Penundaan Piala AFC hingga Liga 1, Ilija Spasojevic: Mulai Hilang Kesabaran
BolaSkor.com - Kekecewaan penyerang Bali United, Ilija Spasojevic terhadap gelombang penundaan aktivitas sepak bola Indonesia sudah memuncak. Bapak dua anak ini mengaku sudah mulai hilang kesabaran.
Tiga hantaman didapat Bali United pada bulan ini. Pertama, Bali United batal melakoni laga fase grup Piala AFC 2021 yang awalnya dijadwalkan mulai 30 Juni 2021.
Kemudian, Bali United punya opsi untuk mengisi waktu dengan ikut Piala Wali Kota Solo. Namun, yang terjadi sungguh mengenaskan. Bali United mendapat informasi penundaan turnamen saat baru mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Solo.
Hantaman paling telak kemudian terjadi dengan penundaan kompetisi Liga 1. Kompetisi yang awalnya dijadwalkan mulai 9 Juli terpaksa ditunda hingga akhir Juli. Semua terjadi karena peningkatan kasus COVID-19.
Situasi ini membuat frustasi para suporter Indonesia yang sudah menanti klub kesayangannya bertanding. Rasa yang sama pun dirasakan para pemain yang mayoritas menjadikan sepak bola sebagai sumber penghasilan utama.
Baca Juga:
Salah satu pemain yang mulai kecewa berat atas situasi ini adalah Ilija Spasojevic. Dia merasa Bali United sudah melakukan semua hal yang berkaitan dengan protokol kesehatan.
"Saya sudah berusia 33 tahun. Apakah saya harus selesaikan karir saya? sudah dari Maret tahun lalu tidak main profesional (kompetisi). Mungkin pemain muda masih ada waktu. Ini ada generasi pemain (senior) yang di indonesia, apa harus gantung sepatu? saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya sudah mulai hilang kesabaran," ucap Ilija Spasojevic.
Menurut Spaso, keberhasilan menggelar Piala Menpora sejatinya menjadi pijakan awal sepak bola Indonesia kembali berjalan. Sepanjang turnamen tersebut, tak ada pemain yang positif COVID-19, dengan tes dilakukan hampir setiap hari.
"Piala Menpora kita sukses jalan tanpa penonton. Kita main sebelas lawan sebelas. Menurut saya itu tidak masalah. Kalau 10 ribu mungkin ada masalah. Kita sellau ikuti protokol kesehatan. Apapun itu kita ikuti, tapi tetap tidak bisa. Saya jujur sangat-sangat kecewa," jelas Spaso.
Spaso mengungkapkan situasi ini sebelum ada keputusan resmi tentang penundaan Liga 1. Dia begitu kesal saat Piala Wali Kota Solo ditunda secara mendadak. Spaso berharap kompetisi Liga 1 bisa segera berjalan lagi.
"Kita akan ikut apa pun protokol kesehatan. Kalau harus satu kota, satu bulan tidak keluar hotel, kita akan ikut supaya bisa main bola. Sudah lama sekali. Seluruh dunia sudah main," tutur Spaso.
"Saya bisa mewakili pemain merasa sangat kecewa. Mohon maaf, mall buka, bandara buka, semua buka, cuma kita tidak bisa main bola. Saya sudah tidak tahu sampai kapan ini. Saya sudah susah cari motivasi, serius," lanjutnya.
Bila tak ada perubahan lagi, kompetisi Liga 1 akan dimulai pada akhir bulan Juli. Itu pun dengan syarat peningkatan kasus COVID-19 tak terjadi lagi. Bila masih berlanjut, bisa dipastikan kompetisi mundur lebih lama lagi. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)
Tengku Sufiyanto
17.862
Berita Terkait
Dihujani Hujatan, Gabriel Martinelli Minta Maaf
Sepakat, Arsenal Ikat Bukayo Saka dengan Kontrak Baru hingga 2031
Luis Enrique Jadi Nama Baru di Bursa Pelatih Manchester United
Sam Allardyce Klaim Hanya Carlo Ancelotti yang Bisa Menyelamatkan Manchester United
Pilihan Mengerucut ke Dua Nama, Manchester United Sudah Tentukan Waktu Pengumuman Pelatih Baru
Resmi Gabung Manchester City, Antoine Semenyo Punya Janji yang Berbahaya untuk Rival
Tanpa Chant Rasis, Viking Siap Pertontonkan Koreo Termahal di Laga Persib vs Persija
Persija Terus Berinovasi, Luncurkan Produk Reksa Dana Pendapatan Tetap
Berita Transfer Inter Milan: Juventus Ganggu Rencana Rekrut Tarik Muharemovic, Davide Frattesi Diincar Klub Inggris
Persib vs Persija, Marc Klok: Rivalitas dan Harga Diri