BolaSkor.com – Penyerang sekaligus kapten timnas Inggris, Harry Kane, resmi mencatatkan namanya dalam sejarah usai memecahkan rekor yang telah bertahan selama 78 tahun.
Striker Bayern Munchen tersebut mengukir rekor manis itu setelah melesakkan gol ke-88 dan ke-89 di level internasional, saat membantu Inggris menang 7-0 atas Kroasia.
Baca Juga:
Hasil UEFA Nations League: Inggris Pesta Tujuh Gol di Markas Kroasia
Kane, 33 tahun, bangkit dari kegagalan penalti saat bersua Spanyol, lalu memastikan kemenangan Inggris atas Ceko di ajang UEFA Nations League, hingga akhirnya mencetak dua gol kontra Kroasia.
Catatan tersebut mengonfirmasi performa impresif sang kapten, di mana Kane kini selalu berhasil membobol gawang lawan dalam enam pertandingan tandang secara beruntun untuk Inggris.
Rekor Pencetak Gol Tandang
Striker Bayern Munchen, Harry Kane (Foto: @HKane)
Pencapaian langka tersebut membuat Harry Kane - sah - bergabung dengan kelompok eksklusif, yang sebelumnya hanya dihuni oleh tiga legenda besar sepak bola Inggris.
Ketiga pemain legendaris tersebut adalah James Windridge yang mencetak gol dalam 6 laga tandang beruntun pada 1908, Tom Finney (7 laga, 1946–1948), serta Stan Mortensen (6 laga, 1947–1948).
Baca Juga:
Skandal Finansial Manchester City Ganggu Persiapan Inggris Jelang Lawan Kroasia
Dengan hasil ini, Kane menjadi pemain pertama yang mampu menembus klub eksklusif tersebut dalam kurun waktu 78 tahun, sejak terakhir kali Stan Mortensen melakukannya pada Oktober 1948.
Legenda Tottenham Hotspur itu kini berpeluang menyamai rekor sepanjang masa milik Tom Finney, saat Inggris bertandang ke markas Spanyol di Stadion Metropolitano pada November mendatang.
Mustahil Menemukan Harry Kane Lainnya

Selebrasi Harry Kane (fifa)
Performa gemilang sang penyerang pun memancing pujian setinggi langit dari pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang menegaskan betapa tak tergantikannya peran Kane.
"Pertama-tama, Anda tidak akan mendapatkan Harry Kane yang lain," ujar Thomas Tuchel.
"Dia adalah orang pertama yang mendorong semua orang, dan itulah pola pikirnya."
Baca Juga:
"Dia menjadi penyerang yang sangat bekerja keras di samping kemampuan finishing-nya. Dia adalah paket yang komplit."
"Kami mencari opsi dan solusi yang berbeda. Kami menyelesaikan pertandingan dengan Jude (Bellingham) di depan sebagai pemain nomor sembilan."
"Akan ada orang lain, tetapi itu bukan Harry atau tiruan dari Harry. Kami akan menemukan solusi ketika saatnya tiba, tetapi mungkin bukan saya, mungkin 10 tahun lagi," pungkas Tuchel.