BolaSkor.com - Gebrakan baru untuk sepak bola Indonesiadihadirkan CuwitanDigital dalam peluncuran by.U SC Football Camp: Everyone Deserves a Second Chance, program soccer camp profesional pertama di Tanah Air dengan format yang belum pernah ada sebelumnya.
Program ini bakal tayang sebanyak 8 episode secara eksklusif di kanal Youtube Cuwitan62. Episode perdana sudah tayang pada Minggu (17/5/2026) kemarin.
Dikemas dengan standar produksi tinggi, Second Chancebukan sekadar tontonan hiburan. Program ini menghadirkan 50 pemain non-profesional dari 10 daerah di Indonesia, yakni Bekasi, Jambi, Makassar, Jayapura, Kediri, Bandung, Ambon, Labuan Bajo, Sidoarjo, dan Samarinda dari 22 Maret sampai 2 April 2026.
Baca Juga:
Klasemen Sementara Super League 2025/2026 Usai Persib Menang dari PSM
Hasil Super League 2025/2026: Borneo FC Imbang Lawan Persijap, Persib Selangkah Lagi Juara
Second Chance menjadi soccer camp gaya baru yangmemadukan standar pelatihan sepak bola profesional dan juga entertainment. Agar pemain selalu memiliki fokus dan konsentrasi tinggi, serta tetap enjoy dalam latihan.
Mereka mendapatkan satu kesempatan langka untuk membuktikan kemampuannya di hadapan salah satu legenda kelas dunia, dalam atmosfer kompetitif layaknya sepak bola profesional.
Adapun nama beken lainnya yang terlibat adalah legenda Timnas Indonesia dan Arema FC, Ahmad Bustomi, serta legenda pelatih Malaysia Raja Isa hingga Fabio Oliveira yang berasal dari Brasil.
Yang membedakan Second Chance dari program serupa adalah pendekatannya yang jujur dan autentik. Program ini tidak hanya menampilkan kemenangan, tetapi juga merekam secara utuh proses, perjuangan, serta transformasi para peserta—mulai dari tahap seleksi hingga sesi latihan intensif bersama mentor berpengalaman.
“Second Chance adalah bukti nyata bahwa bakat tidak mengenal asal daerah, latar belakang, atau perjalanan hidup yang berliku. Di sini, lapangan hijau menjadi tempat di mana mimpi yang sempat tertunda mendapat nafas baru — di bawah sorotan kamera, di hadapan dunia, dengan standar profesional yang sesungguhnya,” kata Dyota Pratyaksa, Project Lead Cuwitan Digital.