Tak sia-sia menyematkan ’Macan Asia’, bayangkan saja, PSSI juga mampu menundukkan kesebelasan Rusia dengan kiper top dunia Lev Yashin, klub Locomotive dengan penembak maut Bubukin, sampai Grasshoppers dengan Roger Vollentein. Dan Ramang, selalu mendapat pengawalan ketat agar tidak lolos ke jantung pertahanan lawan.
Sayangnya, karier Ramang tak panjang. Tahun 1960, ia diskorsing karena dituduh menerima suap. Tahun 1962 dipanggil kembali untuk memperkuat PSM. Namun pamor dan karier cemerlang, sudah mulai runtuh. Pada usia 40 tahun, ia mengakhiri karirnya usai PSM menelan kekalahan dari klub Medan, Sumatera Utara.
Ramang akhirnya kerap menjadi pelatih sepak bola. Bupati Blitar, meminta Ramang menjadi pelatih sepak bola. Ia juga tercatat melatih di PSM dan Persipal Palu. Di Palu, ia dihadiahi satu hektar kebun cengkeh oleh masyarakat Donggala, Palu, karena prestasinya membawa Persipal menjadi satu tim yang disegani di Indonesia.
Waktu berkata lain, perlahan-lahan kepamorannya disingkirkan dengan alasan Ramang tidak memiliki selembar ijazah kepelatihan. Padahal selama ini, Ramang hanya memadukan pengalaman dan sedikit teori yang pernah ia dapatkan dari Tony Pogacknis, mantan pelatihnya di PSSI.
Suatu malam di tahun 1981, sehabis melatih anak-anak PSM dengan jabatan sebagai asisten pelatih, Ramang pulang dengan pakaian basah dan membuatnya sakit. Enam tahun ia menderita sakit di bagian paru-parunya. Hidupnya surut dan tidak setangguh kejayaannya, ia terkurai lemah tanpa pengobatan ke rumah sakit karena kekurangan biaya.
Pada tanggal 26 September 1987, di usia 59 tahun, sakit paru-paru yang dideranya tak juga pulih. Indonesia berduka. Seorang legenda sepak bola yang pernah menjayakan dan menjadikan sepak bola Indonesia sebagai ‘Macan Asia’ hingga mancanegara ini, meninggal dunia di rumah sederhana di Jalan Andi Mappanyuki, Makassar, Sulawesi Selatan.
Ramang meninggalkan istri, Hj, Sarinah dan tujuh anaknya; Rauf Ramang, Ratna Ramang, Anwar Ramang, Arsyad Ramang, dan tiga anak lainnya yang sudah meninggal dunia. Tahun 1995, istrinya meninggal dunia. Jasadnya dimakamkan satu lubang kuburan dengan Ramang di pemakaman Panaikang, Makassar.Ramang, Macan Gol Indonesia di Masa Lalu
Ramang, Macan Gol Indonesia di Masa Lalu
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Tak sia-sia menyematkan ’Macan Asia’, bayangkan saja, PSSI juga mampu menundukkan kesebelasan Rusia dengan kiper top dunia Lev Yashin, klub Locomotive dengan penembak maut Bubukin, sampai Grasshoppers dengan Roger Vollentein. Dan Ramang, selalu mendapat pengawalan ketat agar tidak lolos ke jantung pertahanan lawan.
Sayangnya, karier Ramang tak panjang. Tahun 1960, ia diskorsing karena dituduh menerima suap. Tahun 1962 dipanggil kembali untuk memperkuat PSM. Namun pamor dan karier cemerlang, sudah mulai runtuh. Pada usia 40 tahun, ia mengakhiri karirnya usai PSM menelan kekalahan dari klub Medan, Sumatera Utara.
Ramang akhirnya kerap menjadi pelatih sepak bola. Bupati Blitar, meminta Ramang menjadi pelatih sepak bola. Ia juga tercatat melatih di PSM dan Persipal Palu. Di Palu, ia dihadiahi satu hektar kebun cengkeh oleh masyarakat Donggala, Palu, karena prestasinya membawa Persipal menjadi satu tim yang disegani di Indonesia.
Waktu berkata lain, perlahan-lahan kepamorannya disingkirkan dengan alasan Ramang tidak memiliki selembar ijazah kepelatihan. Padahal selama ini, Ramang hanya memadukan pengalaman dan sedikit teori yang pernah ia dapatkan dari Tony Pogacknis, mantan pelatihnya di PSSI.
Suatu malam di tahun 1981, sehabis melatih anak-anak PSM dengan jabatan sebagai asisten pelatih, Ramang pulang dengan pakaian basah dan membuatnya sakit. Enam tahun ia menderita sakit di bagian paru-parunya. Hidupnya surut dan tidak setangguh kejayaannya, ia terkurai lemah tanpa pengobatan ke rumah sakit karena kekurangan biaya.
Pada tanggal 26 September 1987, di usia 59 tahun, sakit paru-paru yang dideranya tak juga pulih. Indonesia berduka. Seorang legenda sepak bola yang pernah menjayakan dan menjadikan sepak bola Indonesia sebagai ‘Macan Asia’ hingga mancanegara ini, meninggal dunia di rumah sederhana di Jalan Andi Mappanyuki, Makassar, Sulawesi Selatan.
Ramang meninggalkan istri, Hj, Sarinah dan tujuh anaknya; Rauf Ramang, Ratna Ramang, Anwar Ramang, Arsyad Ramang, dan tiga anak lainnya yang sudah meninggal dunia. Tahun 1995, istrinya meninggal dunia. Jasadnya dimakamkan satu lubang kuburan dengan Ramang di pemakaman Panaikang, Makassar.Berita Terkait
Timnas
Timnas Indonesia vs Singapura, Simak Panduan Naik Shuttle Bus Gratis di SUGBK
PSSI dan Pemprov DKI Jakarta menyiapkan shuttle bus gratis untuk suporter FIFA ASEAN Cup 2026 menuju SUGBK pada Jumat (25/9).
Rizqi Ariandi - Jumat, 25 September 2026
Timnas
Tinjau Kesiapan FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung, Erick Thohir Didampingi KDM dan Muhammad Farhan
Erick Thohir meninjau kesiapan venue FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung. Simak kondisi Si Jalak Harupat, Sidolig, ITB, dan SPOrT Jabar.
Arief Hadi - Kamis, 24 September 2026
Liga Indonesia
Erick Thohir Pastikan Persija Tak Bisa Pakai SUGBK untuk Hadapi Java United
Persija Jakarta tidak bisa menggunakan SUGBK saat menjamu Java United pada pekan ketiga Super League 2026/2027 karena persiapan FIFA ASEAN Cup 2026.
Rizqi Ariandi - Senin, 14 September 2026
Liga Indonesia
Musim Ke-10 di Liga Indonesia, Marc Klok Ingin Buat Sejarah dengan Persib Bandung
Memasuki musim ke-10 di Liga Indonesia, Marc Klok ingin membuat sejarah bersama Persib Bandung dan membidik gelar juara keempat secara beruntun.
Arief Hadi - Kamis, 03 September 2026
Liga Indonesia
Super League 2026/2027 Tetap Didukung BRI, Grup Emtek Kembali Jadi Official Broadcaster
Super League 2026/2027 kembali didukung BRI sebagai sponsor utama dan Grup Emtek sebagai official broadcaster. Simak jadwal kick off dan laga pembuka.
Rizqi Ariandi - Rabu, 02 September 2026
Liga Indonesia
Erick Thohir Punya Misi Besar di Super League: Tak Ada 'Super Club'
Erick Thohir ingin kekuatan klub BRI Super League 2026/2027 lebih merata. PSSI dan I League memperkuat standar club licensing menjadi 7 aspek.
Rizqi Ariandi - Selasa, 01 September 2026
Liga Indonesia
Indonesia Women's League: Estella Loupattij ke Dewa United, Isabelle Nottet Tak Gabung Persija
Estella Loupattij dan Isabelle Nottet dipastikan tampil di IWL 2026/2027. Estella bergabung dengan Dewa United, sedangkan Isabelle ke Persikad Depok.
Rizqi Ariandi - Minggu, 23 Agustus 2026
Liga Indonesia
Nagita Slavina Kagum dengan Antusiasme Srikandi Merdeka Cup 2026, Tembus 3 Juta Views
Nagita Slavina takjub melihat antusiasme sepak bola putri di Srikandi Merdeka Cup 2026 yang tayang di RANS Entertainment.
Rizqi Ariandi - Kamis, 20 Agustus 2026
Liga Indonesia
Nagita Slavina Ungkap RANS Entertainment Akan Siarkan Indonesia Women's League 2026/2027
RANS Entertainment berpeluang menjadi official broadcaster IWL 2026/2027 yang dimulai 17 Oktober. PSSI menyebut pembicaraan hak siar masih berlangsung.
Rizqi Ariandi - Kamis, 20 Agustus 2026
Liga Indonesia
GIC 2026 Makin Kompetitif dan Meriah, Ada 13 Negara dan Kategori Putri
Garuda International Cup (GIC) 2026 siap bergulir mulai 19 sampai 23 Agustus 2026.
Tengku Sufiyanto - Rabu, 12 Agustus 2026