Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ramai Membahas Professional Foul Federico Valverde yang Dibanjiri Pujian Publik

Professional Foul yang dilakukan Federico Valverde dianggap sebagai pengamatan yang baik pada pertandingan.
Arief HadiArief Hadi - Senin, 13 Januari 2020
Ramai Membahas Professional Foul Federico Valverde yang Dibanjiri Pujian Publik
Tekel Federico Valverde kepada Alvaro Morata (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Real Madrid keluar sebagai pemenang di Derby Madrid pada final Piala Super Spanyol 2020. Bermain di King Adbullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Madrid menang 4-1 dari drama adu penalti kontra Atletico Madrid setelah laga berakhir imbang tanpa gol di waktu normal, Senin (13/01) dini hari WIB.

Saul Niguez dan Thomas Partey jadi dua eksekutor Atletico yang gagal menjalankan tugasnya, sementara empat penendang Real Madrid: Sergio Ramos, Luka Modric, Rodrygo, dan Dani Carvajal menuntaskan pekerjannya dengan baik.

Sorotan dari laga itu bukan hanya aksi hebat sembilan penyelamatan kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, melainkan momen ketika gelandang muda berusia 21 tahun, Federico Valverde, menerima kartu merah di menit 115 karena menjatuhkan Alvaro Morata.

Baca Juga:

Real Madrid Juara Piala Super Spanyol, Magis Final Zinedine Zidane Masih Tokcer

4 Fakta Menarik dari Derby Madrid di Final Piala Super Spanyol

Kisah Miris di Balik Gemerlap Piala Super Spanyol

Walau pelanggaran yang dilakukan Valverde memicu keributan kedua tim dan kartu merah untuknya, apa yang dilakukan pemain berpaspor Uruguay diapresiasi oleh publik dan bahkan pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone.

Valverde melakukan pelanggaran yang dinamakan Professional Foul dalam istilah sepak bola. Valverde tahu jika Morata dibiarkan berlari setelah melewati pertahanan lawan maka ada kans besar ia mencetak gol. Valverde, sebagai orang terakhir dan terdekat dengan Morata, memilih menjatuhkannya.

Perjudiannya berhasil. Valverde kalah dalam pertempuran melawan Real Madrid tapi memenangi 'perang' dengan tekelnya itu. Laga berakhir tanpa gol dan Real Madrid menang di drama adu penalti.

Federico Valverde dan Diego Simeone

"Itu (tekel Valverde kepada Morata) adalah momen terpenting dalam pertandingan," ucap Diego Simeone di Marca.

"Saya memberitahunya bahwa ada pemain yang akan melakukan hal yang sama jika ada di situasinya itu. Saya pikir memberikan Valverde Man of the Match masuk akal karena Valverde memenangkan pertandingan dengan aksi tersebut."

Cedera Valverde memang parah dan bisa saja membuat Morata cedera serius. Namun jika dilihat secara menyeluruh, tindakkan Valverde dapat dimaklumi demi kepentingan tim.

"Itu (tekel Valverde) tidak baik untuk dilihat, tetapi dia melakukannya untuk menghentikan kami mencetak gol," tambah kiper Atletico Madrid, Jan Oblak.

"Itu kartu merah yang jelas, artinya kami tidak memiliki peluang nyata yang seharusnya kami miliki. Kami mengontrol pertandingan dengan baik. Ada saat-saat ketika mereka lebih banyak menguasai bola, tetapi kami berbahaya pada serangan balik."

Valverde juga telah meminta maaf kepada Morata setelah menjatuhkannya dengan keras. Dia juga mengakui mendapatkan dukungan dari Zinedine Zidane dan Diego Simeone.

"Saya sudah meminta maaf (kepada Morata). Tidak baik apa yang saya lakukan, tetapi saya harus melakukan itu. Saya senang untuk trofi," kata Fede Valverde.

"Ketika penalti berakhir saya menunggu dan kemudian saya berlari (ke lapangan melakukan selebrasi). Mereka memberi selamat kepada saya, tapi itu untuk semua orang."

"Bagi mereka yang bermain, mereka yang tidak dan mereka yang memberi saran di babak pertama. Ini kemenangan tim," lanjut Valverde.

"Mereka (Zidane dan Simeone) mendukung saya. Saya tahan dengan kemarahan karena saya meninggalkan tim saya dengan satu pemain lebih sedikit, tetapi mereka ada di sana untuk membantu saya. Simeone juga mendatangi saya dan bukan sembarang orang yang melakukan ini," pungkas Valverde.

Breaking News Federico Valverde Real Madrid Atletico Madrid Piala Super Spanyol

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Piala Dunia
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
FIFA resmi menunjuk wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, untuk memimpin pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Liga Indonesia
Persija Rekrut Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka dengan Skema Transfer
Persija Jakarta resmi merekrut gelandang Jepang Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka dengan kontrak dua tahun. Eks Daegu FC itu diproyeksikan memperkuat lini tengah Macan Kemayoran di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Persija Rekrut Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka dengan Skema Transfer
Bagikan