Profil Luis Diaz: Cristiano Ronaldo-nya Kolombia yang Diburu Liverpool dan MU

Luis Diaz menarik perhatian klub-klub besar Eropa.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Jumat, 28 Januari 2022
Profil Luis Diaz: Cristiano Ronaldo-nya Kolombia yang Diburu Liverpool dan MU
Luis Diaz (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Bursa transfer musim dingin tahun ini diwarnai persaingan antara Liverpool dan Manchester United. Dua raksasa Inggris dikabarkan tertarik meminang Luis Diaz.

Tidak sembarang pemain bisa diminati Liverpool dan Manchester United. Luis Diaz yang kini memperkuat FC Porto tentu memiliki kualitas individu di atas rata-rata.

Liverpool lebih dulu mengamati sepak terjang Diaz. Winger berkebangsaan Kolombia itu sempat dua kali dihadapi tim asuhan Jurgen Klopp pada fase grup Liga Champions 2021-2022.

Ketertarikan Liverpool mulai terlihat sejak akhir November silam. Kebetulan The Reds butuh winger baru untuk menjadi pesaing Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Dua nama terakhir kebetulan akan absen selama hampir satu bulan karena tampil di Piala Afrika 2021. Padahal Liverpool masih terlibat dalam perburuan gelar.

Manchester United kemudian ikut memburu Diaz. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya pemandu bakat Setan Merah saat Porto mengalahkan Famalicao dalam lanjutan Liga Portugal, akhir pekan lalu.

Dalam laga tersebut, Porto meraih kemenangan dengan skor 3-1. Diaz turut menyumbang satu gol.

Diaz merupakan winger modern yang bisa bermain di kedua sisi dengan baik. Julukan sebagai Cristiano Ronaldo dari Kolombia sudah menggambarkan kemampuannya.

Namun usaha Liverpool dan Manchester United untuk mendapatkan Diaz tidak akan mudah terwujud. Porto sudah menetapkan klausul penjualannya di angka 67 juta poundsterling.

BolaSkor.com telah mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait Luis Diaz. Berikut rangkumannya:

1. Berasal dari Suku Tradisional Kolombia

Pemain bernama lengkap Luis Fernando Diaz Marulanda ini lahir di Barrancas yang merupakan wilayah paling utara Kolombia pada 13 Januari 1997. Ia keturunan suku Wayuu yang dikenal memiliki sejumlah tradisi dan ritual kuno.

Diaz menjadi pesepak bola top pertama dari komunitas Wayuu dan wilayah Barrancas yang berstatus daerah miskin di Kolombia. Kondisi itu membuat sepak bola kurang berkembang di sana.

Seperti kebanyakan suku Wayuu, Diaz punya karakter pendiam dan tertutup. Hal ini membuat kariernya berjalan lambat.

Diaz bahkan tidak mengenyam pendidikan sepak bola usia dini secara formal. Ia mengolah skill olah bola secara otodidak.


2. Bakatnya Ditemukan Legenda Kolombia

Carlos Valderrama

Diaz bisa dibilang terlambat bersinar. Bakat besarnya baru terpantau saat berusia 18 tahun.

Carlos Valderrama yang berstatus legenda Kolombia menjadi penemu bakat Diaz. Ia saat itu tengah mencari pemain untuk tampil Di sebuah turnamen antar masyarakat adat Amerika Selatan bertajuk Copa Americana de Pueblos Indigenas.

Momen itu terjadi pada 2015. Valderrama terkesan dengan kemampuan dribel dan kecepatan Diaz yang telah berusia 18 tahun.

Valderrama awalnya sempat ragu dengan postur tubuh Diaz yang kurus. Namun keraguan itu dijawab sang pemain dengan penampilan apik.

Kolombia asuhan Valderrama mampu melaju ke final. Setahun berselang, Diaz memulai karier profesionalnya bersama Barranquilla yang berlaga di divisi dua liga Kolombia.


3. Panggilan Pertama Timnas

Setahun berselang, Diaz pindah ke Atletico Junior yang berlaga di kasta tertinggi. Kemampuan dan kondisi fisiknya kian terasah dengan baik.

Diaz kemudian mendapat panggilan memperkuat Timnas senior Kolombia pada jeda internasional Agustus 2018. Saat itu Los Cafeteros akan melakoni dua laga uji coba kontra Venezuela dan Argentina.

Diaz tak mendapat menit bermain kontra Venezuela. Ia baru melakoni debut saat bermain imbang tanpa gol kontra Argentina.

Dalam pertandingan tersebut, Diaz hanya tampil selama 12 menit. Ia masuk menggantikan Juan Cuadrado.

Diaz mencetak gol pertamanya untuk Kolombia saat beruji coba dengan Korea Selatan pada Maret 2019. Sayang, ketika itu timnya takluk 1-2.

Sejak saat itu, Diaz mulai menjadi langganan Timnas Kolombia. ia bahkan sudah tampil di dua turnamen akbar yaitu Copa America 2019 dan 2021.


4. Berkarier di Eropa

Sepak terjang Diaz di Kolombia turut dipantau klub-klub Eropa. Cardiff City sempat mencoba memboyongnya pada tahun 2018.

Setahun berselang, giliran Zenit Saint Petersburg yang datang menggoda. Namun Diaz akhirnya memilih berlabuh di Porto.

Ada alasan menarik di balik keputusan Diaz pindah ke Porto. Ia ingin mengikuti jejak dua seniornya yaitu Radamel Falcao dan James Rodriguez.

Falcao dan James menjadikan Porto sebagai batu loncatan sebelum pindah ke klub besar Eropa. Diaz berharap nasib serupa juga dialaminya.


5. Bersinar di Copa America 2021

Gol spektakuler ke gawang Brasil

Nama Diaz kian menjadi sorotan usai tampil apik pada gelaran Copa America 2021. Meski gagal membawa negaranya ke final, tetapi dia sukses menjadi top skorer bersama Lionel Messi dengan empat gol.

Diaz juga mampu membobol gawang Brasil dan Argentina yang akhirnya menjadi finalis. Gol ke gawang Tim Samba bahkan tercipta dengan indah lewat tembakan salto yang spektakuler.

Luis Diaz FC Porto Timnas Kolombia Sosok Breaking News

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

Timnas
Daftar Lengkap Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026: Rizky Ridho Masih Ada, Beckham Putra Dicoret
PSSI merilis daftar 23 pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Rizky Ridho masuk skuad, sementara Beckham Putra dan Eliano Reijnders dicoret.
Gazza Roosaryatama - Jumat, 18 September 2026
Daftar Lengkap Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026: Rizky Ridho Masih Ada, Beckham Putra Dicoret
Timnas
Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 dan Daftar Harganya
Simak cara beli tiket Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 melalui Kita Garuda, lengkap dengan harga tiket mulai Rp100 ribu dan jadwal pertandingannya.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 dan Daftar Harganya
Timnas
Jay Idzes Patah Hati Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Jay Idzes dipastikan absen di FIFA ASEAN Cup 2026 karena cedera paha. Kapten Timnas Indonesia itu mengaku patah hati dan tetap dukung perjuangan Garuda.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Jay Idzes Patah Hati Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Liga Indonesia
Persija Ajukan Banding atas Sanksi Komdis PSSI
Persija Jakarta akan mengajukan banding atas sanksi Komdis PSSI berupa larangan dua laga kandang dan denda total Rp130 juta.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Persija Ajukan Banding atas Sanksi Komdis PSSI
Ragam
Floyd Samba, Putra Legenda Blackburn Rovers yang Mencuri Perhatian Bareng Manchester City di Piala Liga
Floyd Samba mencetak dua gol pada debut bersama Manchester City. Striker 17 tahun itu merupakan putra mantan bek Blackburn Rovers, Christopher Samba.
Arief Hadi - Jumat, 18 September 2026
Floyd Samba, Putra Legenda Blackburn Rovers yang Mencuri Perhatian Bareng Manchester City di Piala Liga
Liga Indonesia
Cara Menonton dan Link Streaming Persebaya vs Garudayaksa, Live di Sini!
Persebaya vs Garudayaksa, pekan ketiga Super League 2026/2027, di Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9), pukul 15.30 WIB, Live Indosiar dan Vidio.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Persebaya vs Garudayaksa, Live di Sini!
Liga Indonesia
Cara Menonton dan Link Streaming Persija vs Java United, Live di TV Nasional
Persija Jakarta vs Java United, pekan ketiga Super League 2026/2027, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Sabtu (19/9), pukul 19.00 WIB, Live Indosiar.
Rizqi Ariandi - Jumat, 18 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Persija vs Java United, Live di TV Nasional
Liga Indonesia
Persija Dihukum 2 Laga Usiran dan Denda Rp130 Juta Usai Kalahkan Persib
Persija Jakarta dijatuhi sanksi Komdis PSSI berupa dua laga kandang usiran dan denda Rp130 juta akibat insiden sebelum dan saat melawan Persib.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Persija Dihukum 2 Laga Usiran dan Denda Rp130 Juta Usai Kalahkan Persib
Liga Indonesia
Persija vs Java United Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
Persija Jakarta vs Java United digelar tanpa penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, karena Pilkades serentak di Gianyar pada 20 September.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Persija vs Java United Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
Basket
Dewa United Sudahi Kerja Sama dengan Agusti Julbe
Dewa United Basketball resmi menyudahi kerja sama dengan pelatih Agusti Julbe usai evaluasi performa di IBL dan BCL Asia 2026.
Gazza Roosaryatama - Kamis, 17 September 2026
Dewa United Sudahi Kerja Sama dengan Agusti Julbe
Bagikan