Piala Eropa 2020 Ditunda, Presiden UEFA Tegaskan Pentingnya Kesehatan di Tengah Pandemi Virus Corona

Aleksander Ceferin membeberkan pentingnya kesehatan publik di tengah pandemi virus corona di balik penundaan Piala Eropa 2020.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 17 Maret 2020
Piala Eropa 2020 Ditunda, Presiden UEFA Tegaskan Pentingnya Kesehatan di Tengah Pandemi Virus Corona
Aleksander Ceferin (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, angkat bicara mengenai penundaan Piala Eropa 2020 menjadi 2021. Menurutnya kesehatan fans, pemain, staf, dan publik menjadi prioritas saat ini di tengah mewabahnya virus corona.

Piala Eropa 2020 sedianya berlangsung Juni hingga Juli 2020. Namun, karena virus corona menunda sejumlah laga-laga di liga dan kompetisi Eropa, Piala Eropa juga ditunda agar pertandingan tersebut bisa diselesaikan di bulan-bulan berikutnya.

"UEFA hari ini mengumumkan penundaan kompetisi tim nasional andalannya, Piala Eropa 2020, yang akan dimainkan pada Juni dan Juli tahun ini," demikian pernyataan di laman resmi UEFA.

"Kesehatan semua yang terlibat dalam pertandingan adalah prioritas, serta untuk menghindari tekanan yang tidak perlu pada layanan publik nasional yang terlibat dalam pertandingan. Langkah ini akan membantu semua kompetisi domestik, saat ini ditahan karena darurat Covid-19, untuk diselesaikan."

Baca Juga:

Pandemi Virus Corona, Piala Eropa Ditunda hingga 2021

Piala Eropa 2020 Ditunda, UEFA Minta Dana Kompensasi Rp5 Triliun

Dampak Penundaan karena Virus Corona, Sepak Bola Bisa Jalan Nonstop hingga Piala Dunia 2022

Aleksander Ceferin

Sementara nasib seluruh kompetisi dan laga - termasuk uji coba - untuk klub dan timnas, baik di kategori pria atau wanita, ditahan hingga kabar berikutnya dari UEFA. Waktu kosong Juni-Juli tanpa Piala Eropa bisa digunakan untuk menyelesaikan musim 2019-20 - dengan catatan wabah virus corona menurun.

UEFA setelah berdiskusi dengan anggota melalui pertemuan via panggilan video dan juga diikuti oleh Ceferin telah mengambil keputusan. Ceferin menegaskan pentingnya kesehatan bagi fans, staf, dan seluruh pemain saat ini.

"Kami berada di puncak dari sebuah olahraga yang dihidupi dan dihirup sejumlah besar orang oleh lawan yang tak terlihat dan bergerak cepat ini. Pada saat-saat seperti inilah komunitas sepak bola perlu menunjukkan tanggung jawab, persatuan, solidaritas dan altruisme," tutur Ceferin di situs resmi UEFA.

"Kesehatan para penggemar, staf, dan pemain harus menjadi prioritas nomor satu kami dan, dengan semangat itu, UEFA mengajukan berbagai opsi sehingga kompetisi dapat berakhir musim ini dengan aman dan saya bangga dengan respons rekan-rekan saya di seluruh sepak bola Eropa."

"Ada semangat kerja sama yang nyata, dengan semua orang mengakui bahwa mereka harus mengorbankan sesuatu untuk mencapai hasil terbaik."

Pengorbanan itu harus dilakukan demi menjaga kesehatan publik. Apalagi, sepak bola tanpa fans tak lagi menjadi olahraga yang seru. Hal itu terkait dengan kans pertandingan yang bisa saja dimulai di dalam stadion kosong.

"Adalah penting bahwa, sebagai badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA memimpin proses dan membuat pengorbanan terbesar. Memindahkan Piala Eropa 2020 akan memakan biaya besar untuk UEFA tetapi kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa pendanaan vital untuk dasar mendalam, sepak bola wanita dan pengembangan permainan di 55 negara kami tidak terpengaruh."

"Tujuan atas laba telah menjadi prinsip panduan kami dalam mengambil keputusan ini demi kebaikan sepakbola Eropa secara keseluruhan."

"Sepak bola adalah kekuatan yang membangkitkan semangat dan kuat dalam masyarakat. Pikiran untuk merayakan festival sepakbola pan-Eropa di stadion kosong, dengan zona fans yang sepi sementara benua (orang-orang) itu duduk di rumah sendirian, adalah sesuatu yang tanpa kegembiraan dan satu yang tidak bisa kita terima. merayakan ulang tahun ke-60 Piala Eropa," tutur Ceferin.

Terakhir Ceferin menutupnya dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah merundingkan bersama mengenai Piala Eropa 2020. Termasuk dengan penuturan penundaan Copa America 2020.

Breaking News Piala Eropa 2020 UEFA Aleksander Ceferin Virus Corona
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Posts

17.277

Berita Terkait

Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Spanyol Tetap Santai Usai Gagal Kalahkan Cape Verde
Spanyol gagal meraih kemenangan saat menghadapi Cape Verde di Piala Dunia 2026. Namun, Luis de la Fuente menegaskan La Furia Roja tetap berada di jalur yang tepat untuk melangkah jauh.
Johan Kristiandi - Selasa, 16 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Spanyol Tetap Santai Usai Gagal Kalahkan Cape Verde
Piala Dunia
7 Fakta Menarik Usai Spanyol Imbang Melawan Cape Verde: Vozinha Masuk Buku Sejarah Piala Dunia
Spanyol harus puas bermain imbang 0-0 melawan Cape Verde pada laga Grup H Piala Dunia 2026. Vozinha tampil gemilang dan mencetak rekor bersejarah. Simak 7 fakta menarik usai pertandingan.
Johan Kristiandi - Selasa, 16 Juni 2026
7 Fakta Menarik Usai Spanyol Imbang Melawan Cape Verde: Vozinha Masuk Buku Sejarah Piala Dunia
Hasil akhir
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Gagal Bungkam Mesir
Belgia gagal meraih kemenangan pada laga perdana Grup G Piala Dunia 2026. Mesir sempat unggul lewat Emam Ashour sebelum gol bunuh diri Mohamed Hany membuat skor berakhir 1-1.
Johan Kristiandi - Selasa, 16 Juni 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Gagal Bungkam Mesir
Hasil akhir
Hasil Piala Dunia 2026: Susah Bikin Gol, Spanyol Ditahan Cape Verde 0-0
Spanyol secara mengejutkan ditahan imbang tanpa gol oleh tim debutan, Cape Verde, pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 16 Juni 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Susah Bikin Gol, Spanyol Ditahan Cape Verde 0-0
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Dibantai Swedia, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi
Tunisia memecat pelatih Sabri Lamouchi setelah kekalahan telak 1-5 dari Swedia dalam pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 15 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Dibantai Swedia, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi
Timnas
DPR RI Setujui Rekomendasi Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery, Erick Thohir Beri Apresiasi
Keputusan ini diambil setelah Komisi X DPR RI mengadakan Rapat Kerja bersama Menpora.
Tengku Sufiyanto - Senin, 15 Juni 2026
DPR RI Setujui Rekomendasi Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery, Erick Thohir Beri Apresiasi
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Jude Bellingham Bisa Menjadi 'Faktor X' Inggris
Jordan Henderson menilai Jude Bellingham memiliki kemampuan untuk memberikan perbedaan besar di momen-momen penting.
Yusuf Abdillah - Senin, 15 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Jude Bellingham Bisa Menjadi 'Faktor X' Inggris
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Iran Akan Bermain dengan Penuh Senyum
Timnas Iran ngin menunjukkan bahwa sepak bola mampu menyatukan dunia dan menyatukan manusia.
Yusuf Abdillah - Senin, 15 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Iran Akan Bermain dengan Penuh Senyum
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Punya Rapor Buruk, Spanyol Tetap Favorit Juara
Meski sedang berada dalam tren positif, perjalanan timnas Spanyol di Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir tidak selalu berjalan mulus.
Yusuf Abdillah - Senin, 15 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Punya Rapor Buruk, Spanyol Tetap Favorit Juara
Sosok
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Alih-alih berlari merayakan gol dengan penuh euforia seperti kebanyakan pemain muda, Ayari justru mengangkat kedua tangannya ke atas lalu melakukan sujud syukur.
Yusuf Abdillah - Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Bagikan