BolaSkor.com - “Juara rek, juara,”. Itulah yang terdengar di Surabaya saat tim kebanggaan Persebaya Surabaya menasbihkan diri menjadi juara Piala Presiden 2026.
Bonek dan Bonita - pendukung setia Persebaya, memadati nonton bareng final Piala Presiden 2026 dalam mendukung tim kesayangannya. Semua bergembira, berteriak, terharu, Bajul Ijo menjadi juara Piala Presiden untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Baca Juga:
Tak Hanya Melahirkan Juara Baru, Piala Presiden 2026 Bikin Hotel, UMKM hingga Kuliner Ketiban Berkah
Termasuk Witan Sulaeman, Ini 5 Pemain Persija Jakarta Paling Bersinar di Piala Presiden 2026
Persebaya Menyingkirkan Port FC, Tak Ada Klub Luar Negeri Melaju ke Semifinal
Perjalanan Persebaya menjadi juara dimulai ketika babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo. Menjadi tuan rumah, Rachmat Irianto dkk tak semudah membalikkan telapak tangan untuk bersaing dengan juara bertahan Port FC (Thailand), Persija Jakarta, dan PSMS Medan.
Persebaya lebih dahulu mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 1-0, bekrat gol Radovan Pankov pada menit ke-63. Selanjutnya, pasukan Bernardo Tavares mengalahkan PSMS Medan dengan skor 1-0. Kali ini, Yuran Fernandes menjadi pahlawan lewat golnya pada menit ke-45+1.
Dan di sinilah, Persebaya memastikan Piala Presiden kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Persebaya menghadapi juara bertahan Port FC. Dalam pertandingan itu, Port FC masih berpeluang lolos ke semifinal karena menang atas PSMS Medan (2-0) dan imbang 2-2 lawan Persija.

Yuran Fernandes cetak gol saat Persebaya menang atas Arema FC di semifinal Piala Presiden 2026. (dok. Persebaya)
Port FC unggul lebih dahulu lewat gol Issam Al Sabhi pada menit ke-29. Sepuluh menit kemudian, Persebaya menyamakan kedudukan melalui Miguel Pereira pada menit ke-39. Sampai akhirnya, Ramadan Sanantha mencetak gol kemenangan pada menit ke-47.
Persebaya lolos ke babak semifinal! Piala Presiden akhirnya dipastikan kembali ke Ibu Pertiwi, karena di Grup A dua tim yang lolos ke semifinal adalah Persib Bandung dan Arema FC.
Persebaya bertemu dengan Arema FC di semifinal, sedangkan Persib berjumpa Persija. Dua laga ini beserta final digelar di tempat netral, Stadion I Wayan Dipta, Gianyar.
Trofi Piala Presiden KemBali
Pemilihan Bali dengan Stadion I Wayan Dipta bukan sekedar kota bagi Piala Presiden. Stadion I Wayan Dipta tempat pertama Piala Presiden 2015 dibuka.
Saat itu, Piala Presiden 2015 menghidupkan denyut nadi sepak bola Indonesia, yang ketika itu mendapat sanksi banned dari FIFA.
Apalagi, trofi Piala Presiden merupakan buah karya spesial dari seniman dan pematung senior asal Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, bernama Ida Bagus Ketut Kasem.
Pertandingan semifinal dan final digelar tanpa penonton. Di sini membuktikan bahwa fairplay menang atas rivalitas.
Seluruh penonton tetap aman dan nyaman menyaksikan semua laga semifinal dan final dari layar kaca. Ya kita tahu semua soal rivalitas suporter di antara keempat tim tersebut.
Tinta Emas Persebaya dan Kembalinya Piala Presiden ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Persebaya Surabaya juara Piala Presiden 2026. (Media Piala Presiden 2026)
Persebaya melangkah mulus di semifinal dengan mengalahkan Arema FC lewat skor tipis. Yuran Fernandes lagi-lagi menjadi pahlawan lewat tandukannya pada menit ke-45+7.
Bajul Ijo menantang Persib yang melaju ke final usai mengalahkan Persija 2-1. Pertarungan klasik antara Persebaya melawan Persib terjadi di final Piala Presiden 2026.
Pertandingan final yang digelar pada kamis (6/8) berjalan menarik. Persebaya mampu unggul terlebih dahulu lewat gol yang dicetak oleh Ramadhan Sananta pada menit ke-20.Keunggulan tim berjuluk Bajul Ijo itu tak bertahan lama karena Persib sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-24 melalui gol dari Patricio Matricardi.
Hingga waktu normal 90 menit berakhir, tak ada gol tambahan yang tercipta. Pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
2x15 menit babak tambahan berjalan sengit dengan kedua tim bergantian menyerang. Persib bahkan sempat harus bermain dengan 10 pemain karena Mariano Peralta diganjar kartu merah pada menit ke-112.
Laga berlangsung hingga babak adu penalti. Pada babak adu penalti, Uilliam Barros yang mengambil tendangan pertama untuk Persib gagal mengeksekusinya. Beruntungnya bagi Persib, Yuran Fernandes yang menjadi eksekusi kelima Persebaya juga gagal mencetak gol.
Reza Arya kembali menjadi pahlawan bagi Persebaya usai menghalau tendangan Hamra Hehanusa. Persebaya pun menjadi juara usai Gledson Paixao sukses mengeksekusi tendangannya dan membawa Bajul Ijo menang 6-5 di babak adu penalti.
Piala Presiden kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Persebaya menjadi juara baru untuk ajang Piala Presiden.
Konsistensi Jadi Bukti Eksistensi Piala Presiden
Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menegaskan tak mudah menggelar turnamen Piala Presiden yang sudah berlangsung selama 8 edisi dari 2015 sampai saat ini. Menurut Ara, konsistensi adalah kuncinya yang membuat Piala Presiden terus eksis.
“Pada akhirnya, nilai yang kita representasikan adalah kepercayaan. Kepercayaan tidak mungkin dibangun dalam semalam, apalagi dalam olahraga. Ada proses yang harus diikuti, tata kelola yang baik, transparansi, serta konsistensi 8 kali menyelenggarakan sebuah turnamen tanpa menggunakan dana APBN, APBD, maupun BUMN,” ujar Maruarar.
Ara berharap Piala Presiden ini tidak hanya melahirkan sang juara, tapi juga melahirkan harapan lainnya.
“Seperti harapan Bapak Presiden Prabowo dan harapan seluruh rakyat Indonesia, Timnas Merah Putih sampai di Piala Dunia. Mari kita berdoa dan berjuang untuk itu, dan nilai-nilai yang kita bangun hari ini akan menjadi milik rakyat Indonesia. Maju terus sepak bola Indonesia, terima kasih, salam olahraga,” tutup Ara.
Efeknya pun terasa, di mana Piala Presiden 2026 disebut menggerakkan perputaran ekonomi hingga sekitar Rp70 miliar. Hotel dan penginapan ikut terisi, transportasi bergerak, tempat makan dan kafe ramai, penjual merchandise klub mendapatkan pembeli, sementara UMKM lokal mendapat panggung untuk menawarkan produk mereka kepada suporter yang datang dari berbagai daerah. Sebanyak 165 UMKM di Bandung, Surabaya, dan Bali dilibatkan sepanjang turnamen.
Piala Presiden juga membawa misi lain yang mungkin tidak terlalu terlihat dari layar televisi yakni urusan sampah. Kampanye “datang bersih, pulang bersih” dijalankan bersama komunitas lokal seperti Metamorfosa, Rumah Bintang Bandung, Nol Sampah Surabaya, dan Trash Ranger Bali. Sebanyak 325 personel kebersihan terlibat, dengan sampah yang dikumpulkan kemudian dipilah untuk didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi.
Dari sisi komersial, kepercayaan sponsor juga menjadi bahan bakar penting. Maruarar menyebut total sponsorship Piala Presiden 2026 mencapai Rp100 miliar. Sebagian dana tersebut kemudian dikembalikan kepada sepak bola Indonesia melalui total hadiah Rp16,5 miliar. Transparansi juga menjadi perhatian dengan PricewaterhouseCoopers (PwC) yang kembali dipercaya sebagai auditor independen untuk kedelapan kalinya.
Di sisi penonton, Piala Presiden 2026 juga mencatat catatan positif. Berdasarkan data yang disampaikan Maruarar, turnamen tahun ini mencatat TV rating 4,3 dan TV share 24,5, dengan jumlah penonton yang disebut mencapai 172 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 16 persen dibandingkan edisi 2025. Artinya sederhana yakni semakin banyak masyarakat yang memilih menghabiskan waktu menyaksikan sepak bola dari Piala Presiden.