Profil Joaquin Correa: Banyak Jalan Menuju Milano

Sempat gagal ke Milano pada kesempatan pertama, kini Joaquin Correa berhasil mewujudkan mimpinya.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Senin, 06 September 2021
Profil Joaquin Correa: Banyak Jalan Menuju Milano
Joaquin Correa (Twitter Inter Milan)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Pepatah lama mengatakan banyak jalan menuju Roma. Namun, bagi Joaquin Correa, yang terjadi adalah banyak jalan menuju Milano.

Joaquin Correa lahir pada 13 Agustus 1994. Ia tumbuh di keluarga yang jauh dari kata kaya raya. Kedua orang tuanya, Julio Correa dan Irma, harus membanting tulang demi membuat dapur tetap mengepul. Bahkan, sang ayah harus bangun jam 4 pagi untuk bekerja.

Meskipun keadaan serbasulit, tetapi Joaquin Correa tidak pernah lupa akan mimpinya menjadi pemain sepak bola. Dengan bakat yang dimiliki, ia mendapatkan panggilan bermain untuk akademi River Plate pada usia 11 tahun.

Oleh karena itu, Correa angkat koper dari kampung halamannya di Juan Bautista Alberdi–sebuah kota yang namanya diambil dari cendekiawan paling terkenal di Argentina–pada provinsi Tucuman.

Namun, kisah Correa di River Plate hanya bertahan satu musim. Sang striker memilih kembali ke kampung halamanya. Ia tak kuasa menahan rindu pada keluarga. Kemudian, Correa masuk sekolah sepak bola Renato Cesarini di Rosario.

Baca juga:

5 Fakta Menarik Striker Anyar AC Milan, Junior Messias: Pernah Jadi Tukang Angkut Barang

5 Fakta Mengenai Takehiro Tomiyasu, Bek Jepang Baru Milik Arsenal

3 Hal yang Dapat Diberikan Saul Niguez untuk Chelsea

Menunjukkan bakat gemilang, Correa mencuat di radar Estudiantes de la Plata. Rupanya, itu adalah pintu yang membuka jalan El Tucu–julukan untuk Correa yang diambil dari nama wilayah kelahirannya–mewujudkan mimpinya.

Akhirnya, Correa pun memilih melanjutkan karier di Estudiantes. Penampilannya terus berkembang di rumah baru. Tak heran, Correa mendapatkan kesempatan debut pada laga tandang melawan Banfield, 19 Mei 2012. Ketika itu, usia El Tucu baru 17 tahun.

Correa masuk menggantikan Duvan Zapata ketika Estudiantes di ambang kemenangan karena sudah unggul 3-0. Pertandingan itu pun mewujudkan mimpi Correa lainnya yakni tampil bersama sang idola, Juan Sebastian Veron.

Kian hari kemampuan Correa semakin matang. Kini, saat yang penting bagi dirinya yakni melangkah ke jenjang berikutnya. Correa pengin mencoba peruntungan di sepak bola Eropa.

Correa mendapatkan bantuan dari Veron. Sang kompatriot membawanya ke Inter Milan pada 2012 untuk melakukan audisi selama dua pekan.

Sejatinya, penampilan Correa pada masa uji coba di Inter tidak terlalu mengecewakan. La Beneamata terpincut memboyong sang pemain ke Giuseppe Meazza.

Akan tetapi, titik terang sulit dicapai pada meja perundingan. Inter hanya berani mengeluarkan 700 ribu euro untuk mendapatkan Correa. Sementara itu, sang pemilik membanderol Correa senilai 2 juta euro.

Inter yang tidak ingin gegabah karena sebelumnya gagal dalam investasi Ricky Alvarez memilih mundur teratur. Walhasil, apa yang dibawa Correa kembali ke Argentina bukanlah selembar kontrak, melainkan foto bersama Javier Zanetti dan Alvaro Perreira.

Kegagalan menuju Milano tidak membuat Correa patah hati. Ia sadar, tak jarang perlu terbentur terlebih dahulu sebelum akhirnya terbentuk.

Correa memilih terus mengatrol kemampuannya ke tingkat yang lebih baik di Estudiantes. Selama membela Los Pincharratas, Correa mencatatkan lima gol dan lima assist dalam 58 penampilan.

Akhirnya, tawaran dari tim Eropa yang ditunggu-tunggu pun tiba. Kabarnya, Correa mendapatkan proposal dari sejumlah tim elite seperti Chelsea dan Paris Saint-Germain.

Menariknya, Correa lebih memilih bergabung dengan Sampdoria. Correa sadar, membela tim yang lebih kecil akan membuatnya punya peluang unjuk gigi lebih banyak. Apalagi, Veron juga mendukung Correa menjadikan Serie A sebagai sekolah berikutnya.

Akhirnya, kesepakatan antara Sampdoria dan Estudiantes tercapai. Il Samp mengucurkan 8,4 juta euro untuk mendapatkan Correa pada awal Januari 2015.

Correa hanya bertahan satu musim di Sampdoria. Ia bermain dalam 25 laga Serie A dengan catatan tiga gol. Pada saat itu, Correa sulit mengeluarkan kemampuan terbaik karena mengalami cedera otot pada pertengahan musim.

Meski demikian, harum nama Correa tercium hingga ke Spanyol. Sevilla yang memonitor Correa mengajukan tawaran 18,2 juta euro. Sampdoria yang melihat keuntungan dari transaksi memberikan lampu hijau.

Correa tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan Sevilla. Pada musim debutnya, Correa beraksi dalam 34 laga. Dari kesempatan itu, sang striker mengemas delapan gol dan tiga assist. Pada musim berikutnya, Correa semakin komplet sebagai pemain dengan bukti jumlah gol dan assist yang identik (tujuh).

Rupanya, takdir kembali membawa Correa ke Italia. Lazio menyodorkan tawaran 15,3 juta euro untuk mendapatkan tanda tangan Correa. Akhirnya, Correa diperkenalkan sebagai penggawa anyar Lazio pada musim panas 2018.

Dengan bekal pengetahuan sepak bola Italia yang sebelumnya didapat dan kemampuan yang jauh lebih matang berkat tempaan di Spanyol, Correa langsung tancap gas. Correa mendapatkan kepercayaan bermain dalam 44 laga. Ia membayarnya dengan torehan sembilan gol plus tujuh assist.

Berikutnya, Correa semakin menjadi kesayangan suporter Lazio. Ia menjadi bagian penting pada prestasi I Biancocelesti meraih titel Coppa Italia dan Piala Super Italia. Tottal, Correa mengemas 30 gol dan 18 assist dalam 117 penampilan.

Kesempatan unik dalam hidup Correa pun tiba. Ia mendapatkan tawaran dari Inter Milan, klub yang selama ini dikaguminya. Tanpa pikir panjang, Correa setuju menuju Il Biscione.

Namun, negosiasi Inter dan Lazio tidak serta-merta berjalan mulus. Maklum, Lazio dikenal sulit dibujuk melepas pemain pentingnya ke rival.

Akhirnya, setelah perundingan panjang, kedua klub berjabat tangan. Inter mendatangkan Correa dengan status pinjaman plus opsi memermanenkan yang juga bisa berubah menjadi kewajiban. Total, Inter harus membayar 30 juta euro yang dicicil selama tiga musim jika memilih menggenggam seutuhnya striker 27 tahun itu.

"Sekarang, saya berada pada titik penting dalam karier. Ada kesempatan besar datang dan saya memutuskan mengambilnya," tulis Correa dalam surat perpisahan dengan Lazio.

"Namun, itu bukan berarti saya melupakan tahun-tahun luar biasa ini. Sebuah kehormatan dan keistimewaan bisa menjadi bagian dari keluarga ini. Avanti Lazio."

Peran pelatih anyar Inter Milan, Simone Inzaghi, dalam membantu Correa memilih Inter juga tak kalah penting. Sebab, Correa memang ingin kembali berada di bawah asuhan Inzaghi.

"Adalah sebuah kebanggan dan tanggung jawab besar mendapatkan kesempatan bermain untuk juara Italia. Saya sangat ingin datang ke sini," kata Correa pada InterTV.

"Bagi saya, makna bergabung dengan Inter sangat besar. Saya ingin membantu tim dan tidak sabar menunjukkan apa yang bisa diberikan."

"Peran Inzaghi juga sangat penting bagi saya. Saya punya pilihan lain, tetapi memilih kembali bekerja sama dengan Inzaghi dan bermain untuk klub hebat ini."

Correa juga sedikit bernostalgia ketika melakukan uji coba di Inter, sembilan tahun lalu. "Saya masih ingat ketika datang ke sini pada usia yang sangat muda," kenang Correa.

"Itu perasaan yang luar biasa. Sekarang, saya sudah menjadi pemain lebih matang dan komplet."

Veron yang sebelumnya gagal membawa Correa ke Inter turut menyambut baik transfer yang akhirnya terwujud. Apalagi, Correa mengikuti jejaknya membela Nerazzurri.

"Sekarang, Correa di Inter Milan, tim yang pernah saya bela. Saya berharap dia akan bersenang-senang, seperti yang selalu saya lakukan. Italia adalah rumah bagi sepak bola. Saya selalu mengatakan itu," papar Veron pada La Gazetta dello Sport.

Correa memilih nomor punggung 19 di Inter Milan. Nomor tersebut memang kental dengan aroma Argentina. Sebelumnya, nomor punggung 19 pernah dikenakan Gabriel Batistuta, Esteban Cambiasso, Ruben Botta, dan Ever Banega. Maklum, menurut Transfermarkt, Correa adalah pemain ke-50 Argentina yang bermain untuk Inter.

Sang striker tidak butuh waktu lama untuk membuat nomor 19 tercatat di papan skor. Pada laga debut melawan Hellas Verona, Correa menjadi bintang kemenangan Inter.

Nerazzurri sempat mengalami kebuntuan ketika skor 1-1. Inzaghi mencoba mengubah taktik dengan memasukkan Correa menggantikan sang pencetak gol pertama, Lautaro Martinez, pada menit ke-74.

Correa langsung memberikan ucapan selamat datang dengan mendulang gol sembilan menit setelah masuk lapangan. Mendapatkan umpan silang Matteo Darmian dari sisi kanan, Correa melepaskan sundulan ke sisi kiri gawang yang sulit dicapai.

Bahkan, memasuki masa injury time, Correa kembali mencetak gol melalui tendangan jarak jauh. Inter pun unggul 3-1.

"Saya tidak pernah menyangka akan debut seperti ini. Ini adalah debut di mana saya bisa langsung memberikan kontribusi untuk tim. Saya ingin berterima kasih kepara rekan-rekanku yang membantu dalam dua hari terakhir," ulas Correa mengomentari debut manisnya.

Menurut Opta Paulo, Correa adalah pemain pertama yang mengemas brace pada laga debut untuk Inter Milan di Serie A dalam 10 tahu terakhir. Pemain terakhir yang melakukannya adalah Giampaolo Pazzini yang mengkreasikan dua gol ke gawang Palermo pada musim 2010-2011.

Pazzini turut senang catatannya disamai Correa. Mantan pemain AC Milan itu menilai, Correa adalah pemain versatile yang dibutuhkan Inter setelah Romelu Lukaku menuju Chelsea.

"Correa akan menemukan hal yang kurang dalam dirinya yakni mencetak gol. Saya berharap ia akan mengemas dua digit gol bersama Inter," ujar Pazzini pada Gazetta.

"Correa dan Lautaro punya karakteristik yang saling melengkapi. Inzaghi melihat Correa sebagai trequatista, sedangkan Lautaro adalah second striker. Mereka bisa bermain bersama."

Saat ini, Joaquin Correa berhasil mewujudkan mimpinya yang tertunda sembilan tahun lalu untuk bermain di Milano, dengan seragam biru hitam. Correa menemukan jalan lain untuk membela Inter Milan.

Inter Milan Breaking News Joaquin Correa Serie a

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Timnas
Jay Idzes Terancam Absen di FIFA ASEAN Cup 2026 karena Cedera saat Lawan Juventus
Jay Idzes mengalami cedera otot quadriceps paha kiri saat Sassuolo melawan Juventus. Bek Timnas Indonesia itu diperkirakan absen 4-6 pekan.
Rizqi Ariandi - Rabu, 16 September 2026
Jay Idzes Terancam Absen di FIFA ASEAN Cup 2026 karena Cedera saat Lawan Juventus
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Barcelona vs Racing Santander: Potensi Hujan Gol
Prediksi Barcelona vs Racing Santander di LaLiga 2026/2027. Simak jadwal, link streaming, H2H, susunan pemain, statistik, dan prediksi skor.
Johan Kristiandi - Rabu, 16 September 2026
Prediksi dan Link Streaming Barcelona vs Racing Santander: Potensi Hujan Gol
Liga Indonesia
Persija Tak Kena Pengurangan Poin karena Jamu Java United di Bali, Ini Alasannya
Persija Jakarta tidak terkena pengurangan poin setelah memindahkan laga kandang ke Bali untuk menghadapi Java United pada pekan ketiga Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Rabu, 16 September 2026
Persija Tak Kena Pengurangan Poin karena Jamu Java United di Bali, Ini Alasannya
Klasemen
Klasemen Sementara LaLiga 2026/2027 Usai Real Madrid Menang Dramatis di Markas Elche
Klasemen sementara LaLiga 2026/2027 setelah Real Madrid menang 3-2 atas Elche. Barcelona masih di puncak dengan 15 poin, unggul selisih gol dari Madrid.
Rizqi Ariandi - Rabu, 16 September 2026
Klasemen Sementara LaLiga 2026/2027 Usai Real Madrid Menang Dramatis di Markas Elche
Internasional
Catat! Lionel Messi Akan Mainkan Laga Terakhir dengan Argentina, Ini Tanggalnya
Lionel Messi akan menjalani laga perpisahan bersama Timnas Argentina melawan Benin pada 6 Oktober 2026 di Stadion Monumental, Buenos Aires.
Rizqi Ariandi - Rabu, 16 September 2026
Catat! Lionel Messi Akan Mainkan Laga Terakhir dengan Argentina, Ini Tanggalnya
Hasil akhir
Hasil Pertandingan: Real Madrid Susah Payah Kalahkan Elche, Emil Audero Catat Kemenangan Pertama di LaLiga
Hasil LaLiga 2026/2027: Real Madrid menang dramatis 3-2 atas Elche, sedangkan Emil Audero meraih kemenangan perdana bersama Rayo Vallecano saat mengalahkan Espanyol 2-1.
Rizqi Ariandi - Rabu, 16 September 2026
Hasil Pertandingan: Real Madrid Susah Payah Kalahkan Elche, Emil Audero Catat Kemenangan Pertama di LaLiga
Hasil akhir
Hasil Putaran Tiga Carabao Cup: Liverpool Singkirkan Tottenham, Arsenal Pesta Gol di Kandang Ipswich Town
Hasil Carabao Cup 2026/2027: Liverpool menang 3-1 atas Tottenham Hotspur, sedangkan Arsenal menaklukkan Ipswich Town 4-2 pada putaran ketiga.
Rizqi Ariandi - Rabu, 16 September 2026
Hasil Putaran Tiga Carabao Cup: Liverpool Singkirkan Tottenham, Arsenal Pesta Gol di Kandang Ipswich Town
Jadwal
Link Streaming Ipswich Town vs Arsenal, Live Sebentar Lagi!
Link streaming Ipswich vs Arsenal di Carabao Cup 2026/2027 malam ini. Simak jadwal, cara nonton live streaming, dan head to head kedua tim.
Johan Kristiandi - Rabu, 16 September 2026
Link Streaming Ipswich Town vs Arsenal, Live Sebentar Lagi!
Liga Indonesia
Marc Klok Tegaskan Persib adalah Wakil Indonesia di Kompetisi Asia
Marc Klok menegaskan Persib bukan hanya membawa nama klub, tetapi juga Indonesia saat menghadapi FC Seoul di ACL Two 2026/2027.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
Marc Klok Tegaskan Persib adalah Wakil Indonesia di Kompetisi Asia
Liga Indonesia
Membandingkan Tiga Pemain Termahal Persib dan FC Seoul: Maung Bandung Kalah Mewah?
Membandingkan 3 pemain termahal Persib dan FC Seoul jelang ACL Two 2026/2027. Cek nilai pasar Thom Haye, Yazan Al-Arab, hingga Mariano Peralta.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
Membandingkan Tiga Pemain Termahal Persib dan FC Seoul: Maung Bandung Kalah Mewah?
Bagikan