Ronald Koeman dan Filosofi Bermain Barcelona yang Telah Berubah

FC Barcelona tak lagi memeragakan sepak bola aktraktif seperti di masa lalu.
Arief HadiArief Hadi - Rabu, 22 September 2021
Ronald Koeman dan Filosofi Bermain Barcelona yang Telah Berubah
Ronald Koeman (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Ketika berbicara mengenai FC Barcelona kebanyakan publik, khususnya fans klub masih membandingkan tim dengan filosofi sepak bola ofensif, menghibur, dan mengandalkan penguasaan bola.

Stigma itu dapat dimaklumi, sebab Barcelona memang mengadopsi permainan ofensif total football Belanda dan menginovasikannya selama bertahun-tahun. Rinus Michels, Johan Cruyff, Frank Rijkaard, hingga Pep Guardiola melanjutkan tradisi itu dan menjadi pondasi bermain klub.

Bahkan di era keemasan bersama Guardiola permainan Barcelona terkenal dengan sebutan tiki-taka. Filosofi permainan itu sempurna dengan keberadaan pemain-pemain legendaris seperti Andres Iniesta, Xavi Hernandes, Sergio Busquets, hingga Lionel Messi.

Baca Juga:

Barcelona 1-1 Granada: Satu Gol Blaugrana dari 78 Persen Penguasaan Bola

Barcelona Lirik Dua Pelatih Italia untuk Gantikan Koeman

Barcelona Gagal Menang, Koeman Minta Fans Lupakan Kejayaan Masa Lalu

Ronald Koeman

Akan tapi seiring berjalannya waktu zaman telah berubah dan Barcelona mengalami kesulitan mempertahankannya. Musim ini megabintang mereka Lionel Messi pergi ke PSG karena kontraknya tak diperpanjang.

Pemain-pemain yang dapat memeragakan permainan tiki-taka sudah tidak ada di Barcelona. Mau tak mau Ronald Koeman mengubah permainan tim yang masih mengandalkan penguasaan bola, tetapi dengan gaya main berbeda.

Barcelona dan Luuk de Jong

Kedatangan Luuk de Jong dari Sevilla di deadline bursa transfer jadi bukti sahih keinginan Koeman mengubah permainan Barca. Dia bukan mengubahnya karena ingin melakukannya, tapi karena ingin beradaptasi dengan skuad yang dimilikinya.

"Ini bukan Barcelona delapan tahun lalu. Kami tidak memiliki pemain dari zaman tiki-taka. Kami harus bermain dengan gaya kami sendiri," tegas Koeman selepas laga imbang 1-1 antara Barcelona melawan Granada.

Barcelona 1-1 Granada

Pada laga tersebut perubahan gaya bermain Barca sudah terlihat. Tidak lagi mengandalkan operan bola-bola pendek seperti biasanya di masa lalu, kini Barca banyak melepaskan umpan silang.

Dari data yang dikutip dari Marca, Barca melepaskan sebanyak 54 umpan silang kontra Granada dan ini terbanyak di satu laga sejak melawan Malaga pada 2016. Uniknya 23 dari 54 umpan silang itu datang di paruh pertama.

Kala itu Luuk de Jong belum dimainkan Koeman dan baru dimasukkan di babak kedua. Target operannya di babak pertama adalah Memphis Depay, Yusuf Demir, hingga Ronald Araujo (yang akhirnya mencetak gol).

De Jong yang baru turun di babak kedua memenangi tiga dari enam duel bola udaranya. Keunggulan duel bola udara memang jadi alasan Koeman menginginkannya di Barcelona, tapi di satu sisi itu memperlihatkan perubahan gaya bermain Barca.

Adaptasi masih diperlukan dan musim masih panjang, masih banyak hal yang dapat terjadi. Menarik untuk dinanti sejauh mana Barca melangkah dengan permainan di bawah arahan Ronald Koeman.

Breaking News Barcelona FC Barcelona LaLiga Ronald Koeman

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Prediksi
Prediksi dan Statistik Jerman vs Paraguay: Die Mannschaft di Atas Angin
Prediksi Jerman vs Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026 lengkap dengan statistik, head to head, susunan pemain, kondisi tim, dan prediksi skor akhir.
Johan Kristiandi - Senin, 29 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Jerman vs Paraguay: Die Mannschaft di Atas Angin
Piala Dunia
Brasil vs Jepang: Ancelotti Berharap Neymar Bisa Bermain Lebih Lama
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti berharap Neymar bisa mendapatkan menit bermain yang lebih banyak saat menghadapi Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 29 Juni 2026
Brasil vs Jepang: Ancelotti Berharap Neymar Bisa Bermain Lebih Lama
Lainnya
Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026, Catat Sejarah Baru
Kemenangan atas Korea Selatan tak hanya membuat Indonesia menjuarai AVC Cup 2026 untuk pertama kali, tetapi juga menjadi balas dendam yang sempurna.
BolaSkor - Senin, 29 Juni 2026
Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026, Catat Sejarah Baru
Piala Dunia
Ogah Cuma Jadi Pelengkap, Austria Tak Gentar Hadapi Spanyol
Melawan Spanyol, bek senior Austria David Alaba menegaskan timnya tidak datang hanya untuk menjadi pelengkap.
Yusuf Abdillah - Senin, 29 Juni 2026
Ogah Cuma Jadi Pelengkap, Austria Tak Gentar Hadapi Spanyol
Piala Dunia
Cedera Lutut Parah, Masa Depan Manuel Ugarte di Manchester United Jadi Tanda Tanya
Manchester United mengonfirmasi bahwa gelandang mereka, Manuel Ugarte, mengalami cedera ligamen lutut saat membela Uruguay dalam laga Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.
Yusuf Abdillah - Senin, 29 Juni 2026
Cedera Lutut Parah, Masa Depan Manuel Ugarte di Manchester United Jadi Tanda Tanya
Liga Indonesia
Persija Capai Kesepakatan Personal dengan Gelandang Bosnia Stjepan Loncar
Persija Jakarta dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan gelandang Bosnia, Stjepan Loncar. Negosiasi dengan NK Istra 1961 masih berlangsung dengan nilai transfer diperkirakan mencapai Rp5,1 miliar.
Rizqi Ariandi - Senin, 29 Juni 2026
Persija Capai Kesepakatan Personal dengan Gelandang Bosnia Stjepan Loncar
Piala Dunia
Hong Myung-bo Mundur dari Timnas Korsel, Jadi Pelatih Ketiga yang Jadi 'Korban' Piala Dunia 2026
Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri dari jabatan pelatih Korea Selatan setelah gagal membawa Taeguk Warriors melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 29 Juni 2026
Hong Myung-bo Mundur dari Timnas Korsel, Jadi Pelatih Ketiga yang Jadi 'Korban' Piala Dunia 2026
Hasil akhir
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Eustaquio Bawa Kanada ke 16 Besar
Timnas Kanada memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 1-0 atas Afrika Selatan pada laga babak 32 besar.
Yusuf Abdillah - Senin, 29 Juni 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Eustaquio Bawa Kanada ke 16 Besar
Jadwal
Jadwal dan Link Streaming 32 Besar Piala Dunia 2026: Afrika Selatan vs Kanada, Live TVRI Senin (29/6) Pukul 02.00 WIB
Afrika Selatan dan Kanada akan membuka rangkaian pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026, Senin (29/6).
Rizqi Ariandi - Minggu, 28 Juni 2026
Jadwal dan Link Streaming 32 Besar Piala Dunia 2026: Afrika Selatan vs Kanada, Live TVRI Senin (29/6) Pukul 02.00 WIB
Liga Indonesia
Mariano Peralta Terancam Batal ke Persija, Persib Kini Jadi Kandidat Terkuat
Persib disebut menjadi kandidat terkuat merekrut Mariano Peralta setelah negosiasi dengan Persija mandek. Faktor AFC Champions League jadi penentu.
Rizqi Ariandi - Minggu, 28 Juni 2026
Mariano Peralta Terancam Batal ke Persija, Persib Kini Jadi Kandidat Terkuat
Bagikan