Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Sebelum Andrea Pirlo, 5 Pemain Bintang Ini Lebih Dulu Awali Karier Kepelatihan bersama Klub Besar

Andrea Pirlo ditunjuk sebagai pelatih baru Juventus menggantikan Maurizio Sarri.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Minggu, 09 Agustus 2020
Sebelum Andrea Pirlo, 5 Pemain Bintang Ini Lebih Dulu Awali Karier Kepelatihan bersama Klub Besar
Andrea Pirlo resmi tangani Juventus (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Andrea Pirlo menambah panjang daftar pemain bintang yang beralih profesi menjadi pelatih. Hebatnya, pria berusia 41 tahun itu langsung dipercaya menangani klub sebesar Juventus pada debut kepelatihannya.

Penunjukan Pirlo sebagai pelatih Juventus memang merupakan hal yang langka. Tak banyak klub besar yang berani menunjuk sosok minim berpengalaman untuk menjadi pelatih meski berstatus sebagai pemain bintang.

Memberi kepercayaan kepada sosok tak berpengalaman memang merupakan sebuah perjudian. Kemungkinan untuk berhasil atau gagal sama-sama besar.

Baca Juga:

5 Transfer Gratis Terbaik Sepanjang Sejarah Sepak Bola

Belum Genap 24 Jam Maurizio Sarri Angkat Kaki, Juventus Tunjuk Andrea Pirlo Jadi Pengganti

Nostalgia - Kala Andrea Pirlo Menyeberang dari Inter ke Milan Tanpa Dicap Pengkhianat

Klub besar biasanya tidak mau mengambil resiko itu. Jika ingin merekrut pelatih muda, mereka akan lebih dulu melihat rekam jejak di tim sebelumnya.

Sebagai contoh, Frank Lampard dipercaya menangani Chelsea setelah lebih dulu melakoni debut kepelatihan bersama Derby County. Hal yang sama terjadi juga kepada Ole Gunnar Solskjaer, Antonio Conte, Luis Enrique, Gennaro Gattuso, dan masih banyak lagi.

Namun bukan berarti Pirlo menjadi satu-satunya pemain berkategori bintang yang langsung mengawali karier kepelatihan bersama klub besar. Dalam satu dekade terakhir, setidaknya ada lima nama lain dengan kesempatan serupa.

Pirlo tentu bisa belajar dari kelima sosok pelatih ini. Apalagi tidak semuanya langsung merasakan kesuksesan.

Berikut lima pemain bintang dalam satu dekade terakhir yang melakoni debut kepelatihannya dengan menangani klub besar:

1. Pep Guardiola

Pep Guardiola bisa dibilang menjadi pelopor pemain bintang yang melakoni debut melatihnya bersama tim besar. Momen itu terjadi pada musim panas 2008 saat ditunjuk menangani klub yang membesarkan namanya, Barcelona.

Saat itu kondisi Barcelona tengah limbung usai berpisah dengan Frank Rijkaard. Manajemen El Barca mencari sosok yang bisa mengembalikan kehebatan filosofi tiki-taka andalannya.

Guardiola akhirnya dipilih meski belum punya pengalaman menangani klub profesional. Sebelumnya, ia hanya menjabat sebagai pelatih Barcelona B sejak 2007.

Perjudian Barcelona akhirnya berbuah manis. Guardiola bahkan menjelma menjadi salah satu pelatih tersukses sepanjang sejarah klub Catalunya tersebut.

Guardiola mampu membawa Barcelona ke era kejayaan. Ia total mempersembahkan 14 trofi bergengsi termasuk tiga gelar LaLiga, dua Liga Champions, dua Copa del Rey, dan dua Piala Dunia Antarklub.


2. Clarence Seedorf

Kesuksesan Guardiola bersama Barcelona membuat sejumlah klub besar Eropa lain coba mengikuti jejak serupa. Salah satunya adalah AC milan yang menunjuk Clarence Seedorf sebagai pelatih pada Januari 2014 menggantikan Massimiliano Allegri.

Sebelum kesepakatan terjadi, Seedorf sebenarnya masih menjalani karier sebagai pemain bersama Botafogo. Namun ia langsung pensiun demi menerima tawaran menjadi pelatih Milan.

Seedorf mampu meraih kemenangan pada laga debutnya menangani Milan. Namun di akhir musim ia hanya mampu mengantarkan Rossoneri finis di peringkat kedelapan klasemen Serie A.

Hal itu akhirnya membuat manajemen Milan mengambil keputusan untuk memecatnya. Seedorf praktis hanya bekerja selama lima bulan.


3. Filippo Inzaghi

Setelah memecat Seedorf, Milan belum kapok menunjuk sosok minim pengalaman menjadi pelatihnya. Kali ini kesempatan itu diberikan kepada Filippo Inzaghi.

Sama seperti Seedorf, Inzaghi juga belum pernah menangani tim profesional. Namun ia sudah melatih tim junior Milan sejak tahun 2012.

Sayang keputusan ini kembali menjadi sebuah blunder karena Inzaghi gagal membawa Milan kembali ke jalur juara. Sebaliknya, rival sekota Inter Milan itu bahkan harus finis di peringkat kesepuluh pada akhir musim 2014-2015.

Catatan minor tersebut membuat Inzaghi kehilangan pekerjaan. Milan memecatnya pada 16 Juni 2015.


4. Zinedine Zidane

Real Madrid tak mau ketinggalan menunjuk mantan bintangnya menjadi pelatih. Momen itu terjadi pada Januari 2016 saat Los Blancos memecat rafael Benitez dan menggantinya dengan Zinedine Zidane.

Saat itu keraguan mengiringi penunjukan Zidane. Reputasinya sebagai salah satu legenda dunia dikhawatirkan akan rusak andai meraih hasil buruk bersama Madrid.

Apalagi Zidane tak punya pengalaman menjadi pelatih kepala sebuah klub. Sebelumnya, ia hanya berstatus sebagai pelatih tim Real Madrid B sama seperti Guardiola.

Hebatnya, Zidane mampu menjawab semua keraguan tersebut dengan sempurna. Ia mampu mempersembahkan trofi Liga Champions tiga kali beruntun sebelum mengundurkan diri secara mengejutkan pada
akhir musim 2017-2018.

Namun Zidane kembali ke Madrid pada 11 Maret 2019. Musim ini, ia sukses mempersembahkan gelar LaLiga yang menjadi trofi pertama sejak kembali ke Santiago Bernabeu.


5. Mikel Arteta

Arsenal menjadi klub besar lain yang menerapkan pola serupa. The Gunners menunjuk Mikel Arteta sebagai manajer sejak akhir Desember 2019 usai memecat Unai Emery.

Sebelum menangani Arsenal, Arteta tak memiliki pengalaman menjadi manajer sebuah klub. Ia hanya berstatus sebagai asisten Pep Guardiola di Manchester City.

Namun Arsenal yang masih mencari sosok penerus Arsene Wenger percaya dengan kualitas Arteta. Hasilnya pun kini mulai terlihat setelah pria berkebangsaan Spanyol itu mempersembahkan gelar Piala FA yang menjadi trofi perdana dalam karier kepelatihannya.

Andrea Pirlo Pep Guardiola Clarence Seedorf Filippo Inzaghi Zinedine Zidane Mikel Arteta Trivia Sepak Bola Breaking News

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Tempat Nobar Gratis Argentina vs Swiss di Jakarta
Sedang mencari tempat nobar gratis Argentina vs Swiss di Jakarta? Simak daftar lokasi nonton bareng perempat final Piala Dunia 2026, jadwal kick-off Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.00 WIB, serta informasi kondisi pemain kedua tim.
Johan Kristiandi - Jumat, 10 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Tempat Nobar Gratis Argentina vs Swiss di Jakarta
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Tempat Nobar Gratis Norwegia vs Inggris di Jakarta
Cari tempat nobar gratis Norwegia vs Inggris di Jakarta? Simak daftar lokasi nonton bareng perempat final Piala Dunia 2026, jadwal kick-off Minggu, 12 Juli 2026 pukul 04.00 WIB, serta duel Erling Haaland melawan Harry Kane.
Johan Kristiandi - Jumat, 10 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Tempat Nobar Gratis Norwegia vs Inggris di Jakarta
Liga Indonesia
Eks Persib dan Persija Tak Merasa Kariernya Turun Usai Gabung Klub Liga 2
Rezaldi Hehanussa menegaskan keputusannya bergabung dengan Semen Padang di Liga 2 bukan penurunan karier. Eks Persib Bandung dan Persija Jakarta itu optimistis membawa Kabau Sirah promosi ke Super League.
Rizqi Ariandi - Jumat, 10 Juli 2026
Eks Persib dan Persija Tak Merasa Kariernya Turun Usai Gabung Klub Liga 2
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Tempat Nobar Gratis Spanyol vs Belgia di Jakarta
Cari tempat nobar gratis Spanyol vs Belgia di Jakarta? Simak daftar lokasi nonton bareng perempat final Piala Dunia 2026, jadwal kick-off, serta informasi pertandingan yang berlangsung Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.
Johan Kristiandi - Jumat, 10 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Tempat Nobar Gratis Spanyol vs Belgia di Jakarta
Italia
Inter Milan Rekrut Pemain Asal Israel, Anan Khalaili
Inter Milan dikabarkan mencapai kesepakatan untuk merekrut Anan Khalaili dari Union SG. Winger asal Israel itu diproyeksikan mengisi posisi yang ditinggalkan Denzel Dumfries. Simak nilai transfer, durasi kontrak, dan statistiknya.
Johan Kristiandi - Jumat, 10 Juli 2026
Inter Milan Rekrut Pemain Asal Israel, Anan Khalaili
Liga Indonesia
PSSI Undang Pemain Diaspora Main di Liga Putri 2026, Klub Juga Boleh Rekrut Dua Pemain Asing
PSSI mengundang pemain diaspora seperti Isabelle Nottet, Noa Leatumu, dan Estella Loupatty untuk bermain di Liga Putri 2026. Klub juga boleh merekrut dua pemain asing.
Rizqi Ariandi - Jumat, 10 Juli 2026
PSSI Undang Pemain Diaspora Main di Liga Putri 2026, Klub Juga Boleh Rekrut Dua Pemain Asing
Liga Indonesia
Kerim Memija Janjikan Trofi Usai Diboyong Persija Jakarta
Kerim Memija bertekad membawa Persija Jakarta meraih trofi pada Super League 2026/2027. Bek asal Bosnia itu datang dengan pengalaman juara di Denmark dan Bosnia.
Rizqi Ariandi - Jumat, 10 Juli 2026
Kerim Memija Janjikan Trofi Usai Diboyong Persija Jakarta
Liga Indonesia
Andie Peci Pentolan Bonek dan Tokoh Penyelamat Persebaya Tutup Usia
Andie Peci meninggal dunia pada usia 60 tahun di Surabaya. Pentolan Bonek dan tokoh penyelamat Persebaya itu juga dikenal memperjuangkan keadilan Tragedi Kanjuruhan.
Rizqi Ariandi - Jumat, 10 Juli 2026
Andie Peci Pentolan Bonek dan Tokoh Penyelamat Persebaya Tutup Usia
Liga Indonesia
Liga Putri 2026 Dimulai Oktober, Sistem Home Tournament
Liga Putri 2026 akan dimulai pada Oktober dengan format home tournament di Jabodetabek. Simak daftar enam tim peserta, format kompetisi, dan penjelasan PSSI.
Rizqi Ariandi - Jumat, 10 Juli 2026
Liga Putri 2026 Dimulai Oktober, Sistem Home Tournament
Piala Dunia
3 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Pemenang Spanyol vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026
Mengapa Spanyol lebih diunggulkan daripada Belgia? Simak tiga alasan utama yang membuat La Furia Roja difavoritkan menang pada laga perempat final Piala Dunia 2026, mulai dari pertahanan solid, kondisi skuad, hingga peran penting Rodri.
Johan Kristiandi - Jumat, 10 Juli 2026
3 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Pemenang Spanyol vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026
Bagikan