BolaSkor.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memberikan tanggapan tegas terkait munculnya desakan dari sejumlah pihak yang meminta Macan Kemayoran dijatuhi sanksi pengurangan poin. Sanksi tersebut dituntut menyusul insiden penyerangan bus rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang beberapa waktu lalu.
Insiden kekerasan yang melibatkan oknum pendukung tersebut memicu gelombang protes di media sosial. Sejumlah netizen hingga suporter mendesak agar manajemen klub ikut bertanggung jawab secara penuh, termasuk sanksi larangan laga tandang bagi The Jakmania hingga pemotongan poin kompetisi.
Baca Juga:
Shin Tae-yong Sayangkan Penyerangan Bus Persib U-18, Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku
Menanggapi wacana tersebut, Shin Tae-yong menilai bahwa klub memang memiliki porsi tanggung jawab moral. Namun, ia menekankan bahwa ada batasan hukum serta hal-hal yang murni berada di luar jangkauan maupun kendali operasional sebuah klub sepak bola.
"Tentu, klub juga memiliki tanggung jawab. Namun, ada hal-hal yang berada di luar kendali klub. Bagaimana mungkin pihak klub bisa terus mengikuti setiap orang ke mana pun mereka pergi untuk mencegah semua kejadian seperti itu?" ujar Shin Tae-yong kepada awak media termasuk BolaSkor.com, Kamis (15/10).
Sebut Sanksi Pengurangan Poin Tak Masuk Akal
Susunan XI Pemain Persija saat melawan Persib (Media Persija)
Juru taktik asal Korea Selatan tersebut secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya jika insiden di luar stadion harus berimbas pada hukuman administratif terhadap performa tim di lapangan. Menurutnya, aksi anarkis yang terjadi di area publik seperti rest area tol tidak bisa serta-merta dibebankan kepada manajemen klub.
Baca Juga:
PSSI Kecam Keras Penyerangan Bus Persib U-18, Desak Polisi Tangkap Pelaku dan Beri Hukuman Berat
Shin Tae-yong menganggap penerapan sanksi pengurangan poin sebagai langkah yang kurang bijak dan tidak menyelesaikan akar permasalahan kekerasan suporter. Setiap tindakan individual semestinya disikapi melalui koridor hukum yang berlaku tanpa merugikan institusi klub.
"Misalnya, insiden terjadi di rest area. Klub tentu tidak mungkin mengawasi semua orang setiap saat. Karena itu, menurut saya, tidak masuk akal jika seluruh tanggung jawab dibebankan kepada klub, termasuk sampai pada pengurangan poin," tegasnya.
Desak Aparat Tindak Tegas Oknum Pelaku

The Jakmania memberikan dukungan kepada Persija saat menghadapi Barito Putera. (X/persija_jkt)
Lebih lanjut, mantan pelatih Timnas Indonesia itu mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini dengan menangkap para oknum yang terbukti melakukan pengeroyokan dan perusakan.
Penegakan hukum yang tegas terhadap individu dinilai menjadi satu-satunya cara efektif untuk memberikan efek jera.
Baca Juga:
Persija Kecam Keras Aksi Penyerangan Bus Persib U-18, Dukung Penuh Jalannya Proses Hukum
Ia menambahkan bahwa muara dari pertanggungjawaban hukum harus menyasar langsung kepada oknum yang melakukan tindakan kriminal, bukan dilimpahkan begitu saja kepada pihak klub yang tidak terlibat langsung dalam aksi di lapangan.
"Orang-orang yang melakukan pelanggaran harus ditangkap dan ditindak tegas oleh aparat penegak hukum agar kejadian serupa tidak terulang. Tanggung jawab hukum harus diberikan kepada individu yang melakukan pelanggaran. Kita tidak bisa begitu saja melimpahkan seluruh tanggung jawab tersebut kepada pihak klub," pungkas juru taktik berusia 57 tahun tersebut.