BolaSkor.com - Persebaya Surabaya sukses menutup Super League 2025/2026 dengan catatan yang sangat manis. Bajul Ijo memastikan diri finis di posisi empat besar.
Kepastian itu didapat setelah Persebaya mengangkangi Persik Kediri dengan kemenangan telak lima gol tanpa balas di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (23/5) kemarin.
Poin sempurna ini tidak hanya menaikkan posisi tim di klasemen, tetapi juga menorehkan tinta emas dalam sejarah klub.
Persebaya resmi mencatatkan rekor enam pertandingan beruntun tanpa kebobolan.
Baca Juga:
Persebaya Surabaya Tutup Musim dengan Manis, 22 Gol dan 0 Kebobolan di 6 Laga Terakhir
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Ia membuka sesi konferensi perd dengan memberikan pujian setinggi langit kepada para suporter setia yang memadati stadion.
"Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada suporter Bonek dan Bonita yang datang hari ini. Mereka menciptakan suasana yang luar biasa dan memberikan energi ekstra di hari yang sangat panas ini," ujar Tavares.
Terkait rekor pertahanan kokoh yang diukir timnya, pelatih asal Portugal tersebut menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja keras seluruh unit tim Persebaya.
"Meraih cleansheet menunjukkan hasil kerja keras seluruh tim. Dalam sejarah Persebaya, saya tidak ingat apakah pernah ada catatan enam pertandingan berturut-turut tanpa kebobolan. Ini akan masuk dalam sejarah," tambahnya.
Hal senada diungkapkan oleh bek asing Persebaya, Risto Mitrevski. Pemain asal Makedonia Utara tersebut mengamini bahwa raihan ini adalah hasil kolektif.
"Ini adalah kerja keras seluruh tim, mulai dari para penyerang hingga seluruh 11 pemain di lapangan dan juga pemain pengganti. Kami memikul tanggung jawab tersebut dan pada akhirnya kami telah menjalani musim yang hebat," timpalnya.
Bernardo Tavares Bawa Warna Baru untuk Persebaya
Bernardo Tavares, pelatih Persebaya Surabaya (Foto: Laman Resmi Persebaya)
Bergabung pada pertengahan musim, Tavares sukses membawa Persebaya naik level. Mantan pelatih PSM Makassar itu mampu melampaui pencapaian musim lalu.
Bersama pelatih Paul Munster, Persebaya mampu merebut 56 poin, tetapi finish di luar empat besar. Sementara Tavares yang baru masuk di Januari, berhasil membawa Persebaya melejit dengan torehan 58 poin.
Menatap musim depan—yang juga bertepatan dengan momen Hari Jadi Persebaya yang ke-100 tahun—Tavares meminta semua pihak untuk tetap membumi. Tekanan berlebihan akan memberatkan langkah pemain.
"Persebaya sejak tahun 2004 tidak memenangkan gelar apa-apa. Jadi kita harus rendah hati. Saya tahu kita akan merayakan hari jadi ke-100 tahun di musim depan, tapi kita harus tetap membumi. Jangan berikan tekanan berlebihan pada pemain. Biarkan kami bekerja," tegasnya. (Laporan Kontributor Arjuna Pratama)