BolaSkor.com - Belum lunasnya pembayaran dana subsidi Liga 1 juga dialami Madura United. Seperti halnya klub lain, tim berjuluk Sape Kerrap itu juga masih menantikan kelanjutan kabar baik terhadap sisa subsidi kompetisi.
"Yang pasti belum kita terima adalah Rp 1,5 miliar di akhir musim. Dan juga share rating televisi," tutur Ziaul Haq, selaku Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu.
Seperti diketahui, jumlah yang disebutkan adalah bagian dari nilai total subsidi dari PT LIB senilai Rp 7,5 miliar bagi setiap klub kontestan Liga 1, yang Rp 6 miliar diantaranya dibayarkan sepanjang 10 bulan masa kompetisi.
Sedangkan besaran nilai dari televisi sebagai pemegang hak siar kompetisi, belum diumumkan. Yang pasti, jumlah setiap klub berbeda, lantaran sesuai dengan rating masing-masing tim selama kompetisi.
"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenapa subsidi itu belum turun," tambahnya.
Meski demikian, seretnya aliran dana subsidi itu tak berpengaruh pada anggaran gaji pemain. PT PBMB sebagai badan hukum yang menaungi Madura United, menjamin atas kelancaran gaji pemain di setiap musimnya.
"Sejak awal musim, kami sudah menentukan anggaran gaji pemain dan menyiapkan dananya. Jadi, (macetnya subsidi) tidak berpengaruh," bebernya.
Seperti halnya tim profesional, MU juga mengandalkan pemasukan dari subsidi kompetisi dan hak siar. Belum lagi ditambah dengan sponsorship maupun pemasukan dari jumlah penjualan tiket penonton di setiap pertandingan. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang-Madura)