BolaSkor.com - Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic, memilih menanggapi dengan senyum dan tawa sinis ketika timnya dilabeli sebagai "tim tua" menjelang Piala Dunia 2026.
Bagi Dalic, komentar semacam itu bukanlah hal baru. Dia mengaku sudah terbiasa mendengarnya dan tidak terlalu memedulikannya, terutama karena Kroasia terus membuktikan diri sebagai salah satu tim paling konsisten di ajang Piala Dunia.
Anggapan tersebut muncul karena Dalic masih mengandalkan sejumlah pemain senior dalam skuadnya. Untuk Piala Dunia 2026, misalnya, Kroasia masih diperkuat kapten Luka Modric yang telah berusia 40 tahun, Ivan Perisic (37 tahun), serta beberapa nama pemain senior lain.
Baca Juga:
Kilas Balik Piala Dunia 2014: Tragedi Mineirazo, Gol Ikonik Van Persie, Gelar Keempat Jerman
5 Pemain dari Klub ASEAN yang Akan Tampil di Piala Dunia 2026, Dua Berkaitan dengan Persib
Piala Dunia 2026: FIFA Batalkan Tiket Gratis Gara-gara Kesalahan Sistem
Namun menariknya, berdasarkan data, rata-rata usia skuad Brasil dan Argentina justru lebih tinggi dibandingkan Kroasia.
Mereka sudah mengatakan hal seperti itu sejak 2018. Mereka bilang kami tua. Padahal, bersama Prancis dan Jerman, kami adalah tim dengan medali terbanyak pada abad ke-21. Inggris bahkan tidak meraih medali selama 60 tahun, sementara Kroasia memiliki tiga medali,
ujar Dalic.
“Mereka selalu meremehkan kami dan mengatakan kami sudah usang serta terlalu tua. Namun, kami mampu bertahan di level tertinggi selama delapan tahun berkat kualitas, kerja keras, kemampuan, dan taktik. Mempertahankan posisi di puncak jauh lebih sulit daripada mencapainya."
Usia Bukan Masalah
Menurut Dalic, usia bukanlah masalah selama seorang pemain masih mampu memberikan kontribusi terbaik di lapangan. Ia mengaku sangat menghormati para pemain senior yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan Kroasia selama bertahun-tahun. Meski begitu, ia juga menyadari pentingnya regenerasi dalam skuad.
“Mereka adalah pemain-pemain yang telah bersama saya sejak 2018, sejak hari pertama. Saya sangat menghormati mereka dan mereka memiliki arti besar bagi saya. Memang, sekarang mereka delapan tahun lebih tua dan generasi baru mulai datang. Para pemain muda akan memiliki peran yang besar dan penting, tetapi saya juga sadar bahwa kami harus terus mendorong perkembangan mereka,” kata Dalic.
Pelatih yang membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018 itu juga mengungkapkan filosofi yang selalu dipegangnya ketika menghadapi turnamen besar, terutama Piala Dunia.
“Ini adalah turnamen. Tidak ada ruang untuk mengejar keindahan semata atau bermain demi hiburan. Anda harus menikmati sepak bola yang pragmatis dan fokus pada hasil," kata Dalic.
"Begitulah cara memenangkan turnamen. Semuanya dimulai dari pertahanan. Kami harus solid. Anda tidak bisa membiarkan lawan mencetak terlalu banyak gol. Lebih baik menang 1-0 daripada 4-3,” ujar pelatih berusia 59 tahun tersebut.