mundur.

Haller menuju Ajax Amsterdam pada awal 2021. Ongkos untuk mendatangkannya mencapai 22,5 juta euro.

Keputusan itu terbukti tepat. Sebab, Haller mendapatkan angin kedua dalam kariernya. Dalam musim debutnya di Liga Champions, Haller mencetak 11 gol.

View this post on Instagram

A post shared by Bolaskor.com (@bolaskorcom)

Haller pun menjadi pemain keempat yang berhasil mendulang 10 gol pada fase grup Liga Champions 2021-2022. Sebelumnya, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Robert Lewandowski juga punya catatan serupa.

Rekor berikutnya yang disamai Haller adalah sebagai pemain yang selalu mencatatkan namanya di papan skor pada setiap laga di babak grup Liga Champions. Pemain pertama yang bisa menorehkan catatan itu adalah Cristiano Ronaldo pada musim 2017-2018.

Setelah mulai menemukan ketajamannya di Ajax, Haller mencari tantangan baru. Ia menerima tawaran bergabung dengan Borussia Dortmund pada awal Juli 2022. Ketika itu, Haller diproyeksikan sebagai pengganti Erling Haaland.

Namun, petaka datang ketika Haller mempersiapkan musim baru bersama Dortmund. Ia divonis menderita kanker testis. Lagi-lagi pukulan keras menimpa Haller. Apalagi, ketika itu ia sedang berada di usia matang pesepak bola, yakni 28 tahun.

Akhirnya, setelah menjalani proses penyembuhan, Haller pulih pada Januari 2023. Sang striker mulai merasakan kembali rutinitas pertandingan.

Perjuangan Haller untuk kembali ke dunia sepak bola layak mendapatkan acungan jempol. Hatinya tidak dongkol apalagi merasa diborgol.

"Banyak orang menderita kanker dan itu memengaruhi kehidupannya. Haller mendapatkan suport dan kisahnya akan memberikan orang-orang yang berada di posisinya untuk memiliki kepercayaan dalam hidup. Kita akan membicarakan kisah Haller bertahun-tahun ke depan," kata mantan pemain Manchester City, Nedum Onuoha.

Kini, Haller mulai memetik buah dari hasil kerja kerasnya. Ia membawa timnas Pantai Gading juara Piala Afrika 2023.

Meskipun memperkuat Prancis pada kelompok umur, pada akhirnya Haller memilih membela timnas Pantai Gading ketika senior. Darah Pantai Gading mengalir dari ibunya. Haller mencatatkan debut untuk Les Elephants pada November 2020.

Perjalanan karier Haller mirip dengan sang idola, Didier Drogba. Sang legenda juga sempat menghabiskan awal kariernya di Prancis sebelum akhirnya memperkuat Pantai Gading.

Dalam perjuangan meraih trofi Piala Afrika, Haller tidak bisa beraksi pada babak grup. Ia mengalami cedera.

Bak pahlawan yang datang pada saat dibutuhkan, Haller menjadi bintang Pantai Gading pada laga penting, semifinal dan final.

Ia mencetak gol semata wayang Pantai Gading ketika menghadapi Kongo pada duel empat besar. Kemudian, Haller membawa Pantai Gading membalikkan keadaan melawan Nigeria di laga puncak berkat golnya pada menit ke-81.

Pada akhirnya, Pantai Gading keluar sebagai pemenang Piala Afrika 2023 setelah mengalahkan Nigeria dengan skor 2-1. Kemenangan itu adalah yang ketiga kalinya bagi Pantai Gading. Spesialnya, kali ini diraih di kandang.

View this post on Instagram

A post shared by Bolaskor.com (@bolaskorcom)

"Kami memimpikan momen ini pada banyak waktu. Pemandangan penuh kebahagiaan kami saksikan sekarang dan terjadi di seluruh negeri. Para pendukung pantas merasakan kebahagiaan ini. Saya berharap gelar juara ini menghadirkan kebaikan bagi semua orang," ujar Haller setelah laga.

Kini, Sebastien Haller telah terbentuk menjadi pemain yang matang. Meskipun berulang kali terbentur masalah, pemain 29 tahun itu tetap tidak pernah menyerah.

Sebastien Haller Borussia Dortmund Piala Afrika 2023 Timnas Pantai Gading
Ditulis Oleh

Johan Kristiandi

Life is too short, but i will live for you.
Posts

14.202

Bagikan