BolaSkor.com - PSSI buka suara setelah dituding tak profesional oleh pesepak bola putri keturunan Belanda, Djenna de Jong.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, mengatakan pemilihan pemain Timnas Putri Indonesia sepenuhnya merupakan wewenang dari pelatih kepala, Satoru Mochizuki.
Menurut penjelasan Vivin, Djenna sempat dua kali diundang PSSI untuk mengikuti trial. Pada kesempatan pertama, Djenna tidak memenuhi undangan tersebut.
Djenna baru bergabung saat Timnas Putri Indonesia menggelar pemusatan latihan di Jepang akhir Februari 2025. Saat itu Djenna datang bersama pemain keturunan lainnya, yakni Felicia de Zeeuw.
Baca Juga:
Timnas Putri Indonesia Satu Grup dengan Taiwan hingga Pakistan di Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026
"Bahwa semua proses pemilihan pemain perlu penilaian teknis dari coach Mochi (Satoru Mochizuki) dan tim pelatih. Karena dia cedera, ya enggak bisa ada penilaian," kata Vivin saat dihubungi wartawan.
"Djenna dua kali diundang trial, yang pertama dibatalkan dengan alasan sakit. Dan yang kedua datang, tetapi belum pernah bisa menunjukkan permainan dengan alasan cedera dan selama (TC) di Jepang, Djenna belum pernah sekalipun ikut berlatih sehingga coach Mochi belum bisa memberikan rekomendasi," ujarnya menambahkan.
Vivin mengatakan PSSI tidak bisa melanjutkan proses naturalisasi Djenna karena tidak ada 'lampu hijau' dari Satoru Mochizuki selaku pelatih Timnas Putri Indonesia.
"Keputusan pemilihan pemain itu dari head coach dan semua melalui prosedur scouting yang transparan," ucap Vivin.
Lebih lanjut, PSSI menghormati keputusan Djenna yang pada akhirnya memutuskan tidak ingin bermain untuk Garuda Pertiwi.
"Dan juga pasti PSSI tidak akan intervensi keputusan coach Mochi," tegas Vivin.
Djenna de Jong Tuding PSSI Tak Profesional