Pemberontakan kepada Kapten Maurizio Sarri di Kapal Bernama Chelsea

Maurizio Sarri semakin dekat dengan pintu keluar Chelsea jika situasi terkini terus terjadi.
Arief HadiArief Hadi - Rabu, 20 Februari 2019
Pemberontakan kepada Kapten Maurizio Sarri di Kapal Bernama Chelsea
Chelsea kontra Manchester United (@Football_Tweet)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Apa yang dibutuhkan seorang kapten kapal untuk menjaga moral krunya agar tetap sejahtera atau bahagia? Cukup dengan memenuhi keinginan mereka tanpa melewati batasan atau aturan yang sudah ada.

Mutiny atau pemberontakan bukan kata yang asing lagi dengan korelasinya di berbagai hal, paling sering digunakan jika sudah dikaitkan dengan kapal bajak laut.

Satu adegan paling terkenal mengenai pemberontakan itu terjadi di film "Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides". Tidak puas dengan kepemimpinan Edward Teach atau Edward Thatch (Blackbeard), kru kapal melakukan pemberontakan - meski akhirnya gagal.

Alasan pemberontakan? Sederhana. Para kru tidak senang dengan cara Blackbeard menjadi kapten kapal yang kejam dan cenderung mengarah jadi diktator. Demi menjaga kedisiplinan di antara kru, anak buahnya sering dijadikan contoh melalui penerapan hukuman yang kejam.

Baca Juga:

Chelsea 0-2 Man United: Ole Gunnar Solskjaer Lalui Catatan Kemenangan Jose Mourinho

Ketika Maurizio Sarri Kembali Menguji Kesabaran Roman Abramovich

Fans Sudah Mulai Kesal dengan Permainan Chelsea, Maurizio Sarri Tetap Kalem

Pemberontakan ibarat pisau bermata dua. Jika sukses maka mereka yang melakukan pemberontakan akan memenuhi hasrat mereka, jika tidak, tentu saja mereka yang memberontak akan dihukum.

Sejenak, mari sama-sama berimajinasi jika Chelsea sebuah kapal yang dipimpin oleh kapten Maurizio Sarri, lalu Cesar Azpilicueta dkk serta fans merupakan para kru kapal, dan Roman Abramovich sebagai pemilik kapal.

Pada awalnya semua berjalan baik karena Chelsea sempat melalui rentetan laga tidak pernah kalah di seluruh kompetisi di paruh pertama musim 2018-19. Kru kapal juga bahagia dipimpin Sarri.

Lambat laun, kapal yang terus berlayar itu menemui titik buntu karena jenuh di bawah kepemimpinan Sarri. Mereka jenuh karena kapal terus berlayar meski ombak sudah menerjang kapal berulang kali, kondisi kapal sudah tak lagi ideal untuk berlayar, dan persediaan makanan menipis.

Tapi Sarri melihatnya seolah tidak terjadi apa-apa di kapal. Kedatangan kru baru: Kepa Arrizabalaga, Jorginho, dan Gonzalo Higuain, hanya memberi efek kesenangan sesaat kepada fans Chelsea.

Raut kekecewaan Ross Barkley dan Gonzalo Higuain

Dalam kondisi kapal yang tidak ideal, seyogyanya kapal menepi untuk sesaat di pelabuhan untuk mengisi kembali stok makanan, minuman, dan membenahi bagian rusak. Sarri berbeda. Dia tetap melaju dengan kondisi tersebut.

Alhasil, kapal yang lebih besar dan kuat - dalam kondisi ideal, 'dengan mudahnya' menyerang Chelsea melalui kemenangan dengan skor 4-0 (Bournemouth), 6-0 (Manchester City), dan 2-0 (Manchester United). Kondisi itu memicu awal pemberontakan.

"Cukup sudah Sarriball, cukup sudah." begitu nyanyian fans Chelsea yang membahana di Stamford Bridge kala Chelsea kalah 0-2 dari Man United. "Anda akan dipecat pagi ini" timpal nyanyian fans Man United yang ironisnya, dinyanyikan juga oleh fans Chelsea.

Sarri mendengarnya, tapi apa yang diucapkan oleh mantan pelatih Napoli itu? Cukup optimistis dapat memenangi hati fans.

"Saya lebih mengkhawatirkan hasil, bukan fans. Saya bisa memahami situasinya dan fans kami karena hasilnya tidak bagus. Kami tersingkir dari Piala FA, jadi saya bisa memahami mereka. Tapi, saya lebih khawatir saat ini mengenai hasil akhir," papar Sarri, diberitakan Goal.

"Ini (merebut hati fans Chelsea) sangatlah mudah. Jika kami mampu memenangi tiga atau empat laga beruntun, maka itu akan sangat mudah. Sulit untuk memenangi lima laga beruntun," lanjutnya.

Breaking News Chelsea Maurizio Sarri Italia Napoli Pirates of the caribbean

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Brasil vs Jepang: Ancelotti Berharap Neymar Bisa Bermain Lebih Lama
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti berharap Neymar bisa mendapatkan menit bermain yang lebih banyak saat menghadapi Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 29 Juni 2026
Brasil vs Jepang: Ancelotti Berharap Neymar Bisa Bermain Lebih Lama
Lainnya
Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026, Catat Sejarah Baru
Kemenangan atas Korea Selatan tak hanya membuat Indonesia menjuarai AVC Cup 2026 untuk pertama kali, tetapi juga menjadi balas dendam yang sempurna.
BolaSkor - Senin, 29 Juni 2026
Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026, Catat Sejarah Baru
Piala Dunia
Ogah Cuma Jadi Pelengkap, Austria Tak Gentar Hadapi Spanyol
Melawan Spanyol, bek senior Austria David Alaba menegaskan timnya tidak datang hanya untuk menjadi pelengkap.
Yusuf Abdillah - Senin, 29 Juni 2026
Ogah Cuma Jadi Pelengkap, Austria Tak Gentar Hadapi Spanyol
Piala Dunia
Cedera Lutut Parah, Masa Depan Manuel Ugarte di Manchester United Jadi Tanda Tanya
Manchester United mengonfirmasi bahwa gelandang mereka, Manuel Ugarte, mengalami cedera ligamen lutut saat membela Uruguay dalam laga Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.
Yusuf Abdillah - Senin, 29 Juni 2026
Cedera Lutut Parah, Masa Depan Manuel Ugarte di Manchester United Jadi Tanda Tanya
Liga Indonesia
Persija Capai Kesepakatan Personal dengan Gelandang Bosnia Stjepan Loncar
Persija Jakarta dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan gelandang Bosnia, Stjepan Loncar. Negosiasi dengan NK Istra 1961 masih berlangsung dengan nilai transfer diperkirakan mencapai Rp5,1 miliar.
Rizqi Ariandi - Senin, 29 Juni 2026
Persija Capai Kesepakatan Personal dengan Gelandang Bosnia Stjepan Loncar
Piala Dunia
Hong Myung-bo Mundur dari Timnas Korsel, Jadi Pelatih Ketiga yang Jadi 'Korban' Piala Dunia 2026
Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri dari jabatan pelatih Korea Selatan setelah gagal membawa Taeguk Warriors melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 29 Juni 2026
Hong Myung-bo Mundur dari Timnas Korsel, Jadi Pelatih Ketiga yang Jadi 'Korban' Piala Dunia 2026
Hasil akhir
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Eustaquio Bawa Kanada ke 16 Besar
Timnas Kanada memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 1-0 atas Afrika Selatan pada laga babak 32 besar.
Yusuf Abdillah - Senin, 29 Juni 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Eustaquio Bawa Kanada ke 16 Besar
Inggris
Mantan Kapten Arsenal Berpeluang Gabung Chelsea, Bereuni dengan Xabi Alonso
Chelsea tertarik merekrut Granit Xhaka. Gelandang Swiss itu ingin kembali ke London dan bereuni dengan Xabi Alonso pada musim panas 2026.
Arief Hadi - Minggu, 28 Juni 2026
Mantan Kapten Arsenal Berpeluang Gabung Chelsea, Bereuni dengan Xabi Alonso
Jadwal
Jadwal dan Link Streaming 32 Besar Piala Dunia 2026: Afrika Selatan vs Kanada, Live TVRI Senin (29/6) Pukul 02.00 WIB
Afrika Selatan dan Kanada akan membuka rangkaian pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026, Senin (29/6).
Rizqi Ariandi - Minggu, 28 Juni 2026
Jadwal dan Link Streaming 32 Besar Piala Dunia 2026: Afrika Selatan vs Kanada, Live TVRI Senin (29/6) Pukul 02.00 WIB
Liga Indonesia
Mariano Peralta Terancam Batal ke Persija, Persib Kini Jadi Kandidat Terkuat
Persib disebut menjadi kandidat terkuat merekrut Mariano Peralta setelah negosiasi dengan Persija mandek. Faktor AFC Champions League jadi penentu.
Rizqi Ariandi - Minggu, 28 Juni 2026
Mariano Peralta Terancam Batal ke Persija, Persib Kini Jadi Kandidat Terkuat
Bagikan