Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Premier League dan Drama Pemecatan Manajer

Jeda internasional acapkali jadi sebuah momen untuk memecat manajer.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 09 November 2021
Premier League dan Drama Pemecatan Manajer
Dean Smith (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Premier League musim 2021-2022 baru memasuki pekan 11 (baru awal musim) sudah ada lima manajer yang dipecat atau mengundurkan diri, tiga di antaranya dipecat dalam kurun waktu tujuh hari.

Hal itu memperlihatkan tekanan besar yang terus dihadapkan kepada manajer atau pelatih klub sepak bola, di mana pun itu, khususnya di Premier League yang notabene liga terbaik dunia dan dapat banyak sorotan.

Melihat pelatih kehilangan pekerjaan bukan suatu hal yang dapat dijadikan satu momen berkesan, tetapi itulah tekanan dan konsekuensi yang harus mereka terima jika tak mampu mengangkat performa tim.

Kelima manajer yang sudah kehilangan pekerjaannya itu adalah Xisco Munoz, Steve Bruce, Nuno Espirito Santo, Daniel Farke, dan Dean Smith. Pemecatan nama yang disebut terakhir memastikan jumlah pemecatan terbanyak selama 17 tahun terakhir di Premier League.

Baca Juga:

Ratu Transfer Chelsea Tentukan Tiga Prioritas di Musim Dingin

19 Hari setelah Pecat Bruce, Newcastle Tunjuk Eddie Howe sebagai Manajer Baru

Antonio Conte Datang, Harapan Pemain Tottenham Melambung

Nuno Espirito Santo

Tekanan fans, sisi finansial, hingga kepanikan menjadi alasan mereka kehilangan pekerjaan. Pada 3 Oktober lalu Munoz jadi manajer pertama yang dipecat di Premier League. Watford memecatnya setelah klub ada di peringkat 14 pada pekan tujuh dan ia digantikan oleh Claudio Ranieri.

Berikutnya, pada 20 Oktober Bruce mengundurkan diri menyusul akuisisi Newcastle United oleh PIF yang dipimpin oleh Pangeran Arab Saudi. Tekanan yang dirasakan Bruce membuatnya mundur dan ia digantikan Eddie Howe.

Lalu pada 1 November Santo dipecat oleh Tottenham Hotspur, empat bulan setelah ia bekerja, karena lima kekalahan dari tujuh laga liga. Santo digantikan oleh Antonio Conte.

Kemudian selama dua hari beruntun pada 6-7 November Norwich City mendepak Daniel Farke dan Aston Villa memecat Dean Smith. Kedua klub belum menunjuk pengganti mereka.

Lima manajer kehilangan pekerjaan di pekan 11 Premier League. Dalam tiga musim terakhir, hanya satu tim yang berpisah dengan manajer mereka di tahapan ini. Sementara catatan tertinggi pemecatan semusim terjadi pada 2013-2014 dan 2017-2018 (10 manajer).

Steve Bruce

Memasuki jeda internasional di bulan November ini, drama pemecatan itu semakin santer beredar. Seperti yang diucapkan oleh Penulis Kepala Sepak Bola BBC, Phil McNulty.

"Jeda internasional adalah waktu bagi klub untuk mengambil saham - dan semakin menjadi berita yang sangat buruk bagi manajer yang ada di ujung tanduk," tutur McNulty.

"Bukan kebetulan bahwa jeda dalam program sekarang menjadi waktu yang mengkhawatirkan bagi para manajer yang berjuang untuk mendapatkan hasil yang baik."

"Manajemen adalah bisnis yang semakin brutal, fokus dipertajam oleh penghargaan untuk kesuksesan dan hukuman untuk kegagalan. Sekarang seringkali hanya masalah permainan sebelum manajer yang kesulitan mempertanyakan masa depannya."

"Jeda internasional memberi klub sedikit ruang untuk mempertimbangkan posisi mereka dan manajer, dan siapa yang mungkin masuk jika ada perubahan."

"Peristiwa selama akhir pekan telah membuktikan sekali lagi apa yang dijalankan oleh manajer dunia yang tak kenal ampun, dengan ketakutan akan kegagalan dan ketidakmampuan untuk memenuhi ambisi yang tinggi meningkatkan tekanan bahkan lebih."

Alasan Pemecatan

Lingkungan sekitar menciptakan atmosfer tersebut yang menambah tekanan kepada pelatih atau manajer. Kembalinya fans ke stadion menambah fakta tersebut.

Setiap kali tim tampil buruk dan menjalani serangkaian hasil buruk, fans bisa berbalik ke tim kesayangan mereka dan menyiuli pemain hingga manajer. Tekanan semakin bertambah dengan pemberitaan media serta komentar dari pandit sepak bola, belum lagi dengan isu-isu di sosial media.

Itu semua bersatu dan manajemen klub juga paham akan hal tersebut, plus mereka khawatir dengan kondisi finansial klub jika tim terus tampil buruk. Memecat pelatih (acapkali sebagai kambing hitam) jadi solusi paling mudah.

"Kita melihat aspek bisnis besar pada sepak bola sekarang," kata mantan gelandang Aston Villa, Nigel Reo-Coker kepada BBC Radio 5 Live.

"Sebagian besar klub menginginkan perbaikan cepat itu. Saya pikir ini lebih tentang keuntungan finansial sekarang daripada yang lainnya. Ini menjadi lebih kejam."

Sukses dengan Pergantian Manajer?

Sejak musim 2019-2020 sampai tahapan pekan 11 Premier League musim ini sudah ada 16 pergantian manajer. Lantas apakah pergantian itu sukses?

Bak perjudian tak selamanya pergantian itu sukses atau memberi kesuksesan instan. Dari 16 pergantian itu dua di antaranya berbuah perkembangan signifikan hingga kesuksesan, yakni David Moyes di West Ham United dan Thomas Tuchel di Chelsea.

Thomas Tuchel sukses mempersembahkan titel Liga Champions

The Blues yang punya tradisi berganti manajer menuai sukses kala memecat Frank Lampard pada Januari 2021. Tuchel mempersembahkan titel Liga Champions dan Piala Super Eropa, kini jadi kandidat peraih titel Premier League.

Pun demikian Moyes yang datang menggantikan Manuel Pellegrini di West Ham pada musim 2019-2020. Moyes mengembangkan West Ham yang kini memanaskan persaingan di zona Liga Champions.

Itu dua yang sukses, sementara yang lain dan gagal seperti Jose Mourinho (Tottenham), Nigel Pearson (Watford), Quique Sanchez Flores (Watford), Carlo Ancelotti (Everton), dan Sam Allardyce (West Bromwich Albion).

Breaking News Premier League Manajer Nuno Espirito Santo Steve bruce

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Eropa
Inggris Tak Otomatis Lolos ke Euro 2028 meski Jadi Tuan Rumah, Ini Alasannya
Status sebagai tuan rumah ternyata tidak menjamin Inggris langsung tampil di Euro 2028.
Yusuf Abdillah - Senin, 27 Juli 2026
Inggris Tak Otomatis Lolos ke Euro 2028 meski Jadi Tuan Rumah, Ini Alasannya
Italia
Andrea Pirlo Buka Suara setelah Dicoret dari Bursa Pelatih Timnas Italia
Legenda sepak bola Italia Andrea Pirlo memastikan dirinya tidak lagi menjadi kandidat pelatih timnas Italia.
Yusuf Abdillah - Senin, 27 Juli 2026
Andrea Pirlo Buka Suara setelah Dicoret dari Bursa Pelatih Timnas Italia
Italia
Ruben Amorim Akui AC Milan Masih Butuh Waktu Pahami Filosofi Permainannya
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menilai timnya masih membutuhkan waktu untuk sepenuhnya memahami filosofi permainan yang ingin diterapkannya.
Yusuf Abdillah - Senin, 27 Juli 2026
Ruben Amorim Akui AC Milan Masih Butuh Waktu Pahami Filosofi Permainannya
Piala Dunia
Gianni Infantino Minta Para Pengkritik Bermeditasi, Berdoa, atau Menonton Sepak Bola
Presiden FIFA Gianni Infantino melontarkan pesan tegas kepada para pengkritik kepemimpinannya.
Yusuf Abdillah - Senin, 27 Juli 2026
Gianni Infantino Minta Para Pengkritik Bermeditasi, Berdoa, atau Menonton Sepak Bola
Spanyol
Yan Diomande Menuju Santiago Bernabeu, Real Madrid Capai Kesepakatan dengan RB Leipzig
Real Madrid dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal dengan RB Leipzig untuk memboyong Yan Diomande.
Yusuf Abdillah - Senin, 27 Juli 2026
Yan Diomande Menuju Santiago Bernabeu, Real Madrid Capai Kesepakatan dengan RB Leipzig
Liga Dunia
Kazuyoshi Miura Ukir Sejarah, Cetak Gol di Usia 59 Tahun
Legenda sepak bola Jepang Kazuyoshi Miura kembali membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk terus berprestasi.
Yusuf Abdillah - Senin, 27 Juli 2026
Kazuyoshi Miura Ukir Sejarah, Cetak Gol di Usia 59 Tahun
Timnas
PSSI Terus Berupaya Justin Hubner Gabung Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
PSSI masih menunggu keputusan Fortuna Sittard terkait izin Justin Hubner bergabung dengan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Sumardji berharap sang bek bisa memperkuat Garuda.
Rizqi Ariandi - Senin, 27 Juli 2026
PSSI Terus Berupaya Justin Hubner Gabung Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Timnas
Gelandang Arsenal Berpeluang Bela Timnas Indonesia jika Revisi UU Kewarganegaraan Disahkan
Demiane Agustine, gelandang Arsenal berdarah Indonesia, masuk radar John Herdman. Revisi UU Kewarganegaraan membuka peluangnya membela Timnas Indonesia.
Rizqi Ariandi - Senin, 27 Juli 2026
Gelandang Arsenal Berpeluang Bela Timnas Indonesia jika Revisi UU Kewarganegaraan Disahkan
Inggris
Cocok Berduet dengan Cole Palmer, Morgan Rogers Diyakini Dapat Membangkitkan Chelsea
Xabi Alonso yakin Morgan Rogers mampu membangkitkan Chelsea. Duetnya dengan Cole Palmer diyakini menjadi senjata baru The Blues musim 2026-2027.
Arief Hadi - Senin, 27 Juli 2026
Cocok Berduet dengan Cole Palmer, Morgan Rogers Diyakini Dapat Membangkitkan Chelsea
Timnas
Erol Iba Kenang Perjuangan di Piala AFF sampai Kepala Berdarah
Erol Iba mengenang insiden kepala berdarah saat Piala AFF 2007 usai berbenturan dengan Noh Alam Shah. Kini ia yakin Timnas Indonesia mampu juara Piala AFF 2026.
Rizqi Ariandi - Senin, 27 Juli 2026
Erol Iba Kenang Perjuangan di Piala AFF sampai Kepala Berdarah
Bagikan