Serie A
Pertama Kali dalam Sejarah, AC Milan Raup Keuntungan Tiga Tahun Berturut-turut
BolaSkor.com - AC Milan mencatat hasil keuangan terbaik dalam sejarah mereka dengan meraih laba untuk tahun ketiga berturut-turut dan mencapai rekor pendapatan sebesar 500 juta euro atau sekitar Rp9,5 triliun untuk musim 2024-2025.
Dewan Direksi klub bertemu pada 13 Oktober untuk menyetujui laporan keuangan terbaru, yang ditutup per 30 Juni 2025.
Rossoneri melaporkan laba bersih sebesar 3 juta euro, menandai pertama kalinya dalam 125 tahun sejarah neraca mereka menunjukkan surplus selama tiga tahun berturut-turut.
Baca Juga:
Massimiliano Allegri, Kunci AC Milan untuk Raih Scudetto dan Maksimalkan Potensi Rafael Leao
Mike Maignan Menuju Pintu Keluar, AC Milan Pantau Dua Kiper Muda
View this post on Instagram
Pendapatan Milan meningkat sebesar 10 persen dibandingkan dengan 2023-2024, didorong oleh partisipasi klub dalam format baru Liga Champions musim lalu, yang menawarkan pendapatan distribusi yang lebih tinggi dan lebih banyak pertandingan kandang.
Pendapatan tambahan berasal dari penjualan Tijjani Reijnders ke Manchester City dan Pierre Kalulu ke Juventus, keduanya menghasilkan keuntungan yang signifikan.
Reinvestasi RedBird dan Strategi Jangka Panjang
Yusuf Abdillah
10.101
Berita Terkait
Resmi Perpanjang Kontrak, Fermin Lopez Wujudkan Impian Masa Kecil
Gara-gara Izin Kerja, Maarten Paes Batal Debut bersama Ajax Pekan Ini
7 Fakta Menarik Jelang Duel Wolverhampton Wanderers vs Chelsea: Liam Rosenior Bidik Sejarah
Pelita Jaya Ikuti Jejak Persija, Gandeng PAM Jaya Jadi Sponsor
7 Fakta Menarik Jelang Duel Arsenal vs Sunderland di Emirates
Jadwal dan Link Streaming Wolverhampton Wanderers vs Chelsea, Sabtu 7 Februari 2026
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Manchester United vs Tottenham Hotspur, Live Sebentar Lagi
Terungkap, Manajemen AC Milan Ogah Menuruti Permintaan Massimiliano Allegri pada Jendela Transfer Musim Dingin
Prediksi Starting XI Manchester United vs Tottenham Hotspur: Setan Merah Ulangi Formula yang Sama
Timnas Indonesia U-17 Tanpa Target Lawan China, Jadikan Momen Transisi Pelatih ke Kurniawan Dwi Yulianto