Profil Jamal Musiala, Talenta Besar yang Lepas dari Genggaman Inggris

Arief HadiArief Hadi - Jumat, 26 Februari 2021
Profil Jamal Musiala, Talenta Besar yang Lepas dari Genggaman Inggris
Jamal Musiala (Twitter)

BolaSkor.com - Talenta berbakat tak pernah habis dalam dunia sepak bola. Selalu ada generasi baru yang dapat menggantikan pendahulunya dan istilah itu dikenal dengan sebutan regenerasi atau peralihan era.

Satu nama belakangan ini sudah mencuri perhatian dengan aksinya di turnamen klub sepak bola Eropa terbaik dunia: Liga Champions. Dia adalah pemain berusia 17 tahun Jamal Musiala yang membela Bayern Munchen.

Bayern memulai langkah mempertahankan gelar Liga Champions pada fase gugur melawan Lazio di leg satu 16 besar yang dihelat di Stadio Olimpico, Rabu (24/02) dini hari WIB. Awalan mereka sangat bagus dan menang 4-1.

Empat gol Bayern lahir dari Robert Lewandowski, Jamal Musiala, Leroy Sane, dan bunuh diri Francesco Acerbi yang diperkecil gol Joaquin Correa. Dari para pencetak gol itu nama Jamal Musiala menjadi perhatian.

Baca Juga:

Lazio 1-4 Bayern Munchen: Die Roten Hancurkan Biancocelesti

Resmikan Dayot Upamecano, Bayern Munchen Bikin Banyak Raksasa Eropa Meringis

6 Fakta Menarik Tentang Jamal Musiala, Pencetak Gol Termuda Bayern Munchen yang Pernah Hadapi Garuda Select

Gol Jamal Musiala ke gawang Lazio

Golnya itu mengutip dari laman resmi Bundesliga menjadikan Jamal Musiala sebagai pencetak gol termuda Bayern di Liga Champions. Musiala melakukannya pada usia 17 tahun 363 hari. Rekor sebelumnya dipegang Samuel Kuffour pada usia 18 tahun satu bulan 30 hari pada 1994.

Lalu pada era Liga Champions ada Roque Santa Cruz yang menorehkan gol di usia termuda pada usia 18 tahun dua bulan 10 hari. Tepat pada 26 Februari usia Musiala sudah berumur 18.

Pada musim 2019-2020 juga Musiala menjadi debutan termuda Liga Champions. Semenjak saat itu namanya tak pernah lepas dari pantauan Hans-Dieter Flick di tim utama Bayern dan Mustafa telah memainkan 16 laga Bundesliga lebih.

Pengakuan akan kualitas Jamal Musiala sudah dituturkan oleh striker veteran Bayern Thomas Muller. Dia senang dengan cara Musiala mengatasi tekanan pada usia muda tapi masih banyak hal yang dapat dikembangkannya.

"Ketika seorang pemain berusia 17 tahun datang, tuntutan pada seseorang yang berbakat seperti dia sama tingginya dengan pemain lain," kata Muller kepada Bundesliga"

"Jamal mengalami momen-momen indah hari ini. Dalam beberapa situasi Anda masih bisa melihat kurangnya pengalamannya. Dia bisa mengerjakannya dari waktu ke waktu, tapi secara keseluruhan saya sangat senang dengannya."

Jalan masih panjang untuk Jamal Musiala. Saat ini masa depan ada dalam 'genggaman tangannya'. Musiala bisa mengembangkan talentanya hingga ke titik maksimal atau gagal melakukannya seperti contoh-contoh sebelumnya.

Posisi Bermain

Jamal Musiala dapat bermain di banyak posisi

Banyak yang membandingkan Jamal Musiala dengan gelandang Tottenham Hotspur asal Inggris Dele Alli. Setidaknya dari posisi bermain pada peran posisi 10 (gelandang serang) dan false nine alias penyerang semu.

Teknik bermain Musiala lebih baik ketimbang Alli dengan kemampuannya mendribel bola di area sempit, di antara bek-bek lawan. Kaki dominan Musiala ada pada sisi kanan dan ia punya sepakan yang kuat.

Musiala dapat bermain sebagai gelandang serang, gelandang box to box (kuat ketika bertahan dan bisa ikut membantu serangan), nomor 9 (penyerang semu), hingga penyerang sayap. Itu secara tak langsung menjadikan Musiala sebagai potensi pengganti Muller di Bayern.

"Dia (Joachim Low, pelatih timnas Jerman) melihat masa depan saya pada posisi terkuat saya sebagai gelandang serang dan saya mengapresiasi kualitas saya di posisi itu," ucap Jamal Musiala.

Latar Belakang

Lahir di Stuttgart, Jerman pada 26 Februari 2003 Jamal Musiala memiliki darah Jerman dari ibunya dan darah Kongo dari sang ayah. Ditambah fakta pada usia usia tujuh Musiala beserta keluarga pindah ke Inggris sebelum kembali ke Jerman, Musiala bisa memilih banyak negara untuk diperkuat.

Kongo, Jerman, Inggris adalah tiga opsi yang dapat dibelanya sebelum Musiala memutuskan memperkuat timnas Jerman. Musiala sempat menimba ilmu di akademi Chelsea dan sekolah di Whitgift, London.

Jamal Musiala di Chelsea

Whitgift cukup terkenal karena memproduksi talenta-talenta muda berbakat seperti Callum Hudson-Odoi, Victor Moses, dan Bertrand Traore. Akademi Chelsea merekrutnya setelah sempat empat bulan di akademi Southampton.

Pada usia 16 tahun banyak klub besar Eropa menaruh minat padanya, tapi Musiala memilih kembali ke Jerman dan masuk ke akademi Bayern Munchen. Musiala mengenal Hudson-Odoi di Chelsea dan timnas Inggris usia muda, tapi ia tak sempat bermain dengan produk akademi Chelsea lainnya seperti Mason Mount dan Fikayo Tomori.

"Saya benar-benar bahagia dengan tahun-tahun saya di Inggris. Ada beberapa ketertarikan dari klub-klub Eropa, tapi jika ada klub besar tertarik di Jerman (Bayern), Anda tak bisa berkata tidak. Dan saya sudah suka Bavaria sejak usia muda," terang Musiala kala bergabung dengan Bayern.

Bertahun-tahun menghabiskan waktu di Inggris, Musiala sempat bermain untuk timnas Inggris U-15, U-16, dan U-17. Di sana ia mengenal nama-nama yang saat ini cukup populer seperti Jude Bellingham, Harvey Elliott, Louie Barry, dan Amadou Diallo.

Sebuah Keputusan

Tepat di usia 18 tahun Jamal Musiala membuat keputusan besar mengenai masa depannya. Dengan stabilitas bersama Bayern yang terus memantau perkembangannya, tinggal masalah waktu sebelum Musiala memilih untuk membela timnas antara Jerman atau Ingggris.

Sebuah keputusan besar dibuatnya. Jamal Musiala lebih memilih membela timnas Jerman arahan Joachim Low ketimbang Inggris besutan Gareth Southgate.

Jamal musiala (kanan) dengan timnas Inggris usia muda

“Saya memiliki hati untuk Jerman dan hati untuk Inggris. Kedua hati akan terus berdetak. Saya sudah banyak memikirkan pertanyaan ini," terang Musiala.

"Pada akhirnya, saya mendengarkan perasaan saya yang mengatakan itu adalah keputusan yang tepat untuk bermain untuk Jerman. Tapi itu bukanlah keputusan yang mudah bagi saya."

"Saya melakukan diskusi yang sangat baik dan jujur dengan Joachim Low. Dia menunjukkan kepada saya rute yang jelas ke tim nasional. Tuan Low jelas telah bekerja dan menganalisis berdasarkan kekuatan dan kelemahan."

"Dia juga melihat masa depan saya dalam posisi terkuat saya sebagai gelandang serang dan menghargai kualitas saya di sana," terang dia.

Itu artinya Jamal Musiala sudah memberi keputusan jelas akan timnas senior yang diperkuatnya. Terlepas dari fakta dia pernah membela timnas usia muda Inggris, Musiala masih dapat membela timnas senior negara lain karena aturan FIFA memperbolehkannya.

Alhasil Inggris kehilangan talenta muda berbakat lainnya. The Three Lions punya banyak talenta berbakat dan regenerasi yang terus berjalan, namun kehilangan bakat 'unik' seperti Jamal Musiala cukup disayangkan.

Akan tapi menurut penulis di The Athletic Raphael Honigstein keputusan Musiala sudah tepat. Pengembangan yang dilakukan Jerman sudah terbukti lebih efisien dengan keberhasilan memenangi Piala Dunia 2014.

Selain itu tahapan yang dilakukan Musiala juga tepat karena ia punya potensi bermain lebih banyak di Bundesliga Jerman ketimbang Premier League Inggris. Pengembangan itu tidak akan lepas dari pengamatan Joachim Low.

Timnas Inggris juga telah memiliki Phil Foden, James Maddison, dan Jack Grealish pada posisi yang dimainkan Musiala. Kans bermainnya di Jerman lebih baik plus ia mengenal beberapa rekan setimnya dari Bayern Munchen.

Breaking News Jamal Musiala Bayern Bayern munchen Sosok Jerman Timnas Jerman Inggris Timnas Inggris
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Posts

11.851

Bagikan