BolaSkor.com - Liga Indonesia atau Super League dalam beberapa tahun terakhir kedatangan pemain-pemain level tinggi di Eropa. Musim ini klub seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung mendatangkan para pemain yang pernah membela Timnas Serbia hingga Montenegro.
Persija Jakarta mendatangkan Radovan Pankov, pemain yang mengantarkan Serbia U-20 juara Piala Dunia U-20 pada 2015.
Macan Kemayoran juga merekrut eks penyerang Timnas Swedia, Alexander Jeremejeff, dan pemain dengan 11 caps bersama Timnas Bosnia-Herzegovina, Stjepan Loncar.
Baca Juga:
Agenda Pramusim Persija Tuntas, Shin Tae-yong Bicara Laga Kontra Borneo FC dan Persib
Rival Persija Jakarta, yakni Persib Bandung juga tidak mau kalah dalam merekrut pemain-pemain berkualitas.
Selain mengamankan jasa pemain terbaik Super League 2025/2026, Mariano Peralta, Maung Bandung juga mendatangkan Luka Menalo dan Balsa Sekulic.
Luka Menalo dan Balsa Sekulic bukan pemain biasa. Menalo punya 16 caps untuk Timnas Bosnia, sedangkan Balsa Sekulic menorehkan 5 caps bersama Timnas Montenegro.
Daftar Isi
Super League Semakin Kompetitif
Daftar Isi
Selebrasi gol Mariano Peralta (Foto: @persib)
Menurut pemilik Persik Kediri, Arthur Irawan, Super League saat ini mulai diminati pemain-pemain asing berkualitas karena persaingan di kompetisi sangat ketat.
Tingginya tingkat kompetitif ini membuat para pemain asing itu tertarik bermain di Super League.
Baca Juga:
Mariano Peralta Anggap Persib Beruntung Bisa Kalahkan Manila Digger
Bahkan, kata Arthur, Persik Kediri yang tidak sebesar Persija Jakarta dan Persib Bandung berhasil membuat Jon Toral, mau bermain di Indonesia.
Untuk standar Super League, pemain asal Spanyol ini ada di tingkatan pemain elite. Jon Toral merupakan lulusan akademi Barcelona atau La Masia dan juga pernah bermain untuk Arsenal, Birmingham, Rangers, hingga Hull City.
Liga Indonesia memiliki tingkat kompetitif yang sangat tinggi. Musim lalu saja penentuan juara berlangsung hingga pertandingan terakhir. Situasi ini membuat pemain asing tertarik karena mereka ingin merasakan kompetisi yang terbuka,
kata Arthur Irawan.
"Persik musim ini juga memiliki pemain yang sebelumnya bermain di JDT dan Buriram. Secara institusi, JDT dan Buriram mungkin lebih maju daripada Persik, tetapi pemain tersebut tertarik bermain di Indonesia karena kompetisinya lebih terbuka."
"Saya bahkan memiliki beberapa teman yang bermain di Super League Yunani dan pernah menghadapi klub seperti Olympiacos. Mereka justru bertanya apakah ada kesempatan bermain di Indonesia."
Ini menunjukkan citra sepak bola Indonesia sedang berada dalam tren positif dan mulai dikenal pemain dari level Eropa,
ujar Arthur.