Ramang, Macan Gol Indonesia di Masa Lalu

BolaSkorBolaSkor - Selasa, 12 November 2013
Ramang, Macan Gol Indonesia di Masa Lalu
Ramang, Macan Gol Indonesia di Masa Lalu
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Patung berwajah seorang pria yang sedang membawa bola, telah runtuh dari penyanggah prasasti. Tak ada lagi patung itu, yang dulunya berdiri di pintu utara bagian depan lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan. Memang hanya sebuah patung. Namun, sosok itu adalah Ramang. Sang legendalis sepak bola Indonesia era 50 sampai 60-an. Kini ia memang sudah tiada. Jasadnya terkulai di Pemakaman Panaikang, Makassar. Namun, ia punya kenangan luar biasa bagi bentangan sejarah sepa kbola Indonesia. Ia bahkan menjadi sosok yang paling ditakuti dan menjadi ikon keemasan sepak bola Indonesia yang pernah dijuluki ‘Macan Asia’. “Sejarah sepak bola negeri ini (Indonesia) pernah mencatat sosoknya. Sang ‘raja’ gol yang ditakuti semua lawannya di dunia. Namun ternyata, sejarah juga yang mencoba untuk melupakannya,” tutur Anwar Ramang, anak kedua Ramang. timthumbRamang tak pernah ada yang tahu, kapan pastinya ia dilahirkan. Tak ada catatan penting bayi Ramang. Yang teringat, ia dilahirkan di Barru, Sulawesi Selatan tahun 1928. Ayahnya bernama Nyo’lo, jagoan sepakraga yang sehari-hari menjadi ajudan Raja Gowa Djondjong Karaenta Lemamparang. Ramang kecil sudah gemar bermain bola. Kali pertama ia bergabung dalam tim sepak bola kota kelahirannya, Bond Barru. Namun menjelang proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945, bersama istrinya, Sarinah, ia pindah ke Makassar dengan meninggalkan usaha warung kopi. Tapi surut dengan kegemarannya, bermain bola. Namun gara-gara bola juga, kondisi ekonominya morat-marit. Untuk menghidupi keluarganya, Ramang menyambi hidupnya menjadi seorang kenek truk, hingga menjadi tukang becak. Pada tahun 1947, melalui sebuah klub bernama Persis (Persatuan Sepak bola Induk Sulawesi) ia ikut kompetisi di Kota Makassar. Pada sebuah pertandingan, ia mencetak enam gol dan membuat klubnya menang 9-0. Sejak penampilan hebat itulah, ia akhirnya direkrut PSM yang waktu itu bernama Makassar Voetbal Bond (MVB). Setelah itu, Ramang bukan sekedar menjadi pemain PSM. Kehebatannya mencetak gol dari segala posisi, PSM kerap menjuarai kompetesi perserikatan. Tak ayal, PSM akhirnya lebih dikenal dengan julukan "Pasukan Ramang". Pada tahun 1952, PSSI terpicut. Tak pernah dibayangkan bergabung dengan PSSI. Ramang dijadikan andalan sebagai penyerang. Dan sejak itulah, ia kerap keliling Indonesia dan keliling dunia. Tahun 1954, ia bertanding ke negara Asia. Di laga itu, dari 25 gol yang dicetak tim Indonesia, 19 gol disarangi Ramang. Sejak itulah, sepak bola Indonesia makin diperhitungkan di kancah Internasional. Tak hanya Asia yang pernah ditaklukkan, Yugoslavia yang gawangnya dijaga Beara (salah satu kiper terbaik dunia waktu itu) dan diperkuat "si kaki emas" Raymond Kopa juga takluk. Ramang-ins4Tak sia-sia menyematkan ’Macan Asia’, bayangkan saja, PSSI juga mampu menundukkan kesebelasan Rusia dengan kiper top dunia Lev Yashin, klub Locomotive dengan penembak maut Bubukin, sampai Grasshoppers dengan Roger Vollentein. Dan Ramang, selalu mendapat pengawalan ketat agar tidak lolos ke jantung pertahanan lawan. Sayangnya, karier Ramang tak panjang. Tahun 1960, ia diskorsing karena dituduh menerima suap. Tahun 1962 dipanggil kembali untuk memperkuat PSM. Namun pamor dan karier cemerlang, sudah mulai runtuh. Pada usia 40 tahun, ia mengakhiri karirnya usai PSM menelan kekalahan dari klub Medan, Sumatera Utara. Ramang akhirnya kerap menjadi pelatih sepak bola. Bupati Blitar, meminta Ramang menjadi pelatih sepak bola. Ia juga tercatat melatih di PSM dan Persipal Palu. Di Palu, ia dihadiahi satu hektar kebun cengkeh oleh masyarakat Donggala, Palu, karena prestasinya membawa Persipal menjadi satu tim yang disegani di Indonesia. Waktu berkata lain, perlahan-lahan kepamorannya disingkirkan dengan alasan Ramang tidak memiliki selembar ijazah kepelatihan. Padahal selama ini, Ramang hanya memadukan pengalaman dan sedikit teori yang pernah ia dapatkan dari Tony Pogacknis, mantan pelatihnya di PSSI. Suatu malam di tahun 1981, sehabis melatih anak-anak PSM dengan jabatan sebagai asisten pelatih, Ramang pulang dengan pakaian basah dan membuatnya sakit. Enam tahun ia menderita sakit di bagian paru-parunya. Hidupnya surut dan tidak setangguh kejayaannya, ia terkurai lemah tanpa pengobatan ke rumah sakit karena kekurangan biaya. Pada tanggal 26 September 1987, di usia 59 tahun, sakit paru-paru yang dideranya tak juga pulih. Indonesia berduka. Seorang legenda sepak bola yang pernah menjayakan dan menjadikan sepak bola Indonesia sebagai ‘Macan Asia’ hingga mancanegara ini, meninggal dunia di rumah sederhana di Jalan Andi Mappanyuki, Makassar, Sulawesi Selatan. Ramang meninggalkan istri, Hj, Sarinah dan tujuh anaknya; Rauf Ramang, Ratna Ramang, Anwar Ramang, Arsyad Ramang, dan tiga anak lainnya yang sudah meninggal dunia. Tahun 1995, istrinya meninggal dunia. Jasadnya dimakamkan satu lubang kuburan dengan Ramang di pemakaman Panaikang, Makassar.
Asia Macan Gol Indonesia di Masa Lalu Ramang Lev Yashin Grasshoppers Makassar Voetbal Bond (MVB) Raymond Kopa Pssi Makassar Stade de Reims Persis (Persatuan Sepak bola Induk Sulawesi) Sarinah Psm Raja Gowa Djondjong Karaenta Lemamparang Legendalis Karebosi
Ditulis Oleh

BolaSkor

Admin Bolaskor.com
Posts

11.375

Berita Terkait

Timnas
PSSI Ingin Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026 untuk Kembalikan Kepercayaan Publik
Kepercayaan publik terhadap Timnas Indonesia menurun pasca kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Gelar Piala AFF 2026 diharapkan bisa jadi pemicu.
Rizqi Ariandi - Selasa, 02 Juni 2026
PSSI Ingin Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026 untuk Kembalikan Kepercayaan Publik
Timnas
Ketua BTN Sumardji Ungkap Perkembangan Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker
Luke Vickery dan Mitchell Baker tengah dipantau langsung kualitasnya oleh John Herdman dalam TC Timnas Indonesia di Jakarta.
Rizqi Ariandi - Selasa, 02 Juni 2026
Ketua BTN Sumardji Ungkap Perkembangan Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker
Timnas
PSSI Pilih Pakansari dan SUGBK Jadi Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
PSSI mengajukan Stadion Pakansari sebagai kandang Timnas Indonesia untuk dua laga fase grup Piala AFF 2026. Apa alasannya?
Rizqi Ariandi - Sabtu, 30 Mei 2026
PSSI Pilih Pakansari dan SUGBK Jadi Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Timnas
PSSI Rilis Harga Tiket Laga Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik, Termurah Rp300 Ribu
Penjualan tiket pertandingan Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik akan dibuka mulai 22 Mei. Bagaimana caranya?
Rizqi Ariandi - Rabu, 20 Mei 2026
PSSI Rilis Harga Tiket Laga Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik, Termurah Rp300 Ribu
Timnas
John Herdman Disebut Ajukan Lima Pemain Keturunan untuk Dinaturalisasi
Siapa lima pemain keturunan yang akan dinaturalisasi untuk menambah kekuatan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?
Rizqi Ariandi - Rabu, 13 Mei 2026
John Herdman Disebut Ajukan Lima Pemain Keturunan untuk Dinaturalisasi
Timnas
Timnas Indonesia Satu Grup dengan Jepang di Piala Asia 2027, Exco PSSI: Menggairahkan!
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, antusias dengan hasil drawing Piala Asia 2027 yang menempatkan Timnas Indonesia satu grup dengan Jepang.
Rizqi Ariandi - Selasa, 12 Mei 2026
Timnas Indonesia Satu Grup dengan Jepang di Piala Asia 2027, Exco PSSI: Menggairahkan!
Piala Asia
Indonesia Digantung AFC, Bidding Tuan Rumah Piala Asia 2031 Belum Jelas
Nasib Indonesia sebagai calon tuan rumah Piala Asia 2031 menjadi tidak jelas. Ini setelah AFC menunda proses bidding.
Rizqi Ariandi - Rabu, 22 April 2026
Indonesia Digantung AFC, Bidding Tuan Rumah Piala Asia 2031 Belum Jelas
Liga Indonesia
Mengutuk Keras Insiden 'Tendangan Kungfu'! PSSI Berharap Komdis Beri Hukuman Berat untuk Eks Pemain Timnas U-17
Insiden ini terjadi begitu pertandingan berakhir yang dimenangkan Dewa United dengan skor 2-1.
Tengku Sufiyanto - Selasa, 21 April 2026
Mengutuk Keras Insiden 'Tendangan Kungfu'! PSSI Berharap Komdis Beri Hukuman Berat untuk Eks Pemain Timnas U-17
Timnas
Merayakan 96 Tahun PSSI: Mengenang Akar Persatuan di Gelora Delta Sidoarjo
PSSI peringati HUT ke-96 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo secara khidmat. Dihadiri para legenda, PSSI tegaskan komitmen menuju Piala Dunia 2030 dan esensi persatuan.
Arief Hadi - Senin, 20 April 2026
Merayakan 96 Tahun PSSI: Mengenang Akar Persatuan di Gelora Delta Sidoarjo
Liga Indonesia
Ada Piala AFF, Erick Thohir Beri Sinyal Super League Musim Depan Dimulai September
Super League musim depan dijadwalkan akan dimulai pada September 2026. Untuk mengisi kekosongan kompetisi, PSSI akan menggulirkan Piala Presiden.
Rizqi Ariandi - Minggu, 19 April 2026
Ada Piala AFF, Erick Thohir Beri Sinyal Super League Musim Depan Dimulai September
Bagikan