Roberto Martinez Ungkap Penyebab Tinggalkan Timnas Belgia
BolaSkor.com - Roberto Martinez buka-bukaan terkait keputusan mundur dari kursi pelatih Timnas Belgia. Kekalahan atas Maroko nyatanya menjadi pemicu utama.
Martinez ditunjuk menangani Timnas Belgia usai gelaran Piala Eropa 2016. Ia kemudian berhasil membawa timnya menjadi ditakuti di Eropa dan dunia hingga sempat menduduki peringkat satu FIFA.
Namun generasi emas Belgia yang dipimpin Kevin De Bruyne nyatanya masih gagal untuk mempersembahkan. Piala Dunia 2022 dianggap sebagai kesempatan terakhir mereka untuk memenuhi ambisi tersebut.
Baca Juga:
Menilik Skuad Belgia di Piala Dunia 2022: Pembuktian Generasi Emas
Piala Dunia 2022: Roberto Martinez Berhenti Latih Timnas Belgia
Piala Dunia 2022, Percobaan Ketiga Roberto Martinez dengan Timnas Belgia
Sayang yang terjadi kemudian jauh dari yang dibayangkan. Alih-alih bersaing merebut gelar juara, Belgia harus tersingkir di fase grup.
Hasil imbang kontra Kroasia pada laga terakhir grup F memastikan kepulangan Belgia. The Red Devils hanya mampu duduk di peringkat ketiga.
Menariknya, Martinez sudah memberi tahu anak-anak asuhnya bahwa dirinya akan mengundurkan diri sebelum laga kontra Kroasia di mulai. Keputusan itu nyatanya diumumkan tepat setelah Belgia kalah mengejutkan dari Maroko pada laga kedua.
"Untuk Anda (media), sangat sulit untuk mendapatkan pesan saya akan berhenti. Namun tidak untuk para pemain," kata Martinez kepada Het Laatste Nieuws.
"Saya belum pernah melakukan ini sebelumnya dan berharap saya tidak perlu melakukannya lagi. Saya tidak bisa mengendalikan semua emosi lagi."
Kekalahan Belgia atas Maroko tampaknya sangat membuat kecewa Martinez. Padahal saat itu peluang timnya untuk lolos ke babak 16 besar masih terbuka.
Itu artinya, para pemain Belgia sadar duel kontra Kroasia bisa menjadi laga terakhir mereka di bawah asuhan Martinez andai gagal meraih kemenangan. Hal tersebut pun kemudian menjadi kenyataan.
Namun Martinez membantah ruang ganti Belgia dilanda perpecahan. Pengumumannya untuk mengundurkan diri justru meningkatkan motivasi para pemain untuk tampil maksimal kontra Kroasia.
"Apa yang terjadi di ruang ganti, tetap di ruang ganti karena itu adalah tempat yang sakral. Namun apakah para pemain berbicara satu sama lain? maka jawabannya ya," tambahnya.
'Fakta yang terjadi kebalikan dari apa yang diklaim media. Mereka disebut tidak peduli satu sama lain padahal situasinya jauh dari itu."
6.514
Berita Terkait
Rekap Transfer AC Milan pada Musim Dingin 2026: Pergerakan Lesu Rossoneri
Mauricio Souza Akui Mauro Zijlstra Makin Dekat ke Persija Jakarta
Prediksi dan Statistik Albacete vs Barcelona: Pantang Ulangi Kesalahan Real Madrid
Ivar Jenner Mendekat ke Dewa United Banten FC
Prediksi dan Statistik Arsenal vs Chelsea: The Gunners di Atas Angin
Arsenal vs Chelsea: The Blues Wajib Putus Rekor Buruk
Buntut Insiden Pelemparan Flare, CEO Inter Milan Puji Emil Audero
Prediksi dan Statistik Bologna vs AC Milan: Misi Menjaga Konsistensi
Dear Anak Dewa, Official Merchandise Dewa United Kini Hadir di Garuda Store GBK
Resmi, Maarten Paes Gabung Ajax Amsterdam