Ribuan Orang Hadir di Pemakaman Diego Maradona
BolaSkor.com - Argentina berduka. Pahlawan nasional mereka sekaligus idola sepak bola Diego Armando Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun diduga karena serangan jantung. Pemakamannya dibanjiri ribuan orang.
Maradona meninggal dunia di rumahnya setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat adanya penggumpalan darah di otaknya. Maradona diizinkan pulang ke rumah dan menjalani perawatan dengan didampingi tim medis.
Meninggalnya Diego Maradona direspons publik dengan ucapan belasungkawa, khususnya dari figur-figur sepak bola yang menjadikannya inspirasi serta mengenalnya karena pernah bertemu hingga mereka yang tak pernah bertemu sama sekali.
Terutamanya warga Argentina. Bagi mereka Maradona adalah dewa sepak bola, pahlawan nasional yang membawa timnas Argentina berjaya memenangi titel Piala Dunia 1986 yang berlangsung di Meksiko.
Baca Juga:
Maradona dan Sepak Bola Jalanan, Kombinasi Kecerdikan dan Nyali
Asal Mula Sebutan 'Tangan Tuhan' Maradona Jadi Mendunia
Diego Maradona, Legenda dan Pahlawan Sayap Kiri Amerika Latin
Pun demikian untuk fans Napoli karena Maradona memberikan dua Scudetto kepada tim berjuluk Il Partenopei itu. Napoli sampai ingin mengubah nama stadion San Paolo dengan menggunakan nama Diego Maradona.
Pemakaman Maradona yang berlangsung Jumat (27/11) pagi WIB menurut pandangan Mirror dibanjiri oleh warga Argentina dan fans. Tubuh Maradona dibawa ke pemakaman Bella Vista yang ada di pinggiran Buenos Aires.
Di sana Maradona dimakamkan dengan seremoni khusus yang hanya dihadiri teman terdekat dan keluarga. Pemakaman itu juga menjadi tempat peristirahatan terakhir orang tua Maradona. Presiden Argentina langsung menjadikan hari berkabung nasional setelah Maradona wafat.
"Dia (Maradona) seseorang yang menyentuh langit dengan tangannya tapi tak pernah mengangkat kakinya dari tanah," ucap Presiden Argentina, Alberto Fernandez.
Jalanan Buenos Aires dibanjiri fans dan berbaris melihat tubuh sang legenda untuk kali terakhir. Begitu besar kecintaan mereka kepada Maradona. Terlepas dari kehidupan di luar sepak bola yang pernah kecanduan obat terlarang, Diego Maradona adalah Diego Maradona.
Talenta alamiah dan kejeniusannya bermain sepak bola menyihir dunia dengan cara berbeda. Seperti halnya Lionel Messi berkata Maradona 'hidup' selamanya di hati orang-orang, nama Maradona tidak akan lekang oleh waktu di tiap generasinya.
Arief Hadi
16.325
Berita Terkait
7 Catatan Statistik Menarik Duel Leeds United vs Arsenal: The Gunners Nyaman di Elland Road
3 Pemain yang Ingin Direkrut AC Milan Jelang Penutupan Bursa Transfer Musim Dingin 2026
Jadwal AC Milan: Lawan Tampil di Kompetisi Eropa, Rossoneri Baru Bertanding pada Rabu (4/2)
Superkomputer Prediksi Juara Premier League: Peluang Arsenal Lebih dari 80 Persen
Hasil Drawing dan Bagan Play-off 16 Besar Liga Champions: Real Madrid Kembali Menghadapi Benfica
NOC Indonesia Yakin Kepemimpinan Sheikh Joaan Al Thani Perkuat Posisi Asia di Panggung Olahraga Dunia
AC Milan Gigit Jari, Leon Goretzka Lebih Pilih Gabung Atletico Madrid
Hasil Super League 2025/2026: Shayne Pattynama Debut, Persija Tempel Persib Usai Bungkam Persita
Ada Udang di Balik Batu, Real Madrid Putuskan Puasa Belanja Pemain pada Tengah Musim Ini
Erick Thohir Ungkap Ajakan Uji Coba untuk Timnas Indonesia dari Negara Asia Timur